
Mario dan juga Maria langsung terkejut saat mendapati siapa yang membuka pintu ruang kerja Mario dan langsung masuk ke dalam ruangan tersebut, kemudian langsung mendekat ke arah Mario dan juga Maria yang masih tidak percaya pada apa yang keduanya lihat.
“Selamat siang. Kalian masih sama, kakak adik yang membuat aku rindu melihat kedekatan kalian,” ucap seorang wanita sambil memperlihatkan senyum indah dari bibirnya yang sedikit tebal dengan pakaian minim yang membalut tubuh sexynya.
“Adel,” ucap Mario dan juga Maria bersamaan.
“Iya ini aku. Apa kabar dengan kalian?” tanya Adel sambil tersenyum kemudian duduk di samping Mario dan mengambil garpu yang berada di tangan Mario kemudian memakan makanan Mario. “Aku sangat lapar saat tadi pagi belum sempat sarapan,” ujar Adel membuat Mario langsung beranjak dari duduknya.
“Pergi dari ruanganku sekarang juga Adel!” tegas Mario tapi tidak di hiraukan oleh Adel yang terus menyantap makanan miliki Mario. “Adel apa kamu tidak memiliki telinga. Dan tidak mendengar apa yang aku katakan?”
“Aku mendengar dengan jelas apa yang kamu katakan Mario. Tapi biarkan aku menyantap makanan ini,”
“Adel keluar dari ruangan Mario sekarang juga. Sebelum aku memanggil satpam untuk menyeretmu dari sini,” sambung Maria yang tidak suka dengan kedatangan Adel. Tapi Adel hanya tersenyum sambil menatap ke arah Maria kemudian meneruskan makan kembali.
“Aku tahu tujuan kamu ke sini untuk apa. Kamu pasti akan mengambil Merin dariku bukan?” tanya Mario dan menjauh dari Adel. Membuat Adel yang sudah menghabiskan makanan Mario dan juga minuman Mario langsung mengelap bibirnya lembut dengan tisu kemudian beranjak dari duduknya menghampiri Mario.
__ADS_1
“Lihatlah ini terlebih dahulu,” ujar Adel sambil memberikan map ke hadapan Mario yang sedari tadi dirinya pegang. Tapi dengan segara Mario langsung menampiknya.
“Bukti apa pun yang akan kamu ajukan ke pengadilan aku akan tetap mempertahankan Merin. Dan kamu harus tahu itu!”
“Mario. Mario aku juga tidak akan mengambil Merin darimu. Karena aku sadar aku bukanlah ibu yang baik untuk Merin jadi kamu tenanglah,” jelas Adel membuat Mario dan juga Maria saling pandang mendengar perkataan Adel. “Aku kesini atas undangan tuan Licon dan ini map yang tuan Licon titipkan padaku untukmu Mario,” ujar Adel sambil memberikan map yang berada di tangannya ke tangan Mario. Kemudian Mario membuka map tersebut dan membacanya.
“Jadi...”
“Tuan Licon mendatangi agensi model di mana aku di besarkan. Dan tuan Licon memilih aku untuk menjadi brand ambassadornya. Dan aku baru sadar ternyata aku menjadi brand ambassador perusahan kalian,” jelas Adel memotong perkataan Mario. Membuat Mario dan juga Maria yang masih berada di dalam ruangan Mario langsung terkejut.
“Kenapa kamu terkejut Mario? Tenang saja aku bekerja dengan profesional. Dan lupakan masa lalu di antara kita. Karena aku sudah mengikhlaskan kamu bersama dengan Lery. Dan aku doakan kalian hidup bahagia selamanya,” ujar Adel membuat Mario langsung mengerutkan keningnya tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh Adel. “Sekarang kamu tanda tangani berkas itu karena tuan Licon sudah menungguku di lobi. Dan jangan membuatnya menunggu,”
“Terima kasih, dan aku pergi dulu semoga hari kalian menyenangkan,” ujar Adel yang langsung keluar dari ruang kerja Mario.
“Mario apa yang kamu lakukan? Harusnya kamu bertanya dulu pada Lery jangan main tanda tangan seperti ini,” ucap Maria selepas kepergian Adel.
__ADS_1
“Lery juga pasti tidak akan keberatan. Kita harus bekerja dengan profesional. Kamu dengar sendiri apa yang dikatakan Adel bukan?”
“Iya aku dengar. Tapi aku masih tidak percaya pada perkataan dia bisa saja...”
“Maria, kamu tahu manusia bisa berubah dari yang jahat menjadi baik dan juga sebaliknya. Siapa tahu Adel sudah berubah,” ujar Mario memotong perkataan Maria.
“Mudah mudahan itu benar.
*
*
*
Sementara itu Adel yang baru saja keluar dari ruangan Mario langsung tersenyum sinis.
__ADS_1
“Permainan akan segara di mulai, dan aku akan mendapatkan apa yang seharusnya menjadi milikku,” ujar Adel yang langsung menghampiri tuan Licon yang sedang duduk di sofa tempat tamu menunggu yang terdapat di lobi perusahaan yang Mario pegang.
Bersambung....................