Terpaksa Menikahi Asisten

Terpaksa Menikahi Asisten
123 Maaf


__ADS_3

Plak!


Tamparan ke dua kali mendapat di pipi Elis yang di layangkan oleh mama dina.


Maria menegakkan kepalanya dan mengerutkan keningnya mendapati perlakuan mama Dina pada Elis.


“Kenapa tante menamparku? Apa salahku tante? Harusnya tante menampar anak tante dan juga wanita itu,” tunjuk Elis pada Maria sambil memegangi pipinya.


“Mama,” ujar Maria dan menahan tangan mama Dina yang akan menampar Elis kembal.


“Sayang,”


“Mama,”


“Oke sayang,” sambung mama Dina tahu apa yang diminta Maria, kemudian dirinya mengendalikan emosinya dan menatap ke arah Elis kembali.


“Pergi dari sini sebelum aku memanggil sekuriti untuk menyeretmu! Dan pintu ada di sebelah sana!” perintah mama Dina dan tangannya menunjuk pintu ruangan tersebut.


“Tante, aku mengatakan sejujurnya kalau mereka–


“Mereka bersandiwara? Kalau iya apa urusanmu?”


Tanya mama Dina memotong perkataan Elis. “Cepat pergi!”


“Tidak mau tante. Aku kekasih Ano dan hanya aku yang di cintai Ano,”

__ADS_1


“Kata siapa aku mencintaimu, jangan mimpi, aku dulu khilaf sudah mencintai wanita seperti durimu,” sambung Juano.


“Ano, apa kamu semudah itu melupakan hubungan kita yang sudah terjalin bertahun tahun?”


“Iya.” Jawab singkat Juano kemudian menarik tangan Elis dengan paksa keluar dari ruang perawatannya.


Setelah Juano berhasil menarik paksa Elis keluar dari ruangan. Mana Dina menghadap ke arah Maria yang begitu canggung.


“Sayang,”


Mendengar perkataan mama Dina Maria langsung menghambur memeluk mama Dina.


“Maaf ma,”


“Karena apa yang di katakan oleh Elis itu benar, sekali lagi maafkan aku Ma, aku malu mengatakannya Ma,”


Mendengar perkataan Maria, mama Dina kemudian melepas pelukan Maria lalu memegang kedua bahunya untuk menatapnya.


“Untuk apa malu sayang, mama sudah tahu semuanya, Ano sudah menceritakan semuanya pada mama, awal kalian bertemu, dan bersandiwara. Harusnya mana yang minta maaf padamu sayang,” ujar mana Dina, lalu menggandeng tangan Maria untuk duduk.


“Lihat mana sayang,” pinta mama Dina sambil memegang dagu Maria untuk menatapnya. “Maafkan mama sekali lagi yang sudah memaksa kamu untuk menikah dengan Ano, tapi mama sekarang sadar, mama salah telah memaksa kamu. Mama tidak masalah jika kamu ingin membatalkan pernikahan ini yang tidak di landasi dengan cinta, tapi kamu harus tahu, jika Ano sangat mencintaimu, dan mama tahu itu karena cintanya sangat lah besar untukmu meskipun Ano belum lama mengenal dirimu. Sekarang keputusan ada di tanganmu sayang. Kamu ingin meneruskan pernikahan ini atau tidak,”


Mama Dina menjelaskan panjang lebar lalu tangannya menggenggam tangan Maria, meminta Maria untuk mengambil keputusan.


Maria yang mendengarkan perkataan mama Dina langsung memejamkan matanya kemudian menghela nafasnya panjang.

__ADS_1


“Ini saatnya kamu memutuskan Maria, ini keputusan yang sangat penting untukmu, kamu harus berani mengambil keputusan penting ini,” gumam Maria di sela-sela helaan nafasnya.


Juano yang baru masuk ke dalam kamar dan mendengar perkataan sang mama, menghentikan langkahnya tepat di belakang Maria.


“Aku yakin, kamu akan menolak Maria. Dan kamu Ano, kuatkan hatimu,” gumam Juano dan tubuhnya serasa berat.


“Sayang kenapa kamu diam saja? Ini keputusan yang harus segera kamu ambil,” ujar mama Dina sambil membelai pipi Maria.


“Maaf ma sebenarnya aku belum memiliki rasa dan aku memutuskan untuk–


Gubrak!


Juano yang mendengar perkataan Maria jatuh pingsan dan terkapar di lantai.


“Ano!”


“Biarkan saja dia pingsan, dari kemarin kerjanya pingsan terus apa tidak bosan,” ujar mama Dina dan mencekal tangan Maria yang akan beranjak dari duduknya.


“Tapi Ma,”


“Tidak ada tapi tapian, kamu teruskan saja apa yang ingin kamu katakan,”


Bersambung.......................


Ini dikit, lagi tidak mood nulis, mohon di maklumi ya man teman. semoga hari ini menyenangkan 🥰🥰🥰🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2