Terpaksa Menikahi Asisten

Terpaksa Menikahi Asisten
48 Dalang


__ADS_3

“Mario itu bukannya...”


“Brian dan aku ingin memberi pelajaran terlebih dahulu sebelum menjebloskannya ke dalam penjara,” sambung Mario memotong perkataan Lery. Dan mendekat ke arah Brian yang sedang duduk di atas kursi dengan tangan dan kaki yang sudah di ikat sambil di kelilingi anak buah Mario.


Lery langsung melepas genggaman tangan Mario saat sudah mendekat ke arah Brian. Kemudian Lery melangkahkan kakinya mendekat ke dekat Brian dengan tersenyum sinis dari sebelah sudut bibirnya.


Plak plak


Lery menampar kedua pipi Brian dengan kencang dan menatap Brian dengan tajam dan penuh kebencian pada pria yang berada di hadapannya. Pria yang dulu sangat di cintainya sebelum pria tersebut menjatuhkannya ke dalam jurang terdalam. Dan dirinya baru sadar kalau pria di hadapannya benar-benar brengsek.


“Lery apa yang kamu lakukan? Aku sudah mengatakan padamu aku ingin kembali padamu dan mengurus Marco bersama sama. Bagaimanapun aku ayah kandung Marco dan Marco juga membutuhkan seorang ayah,”


“Marco sudah memiliki ayah. Dia tidak butuh ayah seperti dirimu bajingan. Dan rasakan ini!” teriak Lery yang langsung menendang Brian dengan kencang, hingga kursi yang diduduki Brian terbalik, dan Brian langsung mengaduh kesakitan. “itu untukmu karena sudah mengusik perusahaanku. Dan ini untuk kamu yang sudah membuat aku menjadi wanita bodoh karena pernah mencintai pria seperti dirimu, dasar bajingan!”


“Sayang hentikan,” ujar Mario sambil memeluk tubuh Lery dari belakang untuk menghentikan kaki Lery yang ingin menginjak kaki Brian.


“Mario jangan hentikan aku. Aku belum puas menganiaya bajingan ini,”


“Biar aku saja. Aku tidak ingin tanganmu ini menjadi kotor karena nya,” ujar Mario sambil mencium telapak tangan Lery bergantian. Kemudian Mario mendekat ke arah Brian yang masih tergeletak di lantai.

__ADS_1


“Katakan padaku siapa yang sudah menyuruhmu melakukan ini,” ucap Mario yang sekarang berjongkok di depan Brian.


“Aku tidak akan mengatakan kepadamu Mario. Sebelum kamu kembalikan Lery dan juga Marco ke padaku,” ujar Brian membuat Mario langsung tertawa kencang dan langsung memukuli wajah Brian tanpa ampun. Dan di akhiri dengan menarik baju yang Brian kenakan.


“Cepat katakan siapa yang sudah menyuruhmu untuk melakukan ini semua Brian!”


“Tidak akan,” sambung Brian sambil tersenyum sinis menatap ke arah Mario.


“Brian! Jangan menguji kesabaranku. Katakan sekarang atau aku akan menghabisimu sekarang juga!”


“Lakukan saja. Meskipun kamu akan menghabisiku. Aku tidak akan mengatakan ke padamu,” sambung Brian membuat Mario langsung menghajar Brian habis habisan saat Brian tidak bisa melawan sambil terus memaki Brian, dan anak buah Mario langsung mengamankan Mario ketika Mario terus saja menghajar Brian. Padahal Brian sudah tidak sadarkan diri.


“Aku tidak ingin tahu. Kalian harus segera mencari tahu siapa dalang di balik kejadian ini semua!”


“Baik tuan,” ucap anak buah Mario dan  Mario langsung menggandeng tangan Lery untuk keluar dari gedung kosong tersebut.


*


*

__ADS_1


*


Seminggu sudah berlaku Mario dan juga Lery juga sudah kembali ke rumah Lery, tentunya dengan membawa Merin. Tapi tidak dengan Maria yang enggan mengikuti sang kakak tinggal di rumah istrinya tersebut. Dan Maria juga sudah kembali menjadi sekretaris Lery. Saat perusahaan miliknya mulai stabil seperti sedia kala.


Tapi sampai satu minggu ini Mario belum juga mengetahui dalang di balik kejadian ini. Karena Brian yang masih di sekap oleh anak buahnya belum juga membuka mulutnya.


“Mario bangunlah ini sudah siang,” ucap Lery sambil menarik selimut yang menutupi tubuh sang suami untuk membangunkannya.


“Jangan sekarang sayang. Biarkan aku menikmati akhir pekan dengan tidur,” ucap Mario yang masih memejamkan matanya dan menarik selimutnya kembali.


“Baiklah,” ucap Lery tahu kalau Mario butuh istirahat karena selama seminggu ini Mario begitu sibuk berangkat ke kantor pagi buta dan pulang pun sudah larut malam untuk mengstabilkan perusahaan.


“Mau ke mana?” tanya Mario dengan mata yang masih terpejam dan mencekal tangan Lery yang akan meninggalkan dirinya. “Temani aku tidur sayang,” ujar Mario yang langsung menarik tangan Lery dan membawa ke dalam pelukannya, Lery yang juga merindukan Mario hanya pasrah dan tangannya langsung menyambar ponsel milik Mario yang terletak di atas meja nakas, saat ada yang menghubungi Mario.


“Halo...”


Bersambung...........


 

__ADS_1


__ADS_2