Terpaksa Menikahi Asisten

Terpaksa Menikahi Asisten
85 Ayang


__ADS_3

Membutuhkan waktu hampir tiga jam dengan kejadian yang tidak terduga, untuk sampai di kediaman mama dari Juano.


Maria yang baru saja memarkirkan mobil yang di kendarai langsung menatap tidak percaya ke arah Juano yang baru saja turun dari mobil.


“Juano Franshola pemilik hotel . Aku tidak yakin. Jangan-jangan dia hanya orang yang berpura pura menjadi Juano Franshola,” ujar Maria sambil menyunggingkan sebelah sudut bibirnya sambil turun dari mobil.


Bagaimana Maria tidak berpikir seperti itu saat dirinya memasuki gerbang dan memarkirkan mobil yang di kendarai tepat di halaman rumah klasik tempo dulu, dengan dinding kayu meskipun kayu tersebut adalah kayu dengan harga fantastik.


“Aku kira akan berkunjung ke rumah lima lantai yang menggunakan lift,” gumam Maria dalam hati kemudian menghentikan langkahnya, saat baru menyadari halaman rumah tersebut sangatlah luas melebihi luasnya pangkalan udara. Dengan berbagai macam segala pohon buah buahan dari seantero penjuru negri. Dan Maria lebih terkejut lagi saat melihat samping kanan rumah tersebut penuh dengan pot bunga yang penuh dengan tanaman yang tidak asing lagi bagi Maria yang harganya fantastik.


“Nanti saja. Mama pasti sudah menunggu kita di dalam,” ujar Juano sambil menarik tangan Maria saat Juano tahu Maria akan menuju halaman yang penuh dengan bunga-bunga.


“Baiklah,” ucap singkat Maria dan mengikuti Juano tapi tatapannya masih tertuju pada bunga-bunga yang begitu indah.


Dug

__ADS_1


Kepala Maria bertabrakan dengan punggung Juano yang sengaja menghentikan langkahnya saat sudah memasuki rumahnya.


“Ish kanapa berhenti mendadak?” tanya Maria sambil memegangi keningnya.


“Kamu sendiri yang tidak memperhatikannya,” ucap Juano tapi tidak di hiraukan oleh Maria yang begitu takjub dengan isi rumah yang terlihat sederhana dari depan. Bagaimana tidak takjub saat di dalamnya terisi dengan berbagai perabot dan juga hiasan yang terbuat dari emas.


“Ano apa itu, itu dan itu emas asli?” tanya Maria sambil menunjuk sofa, meja dan juga yang lainnya.


“Betul tapi tidak semuanya murni seratus persen. Ada yang kadarnya dua puluh dua karat dan ada juga dua puluh empat karat,” jelas Juano dan Maria hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil terus mengamati setiap sudut ruangan tersebut yang tidaklah besar.


“Mama,” ujar Juano sambil menghambur memeluk wanita yang berada di atas kursi roda.


“Sayang mama sangat merindukanmu,”


“Aku juga merindukan mama. Maafkan aku ma baru sempat mengunjungi mama,” ujar Juano sambil melepas pelukannya. “Oh iya ma, sesuai janjiku kemarin. Aku datang tidak sendiri tapi aku bersama dengan kekasihku,” ujar Juano yang langsung menarik tangan Maria untuk mendekat ke arah mamanya. “Kenalkan ma ini...”

__ADS_1


“Elis,” sambung mama Juano memotong perkataan anaknya.


“Ko Elis ma, Elis itu masa laluku dan ini Maria masa depanku yang akan menjadi calon ibu dari anak-anakku nanti,” ujar Juano sambil tersenyum, Dan Maria langsung menatap kesal ke arah Juano. “Iya kan sayang?” tanya Juano sambil memeluk bahu Maria yang terus menatap kesal ke arah Juano. “Muka jangan di tekuk senyum biar kelihatan meyakinkan. Apa kamu tidak mau seratus juta setiap hari,” bisik Juano di telinga Maria membuat otak Maria langsung berjalan saat mendengar kata uang, dan Maria langsung tersenyum lalu menghampiri mama Juano kemudian bersalaman di akhiri mencium punggung tangan wanita paruh baya yang terlihat pucat.


“Tante benar apa yang ayang Ano katakan, aku Maria urutan kedua dalam kartu keluarga kami nantinya iya kan yang,” ujar Maria sambil menoleh ke arah Juano. “Wek berasa ingin muntah ngomong yang yang kepala lu peyang,” gumam Maria dalam hati dengan bibirnya yang terus tersenyum.


“Jangan panggil tante. Panggil saja mama, seperti Ano,”


“Baik tante. Eh maaf baik mama,”


“Mama lihat kalian sangat mencintai satu dengan yang lain. Kapan kalian akan menikah dan memberikan cucu pada mama?”


Bugh


Bersambung..............

__ADS_1


Gantung lah, tapi akue yakin kalian bisa menebaknya yakin seratus persen💯 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣


__ADS_2