Terpaksa Menikahi Asisten

Terpaksa Menikahi Asisten
135 Cinta Yang Begitu Besar Untukmu


__ADS_3

Maria yang baru saja turun dari mobil yang di kendarai oleh Anton, tepat di halaman sebuah vila yang begitu megah hanya diam terpaku, menatap kemegahan Vila tersebut dengan ornamen emas klasik yang begitu mencolok mata.


“Istriku, ada apa?”


“Ini Vila siapa?”


“Tentu saja bukan milikku, karena sekarang aku tidak memiliki apa pun, kecuali cinta yang begitu besar untukmu,” dan senyum terukir dari kedua sudut bibir Juano, sambil menatap Maria.


“Terus aku harus makan cinta begitu? Mana kenyang, dasar loyo,”


“Tenang saja, setelah ini aku akan mencari pekerjaan untuk menafkahimu,”


“Dasar gila, terus perusahaanmu?”


“Istriku, perusahaan itu milikmu sekarang, tentu hanya kamu yang berhak,”


“Dasar gila, aku tidak tahu dengan cara berpikir kamu,”


Maria berkata lalu melangkahkan kakinya menuju pintu Vila tersebut yang tiba-tiba terbuka sendiri. Dan Maria menghentikan langkahnya tepat di depan pintu saat menatap isi dalam Vila tersebut begitu mewah, tidak jauh beda dengan isi rumah yang mana Dina tempati, meskipun lebih megah yang berada di dalam Vila tersebut. Lalu Maria mengerutkan keningnya menghadap Juano yang sudah berada di sampingnya.


“Ini Vila milik mama, ayo masuklah,” ajak Juano sambil menggenggam tangan Maria lalu masuk ke dalam, dan langsung di sambut beberapa pelayan yang sudah berjejer untuk menyambut keduanya.


“Selamat datang Tuan dan Nona,” ujar salah satu kepala pelayanan.


“Terima kasih,” sambung Maria sambil tersenyum, tapi tidak dengan Juano yang terus melangkahkan kakinya dan terus menggenggam tangan Maria menuju lantai dua Vila tersebut.


Maria begitu terkejut saat Juano membawanya ke dalam satu kamar yang sangat luas dengan lantai bertabur bunga, dan ranjang yang sudah di hias dengan sedemikian rupa, dengan banyaknya bunga di atas ranjang.


“Ano,”

__ADS_1


“Kenapa?” tanya Juano sambil melepas jas yang masih melekat di tubuhnya.


“Tidak, aku hanya ingin membersihkan tubuhku,”


“Mau aku temani?”


“Ano jangan bercanda,”


“Aku serius,”


“Ano!”


“Iya maaf istriku,”


“Di mana kamar mandinya?” tanya Maria dan jari Juano menunjuk ruang transparan yang sedari tadi luput dari penglihatan Maria.


“Kenapa? Kita sudah menikah, jangankan melihat kamu mandi, kita mandi bersama juga tidak masalah iya kan?”


Mendengar perkataan Juano, Maria menatap ke arahnya dengan tatapan tidak suka.


“Jangan judes begitu, kamu belum tahu rasanya kan, malam pertama itu seperti apa?”


“Apa kamu sudah tahu?”


“Belum,”


“Kalau belum tahu, tentu saja tidak tahu rasanya bagaimana. Kamu itu memang benar-benar sudah gila,”


Senyum terukir dari kedua sudut bibirnya Juano, lalu satu tangannya menarik tangan Maria dan membawanya ke dalam pelukannya.

__ADS_1


“Bagaimana kalau kita mencobanya, agar kita sama-sama tahu bagaimana rasanya,”


“A–


Belum juga Maria berkata, Juano sudah menempelkan bibirnya di bibir Maria, dan Maria tidak meneruskan perkataannya.


Juano yang awalnya hanya mencium bibir Maria, beralih menyesapnya apa lagi saat Maria juga menikmatinya, dan perlahan membuka mulutnya. Tanpa pikir panjang tangan Juano menekan belakang leher Maria, agar dirinya bisa leluasa me lu mat bibir Maria yang sudah memejamkan matanya menikmati permainan bibir Juano. Hingga keduanya larut dalam ciuman yang memabukkan, dan tanpa di sengaja keduanya jatuh di atas tempat tidur dengan posisi Maria di bawah tubuh Juano yang terus me lu mat bibirnya dengan kedua mata yang saling bertemu.


 “Emm,”


Maria melepas tautan bibirnya saat dirinya mulai kehabisan oksigen saat Juano me lu mat nya dengan rakus.


“Maaf,” ujar Juano, tapi tidak di hiraukan oleh Maria yang langsung mendorong tubuh Ano menjauh, lalu dirinya segera beranjak dari posisinya. Tapi dengan segera Ano menarik tangan Maria dan memeluknya dari belakang.


Bersambung...............


Jeng jeng jeng 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣


karena semua sudah bahagia dengan pasangan masing-masing. Maka ini detik-detik terakhir menuju novel ini akan segera tamat.


Dan untuk kalian jangan lupa like dan selalu komen, di setiap bab menuju menuju akhir ya, agar aku tuh selalu semangat.


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2