Terpaksa Menikahi Asisten

Terpaksa Menikahi Asisten
65 Pesta


__ADS_3

Bagi kalian yang nungguin visualnya nih akue bagi. Tapi kalau tidak sesuai dengan imajinasi kalian maafkan akue Oke. Dan kalian boleh menghayal sesuka imajinasi kalian 😇😇😇😇


Mario




Valery




Brian



Adel




Merin


__ADS_1


Marco



Maria



*


*


*


Mario langsung menatap jam tangan yang terpasang di lengan kirinya setelah kepergian Adel dari ruangannya, dan setelah dirinya menyelesaikan pekerjaannya yang menumpuk sebelum pulang ke rumah. Kemudian Mario menatap jarum jam yang menunjukkan pukul setengah lima sore.


Mario yang baru keluar dari dalam ruangannya langsung menatap sang adik yang masih sibuk di meja kerjanya tidak jauh dari ruangan Mario. Kemudian Mario menghampiri meja kerja sang adik.


“Maria, selesaikan besok ini sudah sore aku akan mengantar kamu pulang,”


“Tidak perlu aku bisa pulang sendiri. Aku ingin menyelesaikan pekerjaanku terlebih dahulu baru pulang,” sambung Maria tanpa menatap Mario karena dirinya sedang sibuk dengan berkas-berkas dan juga laptop yang berada di hadapannya.


“Baiklah, aku pulang dulu,”


“Mario sebentar,”


“Ada apa?” tanya Mario sambil menghentikan langkahnya saat akan meninggalkan Maria.

__ADS_1


“Kamu tahu  kafe di depan sedang ada dis...”


“Iya aku akan menyuruh O B untuk membelikannya untukmu,” sambung Mario memotong perkataan Maria tahu apa yang akan dikatakan oleh sang adik. “Seperti biasa kan?”


“Betul, tapi cake nya tambah black Forest satu oke, terima kasih kakak tercinta i love you,” ucap Maria sambil tersenyum manis ke arah Mario yang sedang menatapnya sambil menggelengkan kepalanya.


Setelah Sampai di lobi Mario langsung menyuruh O B untuk membelikan pesanan untuk sang adik. Kemudian dengan terburu buru Mario melangkahkan kakinya ingin keluar dari perusahaan tersebut sebelum ada seseorang yang memanggil namanya. Dan Mario langsung mengurungkan niatnya keluar dari perusahaan, dan menghampiri seseorang yang baru saja memanggilnya.


“Tuan Licon, Adel,” ujar Mario ketika sudah menghampiri tuan Licon yang berada di sofa khusus tamu yang terdapat di lobi perusahaan istrinya tersebut.


“Iya Mario duduklah bersama denganku,” ucap tuan Licon sambil menunjuk sofa kosong yang berada di hadapannya tepat. Kemudian Mario mengikuti tuan Licon duduk di sofa yang di tunjuknya sambil menatap Adel yang sedang duduk di samping tuan Licon sambil menyandarkan kepalanya di bahu klien kerjanya tersebut. “Aku tidak salah bekerja sama dengan perusahaanmu Mario. Ternyata karyawan kamu sangat disiplin. Apa lagi aku tahu, siapa kamu sebenarnya setelah nona Adel memberi tahu kalau kamu salah satu orang yang sudah bekerja keras atas keberhasilan perusahaan ini,” ujar tuan Licon membuat Mario langsung menatap Adel yang masih setia menyadarkan kepalanya di bahu tuan Licon yang juga sedang menatap Mario dan sekilas tatap keduanya bertemu kemudian Mario langsung mengalihkan pandangannya.


“Jadi maksud tuan Licon kemari hanya untuk...”


“Melihat cara kerja karyawan kamu dan aku suka,” sambung tuan Licon memotong perkataan Mario. “Dan satu lagi. Aku ingin mengajak kamu untuk meresmikan kerja sama kita dan aku harap kamu tidak menolakku,”


“Maksud tuan Licon?” tanya Mario penasaran.


“Aku sudah menyiapkan sebuah pesta kecil kecilan untuk merayakannya,” jawab tuan Licon sambil beranjak dari duduknya.


“Maaf tuan sepertinya hari ini aku tidak bisa,”


“Ayolah Mario. Aku harus merayakannya dengan siapa? Ini perusahaan aku dan juga kamu. Masa kamu menolakku Mario,” ujar tuan Licon sambil memicingkan matanya menatap tajam Mario.


“Baiklah aku ikut,” ujar Mario merasa tidak enak dan langsung beranjak dari duduknya kemudian mengikuti tuan Licon dan juga Adel yang berjalan di depannya sambil bergandengan tangan.


Bersambung..................

__ADS_1


 


__ADS_2