
Jam ponsel milik Maria menunjukkan pukul tujuh malam, saat dirinya memutuskan pulang ke rumah, ketika Mario menyuruhnya untuk pulang setelah Merin sang keponakan sudah sadarkan diri, meskipun harus mendapat perawatan khusus.
Maria yang baru saja keluar dari taksi online yang dinaikinya langsung mengerutkan dahinya, saat melihat mobil miliknya yang dirinya tinggal di apartemen Ano, sudah terparkir di halaman rumahnya.
“Mungkin Anton yang mengantar mobilku, bagus kalau begitu, jadi aku tidak usah repot-repot mengambilnya," gumam Maria.
Dan Maria langsung masuk ke dalam rumah dengan terburu buru saat dirinya sudah merasa kantuk yang luar biasa.
“Selamat malam mbok Jum. Mbok tidak usah menyiapkan makan malam. Aku sudah kenyang,” ujar Maria saat melihat mbok Jum yang akan menghampirinya. “Hari ini sangat melelahkan untukku mbok. Aku ingin tidur lebih awal. Jangan lupa, mbok besok bangunkan aku jam lima,”
“Tapi non–
“Tidak ada tapi tapian, aku mengantuk,” sambung Maria memotong perkataan mbok Jum, kemudian menuju kamar.
“Apa kamu lupa dengan janjimu padaku?” tanya seseorang dan menghentikan langkah Maria saat akan memasuki kamarnya.
Maria langsung membalik tubuhnya dan matanya tertuju ke arah ruang tamu, untuk mencari asal suara yang tidak asing baginya.
“Ano, kamu membuat aku kaget saja. Dari mana kamu muncul? Apa kamu bisa berteleportasi?” tanya Maria dan menghampiri Ano, yang sudah rapi menggunakan setelan texudo. “Terus kamu rapi begini. Ingin pergi ke mana?"
“Jangan bercanda Maria. Kamu sendiri yang berjanji ingin menemaniku ke acara resepsi pernikahan Elis,”
“Oh iya. Kapan aku mengatakannya. Mungkin kamu salah dengar,”
“Maria!”
“Iya, aku tahu. Lebih baik kita urungkan saja perginya. Aku sudah mengantuk,”
__ADS_1
“Oke kalau kamu begitu. Aku juga akan mentransfer sisa uang pembayaranmu,”
“Ish tidak asik,” ujar Maria sambil memonyongkan bibirnya ke arah Juano.
“Tidak pakai lama. Aku tunggu setengah jam lagi,”
“Apa kamu gila. Setengah jam? Aku belum mandi, berias dan lain sebagainya,”
“Kalau kamu masih berada di sini kamu akan menyia nyiakan waktu setengah jammu,”
“Iya. Iya, dasar loyo,” sahut Maria yang langsung menuju ke kamarnya.
Setengah jam berlalu tapi Maria tidak kunjung keluar dari dalam kamarnya, kemudian Juano mengetuk pintu kamar Maria agar Maria keluar, tapi tidak ada sahutan dari Maria.
“Maria jangan membuat aku menunggu lama. Ini sudah setengah jam lebih. Kalau kamu tidak keluar jangan harap aku akan mentransfer sisi uang kamu,” ucap Juano dan terus mengetuk pintu.
Juano yang melihat perbedaan yang begitu mencolok tidak sedikit pun mengedipkan kedua matanya, pasalnya selama ini dirinya tidak pernah melihat Maria menggunakan gaun, yang ada hanya menggunakan setelan kerja tanpa riasan di wajahnya. Berbeda dengan malam ini, Maria yang sedikit memakai riasan begitu berbeda dan terlihat begitu cantik.
“Jangan menatapku begitu, nanti naksir,”
“Siapa juga yang menatapmu? Naksir, tidak akan,”
“Bagus, aku juga tidak ingin di taksir pria loyo sepertimu,” ujar Maria yang berjalan terlebih dahulu mendahului Juano.
“Dasar ondel-ondel,”
“Apa maksudmu?” Tanya Maria sambil menghentikan langkahnya dan membalik tubuhnya menatap Juano tajam.
__ADS_1
“Kamu tidak pantas berdandan seperti ini. Sudah seperti ondel-ondel,”
“Ano!” teriak Maria tapi tidak dihiraukan oleh Juano yang langsung menarik tangan Maria keluar dari rumah.
*
*
*
Maria dan juga Juano yang sudah berada di dalam mobil dan duduk bersama di jok belakang, sibuk dengan ponselnya masing-masing.
Anton yang sedang mengendarai mobil Juano langsung menggelengkan kepalanya menatap bosnya dari kaca spion.
“Malu tapi mau. Tadi di rumah ingin buru-buru ke rumah nona Maria. Dan sekarang sudah berdekatan diem bae,” gumam Anton dalam hati pasalnya tadi Juano begitu tidak sabar untuk datang ke rumah Maria, seperti seorang pria yang ingin mengunjungi rumah pacarnya.
Maria langsung menatap ponselnya sambil mengerutkan keningnya melihat nama yang tertera di layar ponselnya, saat ada yang menghubungi dirinya.
“Berisik sekali, cepat angkat kalau tidak, matikan saja berisik tahu,” ujar Juano sambil melirik sekilas ke arah Maria. Kemudian Maria langsung mematikan sambungan ponselnya dan memasukkan ke dalam tas miliknya.
“Siapa?”
Bersambung.......................
__ADS_1