Twince LA

Twince LA
Kembali Ke Indonesia


__ADS_3

"Loh, Tisha kemana dad?" tanya Kapan ketika di meja makan tidak ada sang adik.


"Menginap di rumah sakit bang"


"Oh" jawabnya sambil menganggukkan kepalanya.


"Pakaian kalian sudah siap?" tanya Kalanagi kepada para adik sepupunya.


"Sudah bang" jawab Tikha.


"Pinter"


"Besok kita berangkat jam berapa dad?"


"Jam 7 pagi bang"


"Oh oke"


"Bang, kamu udah setuju kalau adik kamu sama Erlan?" tanya sang daddy ketika melihat reaksi sang abang yang tak biasa.


Biasanya Kalan akan menjemput paksa atau mengamuk kepada sang daddy jika para adik kesayangannya begitu saja di perbolehkan menginap di rumah siapapun, tetapi ini? sikapnya biasa saja bukan seperti Kalan biasanya.


Kalan mengangguk "udah"


"Loh sejak kapan? Semudah itu?"


Kalan mengangguk "sejak abang tau kalau Erlan itu adalah pria yang ditunggu oleh Tisha dad, abang engga mau jadi penghalang kebahagiaan adik abang"


"Kamu engga apa-apa, 'kan?"


"Engga apa-apa dad, abang baik-baik aja kok"


"Abang tau Tisha pasti bisa jaga dirinya baik-baik, daddy tenang aja, abang dan yang lainnya tetap mantau Tisha dari jauh kok" jelasnya dan diangguki oleh sang daddy.


"Untuk Ara, Reysha dan Tikha itu baru berbeda dad" lanjut Kalan yang membuat ketiganya terdesak secara bersamaan.


Uhuk.. uhuk.. uhuk...


"Widih kompakan amat" ledek Ardan.


"Diem deh" jawab Zahra.


"Bang Kalan kenapa harus kita sih?" rajuk Zahra kepada Kalan, sang daddy terkekeh mendengarnya.


"Heh keputusan tertua tidak bisa di ganggu gugat!" timpal Miko yang semakin membuat Zahra, Reysha dan juga Tikha mendengus kesal berbeda halnya dengan para orang tua yang terkekeh melihat kelakuan para anak kesayangannya.


"Kan Ara mau cari cowo yang ganteng kaya abang, kalau maya gini gimana Ara mau cari gantengnya"


"Ara" tegur Ardan.


"Apa lagi bang dadan?"


"Ardan Ara" tegur Ardan.


"Ara maunya bang dadan, bagusan juga bang dadan bukan bang Ardan"


"Gimana kamu aja deh, Ra" pasrah Ardan. Zahra memang memanggil Ardan dengan sebutan bang Dadan, katanya lebih gampang aja gitu manggil Ardan dengan sebutan Dadan.

__ADS_1


"Sudah sudah, kita makan malam dulu" lerai mommy Adin.


"Mommy doang emang" kata Reysha dan kembali membuat mereka semua tertawa.


...****************...


"Woy lah si bos besok baliknya" ucap penuh senang Zayn kepada kedua temanya Ezra dan juga Uxio.


"Hem" jawab Uxio dan juga Ezra dengan masih menatap ponselnya.


"Main game aja terus!" keluh Zayn kepada kedua temanya, memang bener kini kedua temannya sedang serius bermain game yang sangat di sukai para pemuda now. Kalian pasti know lah.


"Hem"


"Ham Hem ham Hem, nanti juga lo berdua pada sakit gigi dah tuh"


"Hem"


"Gue mau keluar deh cari angin, bosen gue di sini terus lama-lama gue jadi goblok!"


"Si Zayn kenapa?" tanya Ezra kepada Uxio dengan tetap menatap ponselnya masing-masing. Uxio yang mendengarnya hanya menaik turunkan bahunya saja.


"Engga jelas" kata Ezra lagi


...****************...


Tok.. Tok.. Tok...


Ceklek....


"Ssst... " Kalan berhenti untuk masuk ke ruangan Erlan ketika melihat Tisha yang masih nyenyak tidur di sebelah Erlan yang memeluknya dengan sangat erat.


"Suatu saat nanti, kau dan aku kan bertemu lagi"


"OMG HELLO MATA Ara ternodai" teriak Ara yang mengusik kedua pasangan yang tengah tertidur nyenyak itu.


"Berisik banget sih Ara, ganggu moment terpenting dalam hidup" ketus Nathan dengan membekap mulut Zahra.


"Ih apa sih Nath, orang bener mata Ara udah ternodai nih"


"Daddy, mommy, bang Kalan" panggil Tisha dengan panik ketika mendengar teriakan dari Zahra dan melihat sudah ada keluarganya di hadapannya kini, melihat dirinya yang tengah tertidur pulas bersama dengan Erlan dalam satu kasur yang sama.


"Ma-af Dad" ucapnya dengan menundukkan kepalanya ketika sudah turun dari kasur Erlan.


Erlan pun ikut terbangun ketika mendengar suara teriakan dari Zahra "itu salah saya om, saya yang meminta Tisha untuk tidur bersama dengan saya, tapi saya yakini tidak terjadi apa-Apa diantara kita" timpal Erlan.


"Daddy maafkan kali ini"


"Abang juga maafkan kali ini, kalau sampai kamu seperti ini lagi engga ada maaf untuk kamu, Sha" kata Kalan dengan tegas.


"Ba... baik bang"


"Tisha akan bersiap terlebih dahulu"


"Ya"


"Erlan minta maaf om, bang" timpal Erlan ketika Tisha sudah masuk ke kamar mandi.

__ADS_1


"Sudah saya maafkan, tetapi kalau kamu engga bisa jagain Tisha lebih baik dari sekarang kamu jauhin anak saya!" tegas daddy.


"Erlan akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga Tisha, om"


"Saya percayakan Tisha kepada kamu, Erlan"


"Terimakasih om" katanya dan diangguki oleh daddy Ardi.


"Tadik manggil gue apa?" tanya Kalan.


"Abang"


"Kalan aja, berasa tua banget gue di panggil abang sama lo, umur aja masih tuaan lo walaupun cuma beda satu tahu, ya tetep aja masih tuan lo"


"Iya oke, Kalan" katanya dna diangguki oleh Kalan.


Sebenarnya tidak ada alasan untuk daddy dan Kalan memarahi Tisha, karena mereka memang sudah yakin Tisha dan Erlan tidak melakukan hal yang aneh-aneh, tetapi jika tidak seperti ini mereka takut Tisha dan Erlan akan melakukan hal yang sama atau bisa saja melebihi batas bukan? Walaupun diantara mereka berdua kali ini tidak terjadi apapun, tetapi tidak tahu nanti, mengingat Erlan adalah pria dewasa yang normal begitupun dengan Tisha wanita normal, tidak menutup kemungkinan setan akan kembali merayu mereka agar berbuat hal yang melebihi batas.


"Eh ada tamu" sapa mommy Erlan.


"Selamat pagi nyonya Arayyan, maaf kedatangan kamu pagi-pagi ini membangunkan anda" sapa mommy Adin.


"Tidak nyonya, saya memang akan membangunkan mereka berdua, ayo masuk"


"Iya baik"


"Saya ingin meminta maaf kepada Anda nyonya Wijaya, saya sudah meninggalkan mereka berdua dalam satu kamar, tapi saya yakin mereka berdua tidak akan melakukan hal apapun" jelas nyonya Arayyan.


Nyonya Adin tersenyum dengan penuh kelembutan "engga apa-apa nyonya Arayyan, saya juga yakin mereka berdua tidak akan melakukan hal apapun yang dapat merugikan mereka dan membuat nama keluarga besar hancur" jelasnya.


"Saya juga yakin itu nyonya Wijaya"


Mommy Adin tersenyum "oh ya, nyonya Arayyan ini ada oleh-oleh dari kami, kami akan kembali ke Indonesia hari ini"


Mommy Erlan membulatkan matanya "hari ini nyonya Wijaya?"


"Betul nyonya, kami kesini akan menjemput Tisha dan berpamitan kepada Anda sekeluarga"


"Tidak bisa lebih lama lagi disini nyonya?"


Mommy Adin kembali tersenyum "maaf nyonya bukannya tidak ingin lebih lama lagi, tetapi anak-anak juga harus sekolah dan suami saya juga harus kerja, sudah terlalu lama mereka meninggalkan kewajibannya" jelasnya dengan pelan.


Nyonya Arayyan ikut tersenyum "ah baiklah saya mengerti nyonya, Hati-hati di jalan, terimakasih sudah menemani kami disini dalam waktu yang cukup lama"


"Sama-sama nyonya"


"Baik kalau begitu kami akan pamit untuk kembali ke Indonesia"


"Baik, Hati-hati"


"Iya nyonya" kata mommy dan berjalan ke arah Erlan.


"Erlan tante tinggal dulu ya, cepet sembuh" ucap mommy Adin.


"Terimakasih ya tante" ucap Erlan dan diangguki oleh mommy Adin, begitu pula dengan yang lainnya sama seperti mommy Adin yang berpamitan kepada Erlan.


"Aku pamit pulang duluan ya, cepet sembuh biar bisa susul aku ke Jakarta" kata Tisha.

__ADS_1


Erlan tersenyum "iya tunggu aku lagi ya, aku bakal susul kamu ke Jakarta"


"Aku tunggu" katanya dan meninggalkan kamar rawat inap Erlan.


__ADS_2