Terpaksa Menikahi Asisten

Terpaksa Menikahi Asisten
32 Balasan


__ADS_3

 


 


Lery membuka matanya saat asisten rumah tangganya membangunkan dirinya tepat jam dinding menujukan pukul sepuluh siang. Kemudian Lery menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut saat dirinya tidak mengenakan sehelai benang pun. Dan mengingat kembali kejadian semalam. Di mana Mario untuk pertama kalinya melakukan hal kasar kepadanya. Air mata Lery pun jatuh tak tertahankan lagi. Merutuki dirinya sendiri karena tidak memberi tahu kepada Mario sebelum Mario salah paham kepadanya. Kemudian dirinya beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi sambil menahan perih di daerah intinya dan juga kedua tangannya yang di cengkeraman oleh Mario dan meninggalkan bekas luka.


Setelah selesai membersihkan diri Lery langsung keluar dari kamar, dan hari ini dirinya memutuskan tidak pergi ke kantor. Kemudian Lery menuju kamar Marco sang putra yang berada tepat di samping kamarnya. Dan Lery pun tidak mencari keberadaan Mario karena dirinya tahu Mario pasti sudah berangkat ke kantor.


“Selamat pagi menjelang siang sayang,” ucap Lery sambil mengangkat Marco yang sedang berada di tempat tidurnya dan langsung mencium pipi gembul sang putra. “Sus. Mario berangkat ke kantor jam berapa?” tanya Lery penasaran pada pengasuh Marco.


“Tuan Mario pergi jam tujuh non. Dan tuan juga membawa dua koper besar. Dan tuan juga menolak untuk sarapan,”


Deg


Jantung Lery tiba serasa berhenti kemudian memberikan Marco ke pengasuhnya kemudian Lery langsung keluar kamar balik menuju kamarnya. Setelah sampai kamar dirinya langsung menuju lemari Mario yang berada diruang ganti. Alangkah terkejutnya saat dirinya tidak mendapati pakaian Mario di lemarinya. Dan Lery langsung keluar dari ruang ganti dan mengambil ponsel miliknya untuk menghubungi Mario.


“Mario ke mana kamu. Jangan seperti ini kamu salah paham denganku Mario. Aku mohon aktifkan ponselmu,” ucap Lery sambil terus mencoba menghubungi Mario yang mematikan ponselnya. Lery langsung duduk di pinggiran tempat tidurnya dengan tubuh yang lemas sambil memegangi keningnya saat pikiran buruk di kepalanya menghampiri dirinya. Dan dirinya merasa takut jika Mario benar pergi meninggalkan dirinya.

__ADS_1


“Ach Mario ke mana kamu,” ucap Lery sambil melempar ponsel miliknya ke atas kasur. Setelah menghubungi perusahaan di mana Mario bekerja. Dan Mario belum sampai ke kantor. “Mario jangan membuatku kuatir seperti ini,” ucap Lery lagi yang langsung mengambil ponsel miliknya yang berdering.


“Mario?”


“Sejak kapan aku jadi Mario. Baru juga ditinggal berapa jam oleh Mario ke London. Sudah kangen saja. Apalagi kalau Mario di sana lebih dari satu bulan,” suara Leno kembarannya dari balik sambungan teleponnya.


“Maksud kamu?” tanya Lery penasaran.


“Apa dia tidak memberi tahu kamu. Dia cuti selama satu bulan dan pergi ke London karena keluarganya di sana sedang mendapat musibah. Atau kalian sedang ada masalah?”


“Tidak. Kami baik-baik saja. Mario sudah memberi tahuku,” bohong Lery pada saudara kembarnya. “Ada apa kamu menghubungiku?”


“Tidak terima kasih,” ucap Lery yang langsung mematikan sambungan ponselnya. Kemudian dirinya mengotak atik ponselnya. “Jam satu. Aku masih bisa menemui Mario dan meluruskan ke salah pahaman ini,” ujar Lery saat dirinya baru saja memeriksa jadwal penerbangan dan mendapati penerbangan menuju London yang kedua jam dua belas siang. Kemudian Lery mengambil tas miliknya dan keluar dari kamarnya dengan terburu buru untuk ke bandara karena dirinya yakin Mario akan melakukan penerbangan di jam dua belas, tidak mungkin Mario melakukan penerbangan jam tujuh pagi tadi. Sedangkan pengasuh Marco mengatakan Mario keluar dari rumah jam tujuh pagi.


*


*

__ADS_1


*


Lery yang sudah sampai bandara langsung turun dari mobil yang dikendarai sopir pribadinya. Saat dirinya tidak sanggup membawa mobil sendiri seperti biasa. Karena hatinya begitu kacau  dan merasa lemas saat dirinya belum sama sekali menyentuh makanan.


Lery langsung masuk ke dalam bandara dengan terburu buru saat jam di ponselnya menunjukkan pukul setengah dua belas yang artinya setengah jam lagi pesawat akan lepas landas. Kemudian Lery menuju ruang keberangkatan sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru arah untuk  mencari keberadaan Mario. Tapi tidak dirinya temukan. Lery terus mencari keberadaan Mario tapi tetap saja tidak ada tanda-tanda keberadaan Mario. Tak terasa air matanya jatuh dan Lery langsung duduk di bangku tunggu sambil meraup wajahnya frustasi saat jam menunjukkan pukul dua belas dan pesawat sudah lepas landas.


“Ya Tuhan apa ini balasan aku karena aku pernah menyia nyiakan Mario. Di saat aku sudah mulai mencintainya dia pergi sebelum aku menyelesaikan kesalahan pahaman ini,” ucap Lery sambil menundukkan kepalanya. Dan di saat itu ada seseorang yang menepuk bahunya.


Like


Komen


Bersambung............


*yuk main tebak tebakan, hayo siapa yang menepuk punggung Lery? pasti kalian tahu yuk komentar 😂😂😂😂😂😂


 

__ADS_1


 


__ADS_2