
Lery langsung tersenyum saat mengetahui siapa yang menghubungi Mario. Kemudian Lery menghembuskan nafasnya kasar tahu apa yang harus di katakannya.
“Kamu tidak usah pulang Mario dan juga anak kalian tidak membutuhkan kamu. Karena sudah ada aku bersama mereka,”
“Siapa kamu?” tanya wanita di balik sambungan ponselnya penasaran.
“Apa Mario tidak memberi tahu kalau dia sudah menikah dan aku istrinya,”
“Tidak mungkin. Tidak ada yang bisa memiliki Mario kecuali diriku,”
“Siapa bilang sekarang Mario hanya milikku,” ujar Lery yang langsung mengalihkan sambungan teleponnya ke sambungan video call kemudian memperlihatkan Mario yang sedang asyik di bawah sana dengan bobanya bergantian mengalihkan ke arah wajahnya yang sedang menggigit bibir bawahnya menikmati setiap sesapan Mario yang begitu memabukkan.
“Sial,” ucap kesal wanita di balik sambungan ponsel dan langsung mematikan sambungan ponsel tersebut. “Kalian boleh bersenang senang sekarang. Tapi jangan harap itu akan selamanya. Karena aku akan kembali dan mengambil Mario. Karena Mario hanya milikku selamanya hanya untukku,” ucap wanita tersebut sambil tersenyum sinis.
“Apa kamu sedang memanasinya?” tanya Mario setelah Lery menaruh ponsel milik Mario di tempat asalnya.
“Tentu karena aku ingin memperlihatkan kalau kamu hanya milikku sekarang,”
“Terima kasih istriku sayang. Tadi aku kira kamu akan marah padaku karena dia menghubungiku kembali,”
__ADS_1
“Untuk apa marah, karena aku sudah percaya padamu seratus persen dan aku yakin kamu juga sudah melupakannya,”
“Tentu karena sudah ada kamu di hatiku dan tidak ada yang lain,” ujar Mario yang langsung me lu mat bibir Lery. “Apa kamu ingin mencoba lobak milikku setelah sekian lama mati suri,”
“Tentu,”
“Enak saja kamu bilang mata kalian pi cek. Tidak melihat ada orang lain di sini jangan sampai aku khilaf dan minta digilir,” sambung seseorang yang tiba-tiba sudah berada di dalam ruang perawatan Mario.
“Camel,” ucap Lery dan juga Mario bergantian mengetahui Camel sudah berada di dalam ruangannya membuat Mario langsung turun dari atas tubuh Lery dan Lery pun langsung beranjak dari sofa dan langsung mengancing bajunya.
“Mengganggu saja. Kalau mau masuk itu ketuk pintu dulu,” ucap kesal Lery sambil menghampiri Camel dan memukul lengan sahabatnya tersebut.
“Ada urusan apa kamu kesini?”
“Tentu saja menjenguk suami dari sahabatku ini,” jawab Camel sambil memeluk bahu Lery. “Kamu payah enakan di atas kali dari pada di bawah,” bisik Camel di telinga Lery dan Lery pun langsung menggelengkan kepalanya.
“Jangan mengada ada sudah jangan di bahas lagi. Tidak mungkin kamu jauh-jauh datang ke Indonesia hanya untuk menjenguk suamiku,”
“Kok kamu tahu?”
“Jelas saja. Ceritakan saja aku akan mendengarkan,” ujar Lery sambil menarik tangan Camel menuju sofa.
__ADS_1
“Sebenarnya ada...”
“Ada apa?” tanya Lery saat Camel menghentikan perkataannya dan menatap ke arah Mario yang duduk tidak jauh dari keduanya sambil menatap layar televisi.
“Oh Mario. Tenang saja Mario pendengar yang baik jadi katakan saja yang ingin kamu katakan.
“Baiklah,” ucap Camel tapi tidak jadi melanjutkan perkataannya saat ada yang membuka pintu ruang perawatan Mario dengan kencang membuat Mario dan juga Lery langsung menatap ke arah pintu.
“Leno,” ucap Lery yang langsung beranjak dari duduknya saat melihat kembarannya tersebut masuk dengan wajah yang di tekuk dan menghampiri Mario yang duduk tidak jauh dari Lery yang juga sudah beranjak dari duduknya.
Plak
Tiba-tiba Leno menampar pipi Mario dengan kencang membuat Lery terkejut dan langsung menahan tangan kembarannya tersebut yang akan melayangkan tangannya untuk menampar Mario kembali.
“Leno apa yang kamu lakukan?”
“Diam! Aku tidak ada urusan denganmu Lery!” tegas Leno yang langsung menatap tajam ke arah Mario yang sedang bingung dengan perlakuan Leno tersebut.
Bersambung...........
__ADS_1