Terpaksa Menikahi Asisten

Terpaksa Menikahi Asisten
10 Martabak


__ADS_3

 


“Maafkan aku Lery atas perlakuan aku terhadapmu tadi. Aku tidak bermaksud untuk...”


“Diamlah Mario jangan katakan apa pun!” perintah Lery saat dirinya sudah beralih duduk di atas ranjang.


“Sekali lagi maafkan aku Lery aku hanya terbawa emosi sekali...”


“Mario diamlah. Dan keluar dari sini. Tidak ada yang menyuruhmu kesini. Aku tidak ingin melihat wajahmu jadi pergi lah dari hadapan aku!” tegas Lery memotong perkataan Mario. Membuat Mario tidak berkata lagi dan langsung membalik badannya untuk meninggalkan Lery.


“Aww sakit,” ucap Lery sambil memegangi perutnya ketika dirinya akan mengambil buah yang berada di atas meja di samping ranjang Lery. Dan Mario langsung menghentikan langkahnya saat mendengar Lery yang mengaduh kesakitan.


“Ada apa Lery?”

__ADS_1


“Perutku sakit Mario,” jawab Lery sambil nyengir kesakitan saat Mario menghampiri nya.


“Tadi dokter menyuruhmu untuk istirahat total. Jadi kamu tetap rebahan dan tidak boleh banyak bergerak,”


“Aku juga tahu,” ucap ketus Lery sambil merebahkan tubuhnya lagi dan menampik tangan Mario yang akan membantunya. “Aku bisa sendiri. Kamu panggil kan mbak di depan aku butuh mbak,”


“Mbak sudah pulang aku yang menyuruhnya tadi. Kamu ingin apa? Katakan saja aku akan membantumu,”


“Kenapa kamu menyuruhnya pulang?”


“Mario,” ucap Lery dan Mario langsung menatap ke arah Lery sebelum dirinya sampai di sofa. “Aku ingin makan buah apel itu,” ucap Lery lagi sambil menunjuk buah apel yang berada di atas meja dan Mario langsung mendekat kearah Lery. Kemudian dirinya mengambil buah apel tersebut lalu mengupas kan nya untuk Lery tanpa mengatakan apapun. “Aku juga ingin memakan buah pisang,”


“Baik,” ucap singkat Mario yang langsung mengambil buah pisang dan mengupas kan nya untuk Lery. “Ada lagi yang kamu inginkan?” tanya Mario saat Lery sudah menghabiskan buah pisang membuat Lery langsung menggeleng. “Kalau begitu aku ingin tidur,”

__ADS_1


“Tunggu Mario,” ucap Lery menghentikan langkah Mario yang akan menuju sofa. “Aku menginginkan martabak manis dengan toping keju tanpa susu dan juga tidak menggunakan mentega,” ucap Lery lagi membuat Mario langsung mengangkat kedua alisnya bingung. Mana bisa martabak manis tidak menggunakan mentega yang menjadi salah satu peran utama. Dan juga jam sudah menunjukkan pukul dua pagi. “kenapa apa kamu tidak...”


“Aku akan membelikannya untukmu,” sambung Mario memotong perkataan Lery kemudian dirinya langsung keluar dari ruang perawatan Lery. Tidak ingin berdebat dengan Lery saat pusing di kepalanya masih saja belum hilang.


 


Mario yang sudah keluar dari dalam ruang perawatan Lery langsung duduk di bangku tunggu tepat di depan ruangan tersebut. Kemudian dirinya langsung mengambil ponsel untuk memesan martabak manis keinginan Lery.


“Sial!” kesal Mario sambil memasukkan ponsel miliknya saat dirinya baru menyadari ponsel miliknya kehabisan baterai. Kemudian dirinya beranjak dari duduknya sambil memegangi keningnya. Menuju parkir mobil di mana dirinya tadi memarkirkan mobil.


“Sial ke mana dia. Kenapa ponsel dimatikan,” ucap kesal  Lery sambil melempar ponsel miliknya saat dirinya menghubungi Mario dan ponsel Mario mati. Ketika jam di ruangannya sudah menunjukkan pukul tiga pagi. Tapi Mario belum juga datang.


Jam menunjukkan pukul tujuh pagi saat suster datang ke dalam ruangan Lery sambil membawa sarapan dan juga membangunkan Lery yang masih tertidur lelap. Setelah membuka matanya Lery langsung mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan tapi tetap saja dirinya tidak mendapati Mario di ruangan tersebut.

__ADS_1


*Like*Komen*Bersambung................


 


__ADS_2