Twince LA

Twince LA
Gema dan Kalan


__ADS_3

"Hemm.... Dari wanginya udah enak banget nih makanan" puji Tisha kepada masakan Elvana dan juga Tikha.


"Siapa dulu yang masak" jawab Elvana dan ketiganya pun tertawa bersama.


***


Di tempat lain


"Ayumi" panggil Naomi.


"Apa nom-nom?"


"Ke depan yuk, kita selfie"


"Ayo"


"Yang lain pada kemana sih, Nom?" tanya Ayumi, karena memang di dalam tenda hanya ada Ayumi dan juga Naomi saja, tidak tahu kemana perginya Salsa dan juga Siska.


Naomi menaik turunkan bahunya tanda bahwa ia pun tidak tahu kemana perginya Salsa dan juga Siska.


"Enak juga ya Yum udara disini, engga kaya di Jakarta, panas, gersang lagi"


"Nomnom, namanya juga di puncak, pasti enaklah udaranya, seger juga. Kaya engga pernah ke puncak aja deh"


"Engga, gue kan engga pernah diajak ke tempat kaya gini, gua biasanya diajak ke Luar Negeri aja untuk urusan bisnis" jawabnya polos.


Ayumi pun memukul jidatnya "yaudah deh iya gimana Nomnom aja deh" ucapnya dan diangguki oleh Nomnom.


***


"Hahahaha"


"Lucu lucu banget fotonya" ucap Reysha ketika sedang melihat-lihat hasil jepretan mereka berempat.


Setelah makan siang, Tisha, Tikha, Elvana dan Reysha berfoto bersama dengan latar pegunungan yang indah.


"Eh itu bukannya Tisha and the geng ya?" tanya Siska kepada Ayumi.


Mendengar hal tersebut, Ayumi pun melihat ke arah telunjuk Siska yang sedang mengarah kepada Tisha dan kawan-kawannya.


Ayumi pun tersenyum licik melihat hal tersebut "gue tau harus ngapain" gumamnya.


Melihat gelagat aneh dari temannya, Salsa pun bertanya "lo mau ngapain, Yum?"


"Lo liat aja, ayo ikut gue"


"Jangan aneh-aneh deh ya, Yum" kata Naomi si lemot ngeselin.


"Iya Nomnom, udah deh diem aja" ucapnya dan diangguki oleh Naomi.


***


"Gue mau ngomong serius sama lo, Gem" tegas Kalan kepada Gema yang kini sedang bermain gitar dengan teman-temannya.

__ADS_1


Tak enak hati dan pikiran, setelah tadi berbicara dengan Ardan, Kalan memilih untuk berbicara langsung kepada Gema akan hal ini. Dirinya sangat mengkhawatirkan adik-adiknya itu, walaupun Tisha tomboy tapi tetap dia adalah wanita, tenaga wanita lebih kecil dari pada pria.


Gema pun menoleh dengan wajahnya datarnya "dimana?"


"Disana" jawab Kalan dengan menunjuk tempat yang tak jauh dari tempatnya sekarang.


Gema pun menganggukkan kepalanya "pegang dulu nih bro" ucapnya sambil memberikan gitarnya kepada temannya itu.


Kalan dan Gema pun berjalan beriringan "to the point aja" ucap Gema dengan tangan di masukan ke dalam saku celananya.


"Jauhin adik-adik gue!"


Mendengar hal itu, Gema menaikkan satu alisnya tanda dirinya tidak paham.


"Engga usah pura-pura engga ngerti deh, Gem. Gue tau lo lagi deketin adik gue 'kan, si Tisha?"


"Lo, cenayang?" jawabnya kelewat santai.


Kalan mengepalkan tangannya "udah cukup Viona yang lo sakitin, Gem. Jangan ada lagi Viona, Viona selanjutnya, apalagi adik-adik gue!"


"Gue engga nyakitin Viona ya, Lan. Itu salah dia sendiri, jangan sangkut pautin sama gue!" ucap Gema tak kalah tegas.


"Tapi kenyataannya, Viona meninggal itu karena elo, Gem. Karena lo"


Bugh.... Satu tinjuan lolos dari tangan Gema yang sudah tidak bisa ia tahan lagi.


Kalan yang mendapat serangan tiba-tiba pun terhuyung kebelakang.


Kalan tersenyum semirk mendengar hal itu "lo emang engga pernah mau mengakui kesalahan, Gema" ucapnya tak kalah tegas dengan menghempaskan tangan Gema yang berada di kaos baju miliknya.


"Gue peringati lo sekali lagi, jangan lo deketin adik-adik gue lagi, karena itu engga akan pernah terjadi. Lo harus bisa langkahi dulu mayat gue!" tegasnya dan meninggalkan Gema sendiri di tempat itu.


"Cih..." Gema membuang ludahnya setelah peninggalan Kalan.


"Aaaah...." teriaknya lagi sambil menendang dedaunan kering.


"Woy, Gem. Kenapa lo?" teriak teman Gema dan mendekat ke arahnya.


"Gue engga apa-apa" ucapnya dan berusaha menormalkan deru nafasnya.


"Yakin lo engga apa-apa? Gue liat si Kalan tadi kaya yang marah gitu sama lo"


"Gue engga apa-apa, Ren"


"Oke, kalau ada apa-apa lo bisa bilang kita-kita" ucap Reno dan diangguki oleh Gema.


***


"Dari mana lo?" tanya Miko.


"Gema"


Miko dan Ardan yang mendengar itu pun grasak-grusuk bangun dari tidur selonjorannya "ngapain?" tanya Miko yang memang tidak tahu apa-apa.

__ADS_1


Kalan hanya membuang nafasnya kasar saja, melihat Kalan yang tak mau menjawab, Miko pun meminta penjelasan kepada Ardan.


Ardan yang seakan mengerti akan tatapan itu pun hanya mengedikkan bahunya tanda tak tahu apa-apa. Yang sebenarnya terjadi, Ardan tidak mau menceritakannya kepada Miko, karena itu adalah ranah Kalan bukan ranah dirinya.


"Yaudah lo tenangin dulu diri lo, kalau emang lo udah siap buat cerita, lo bisa cerita ke kita-kita siapa tau kita bisa bantu" jelas Miko.


"Nih minum dulu" timpal Ardan sambil memberikan aqua gelas yang berada di dekatnya.


"Thanks" ucapnya dan diangguki oleh keduanya.


***


"Ki, mau engga?" tanya Andrea sambil menyodorkan pop mie yang berada di genggaman tangannya.


"Ini aku juga lagi bikin"


"Oh, Oke" jawabnya.


"Oya, Re"


"Hem?" tanya Rea kepada Kia.


"Emm boleh tanya-tanya engga sih"


"Ya boleh lah, masa enggak kamu suka lucu"


"Hehe" jawab Kia nyengir kuda.


"Kamu kan sama Kalan and the geng sepupuan?"


"Iya, kenapa?"


"Kamu dari kecil suka sama-sama mereka juga?"


"Engga sih, Ki. Aku dari kecil ikut sama daddy and mommy, terus pas aku SMP kelas 9 aku pindah kesini, satu komplek sama anak-anak, jadi ya gitu deh, kita emang deket, deket banget malah. aku aja yang baru deket ya pas SMP udah deket banget, apalagi mereka-mereka yang emang dari kecil selalu bareng-bareng"


"Oh" jawabnya sambil manggut-manggut.


"Kenapa sih, Ki?"


"Engga apa-apa, cuma tanya aja, soalnya kalian akrab banget gitu, kaya engga akan ada yang misahin"


"Oh tentu, karena yang aku tau, dari kecil mereka itu selalu dididik untuk saling menyayangi, menghormati dan saling melindungi satu sama lain, karena kita ini saudara. Semenjak aku disini, aku juga jadi ikut-ikutan deh, hehe"


"Hehe seru juga ya"


"Seru banget, apalagi si kembar, udah jail banget, suka mencairkan suasana, nih para lelaki ya, pada tunduk pokoknya sama si Kembar apalagi sama si Tisha"


"Iya kah?"


"Iya, bukannya mereka takut, melainkan mereka sayang sama adik-adiknya"


"Oh gitu" jawab Kia sambil tersenyum dan manggut-manggut mendengar penjelasan dari Rea.

__ADS_1


__ADS_2