Twince LA

Twince LA
Ikut Gue, Sha


__ADS_3

"Eh eh sorry sorry gue ketinggalan info tadi di sekolah. Gue denger dari anak-anak katanya si Tisha abis ribut sama si Marsha?" Ardan nyerobot masuk ke ruangan Kalan.


Miko dan Kalan yang sedang mengobrol mengenai perusahaan pun melihat ke arah Ardan yang sedang mengatur nafasnya karena dirinya abis berlari dari parkiran "kemana aja lo?" Miko memaki.


"Hehehe sorry" ucapnya sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Pacaran aja sih lo"


"Engga juga, tadi gue abis dari perpus cari buku sama si Kia"


"Ya itu sama aja kampret, cari buku berkedok pacaran"


"Hehehe"


"Jadi gimana sama twince?"


"Cuma ribut biasa aja, biasalah si Marsha, lo tau 'kan kalau si Marsha itu suka sama si Gema, tapi Gemanya malah suka sama si Tisha jadinya gitu di labrak" jelas Kalan.


"Tapi Tisha engga apa-apa 'kan?"


"Aman, engga ada yang lecet"


"Syukurlah, lo udah ke si Gema, Lan?"


"Udah"


"Masih tetep?"


"Masih, dia emang engga akan nyerah buat dapetin si Tisha"


"Gilaa sih, Gema beneran jatuh cinta sampe ke dasar kayanya"


***


"Sha kayanya musuh kamu banyak ya?"


"Aku engga musuhin mereka ko, Kha. Cuma ya merekanya aja yang cari masalah sama aku, lagian aku kan engga ganggu mereka"


"Iya sih, apa kita harus bilang ke daddy?"


"Engga usah, Kha. Aku yakin kalau daddy udah tau tentang hal ini, jangan nambah beban pikiran bang Kalan"


"Iya juga ya, lagian aku juga kesel kenapa sih itu ka Gema selalu aja deketin kamu"


"Aku juga engga ngerti sih, Kha"


"Kha"


"Ya?"


"Em... "


"Kenapa, Tisha?"


"Kamu engga mau belajar bela diri, Kha?"


"Bela diri?"


"Iya"


"Engga ah"


"Loh kenapa?"


"Aku engga mau, kan kamu bisa, lagian kita engga akan pisah jadi cukup kamu aja aku mah engga"

__ADS_1


"Ya itu yang jadi masalahnya, Tikha"


"Masalahnya apa?"


"Ya karena muka kita mirip, aku takut kamu yang akan jadi sasarannya, engga semua orang ada yang tau sama perbedaan kita, seenggaknya kalau kamu bisa bela diri aku engga begitu khawatir"


Tikha membuang nafasnya "iya aku ngerti ko, aku juga sempet mikir kaya gitu, Sha. Tapi maaf aku tetep engga mau, aku yakin daddy dan semuanya pasti bakal jagain kita dimana pun itu"


"Yaudah, aku harap kamu bisa jaga diri kamu baik-baik ya, Kha. Aku engga mau kalau kamu sampe terluka cuma karena kesalahan aku"


"Apa sih Sha, ko ngomongnya gitu? Lagian emangnya kamu mau kemana? Kita pasti akan sama-sama terus, yakin deh" ucapnya dengan memeluk tubuh Tisha.


"Yaudah aku mau ke taman belakang buat latihan" kata Tisha.


"Oke" Tisha memang selalu menyempatkan dirinya untuk latihan bela diri walaupun hanya sendiri tetapi itu tidak membuat Tisha malas untuk latihan.


***


"Sekarang lo mau gimana ke si Marsha, Gem?"


"Gue juga engga tau, Nik" jawab Gema dengan memijat dahinya karena merasa pusing dengan kelakuan sang temannya.


"Menurut gue sih ya, Gem. Lo harus bersikap tegas deh ke si Marsha"


"Gue udah pernah bilang ke si Marsha Nik, kalau apapun yang menyangkut gue jangan dia usik"


"Lo kaya engga tau si Marsha aja Gem. Lagian engga ada kali Gem, cewe yang suka sama cowo terus cowonya malah suka sama cewe lain engga dia gangguin, pasti bakal di gangguin"


"Iya bener tuh Gem apa yang dibilang sama si Reno. Untung gue kaga punya cewe, ribet ya ternyata"


"Iya bener" jawab Reno.


"Eh eh lo mau kemana Gem?" Tanya Reno dan juga Niko ketika melihat Gema pergi meninggalkan mereka berdua.


"Loh mau kemana kamu ka?" tanya sang bunda.


"Ke tempat temen bun, Gema pamit dulu ya bunda" izinnya.


"Hati-hati"


"Eh tante, Gemanya udah pergi ya tan?" tanya Niko yang mengejar Gema.


"Baru aja, tuh di depan mungkin. Kalian lagi marahan?"


"Engga ko tan, cuma emang Gemanya aja rada engga waras jadinya kita ditinggal deh" timpal Reno.


Bunda mengangguk "yaudah, tuh sana susul Gema nya"


"Oke bun, kami berdua pamit dulu ya bun"


"Iya hati-hati"


"Iya bun"


***


"Kenapa, Ga?" tanya Erlangga kepada Angga, sang asistennya.


"Kapan lo mau bergerak deketin Tisha, Lan?"


"Gue masih nyusun rencananya, kenapa?"


"Cewe lo engga aman!"


"Maksud lo?"

__ADS_1


"Gue baru dapet info tadi, kalau si Tisha abis di labrak sama cewe"


"Labrak?"


"Iya, untung aja engga sempet berantem, karena cowonya keburu dateng"


"Cowo siapa?"


"Tisha?"


Angga menggeleng "lebih tepatnya cowo yang suka sama Tisha"


"Gema maksudnya?"


Angga mengangguk "gue saranin, lo harus cepet bergerak, Lan. Karena yang suka sama Gema bukan cuma Marsha cewe yang tadi labrak Tisha, tapi ada juga Ayumi teman satu kelasnya Tisha"


"Emang pada brutal?"


"Engga akan ada cewe yang engga brutal kalau misalkan cowo yang dia pengen malah milih cewe lain"


"Ayo dong Erlangga Arayyan jangan bodoh soal cewe. Lo pinter masalah bisnis tapi masalah cewe malah bodoh"


"Gue yakin nih kalau Ivan ada di sini gue pastiin lo di maki-maki sama dia" lanjut Angga.


"Ga, lo tau kan gue itu belum pernah sama yang namanya menjalin hubungan"


"Heh Erlangga, gue engga nyaranin lo buat langsung jalin hubungan!"


Erlangga menaikkan satu alisnya karena merasa bingung dengan Sahabat nya ini "ck gue tau nih lo tetep engga paham apa yang gue omongin"


"Maksud gue, lo deketin dulu Tisha secara perlahan, lo yakinin dia kalau lo itu cowo dari masa lalunya, gue engga yakin kalau Tisha mau langsung terima elo kalau elo langsung nyatain perasaan lo gitu aja, lo udah tinggalin dia bertahun-tahun tanpa kabar terus tiba-tiba lo datang tanpa diundang udah kaya jelangkung ya pasti di tolak lah, Erlangga"


"Ngerti kan maksud gue bapak Erlangga Abbayy Arayyan yang terhormat" ketusnya.


Erlangga mengangguk "ko lo paham sama yang kaya beginian, Ga?"


"Gini gini juga gue paham sedikit banyaknya, belajar lah. Engga kaya lo"


"Iya iya sorry"


"Jadi gue harus gimana?" tanya Erlangga dengan polosnya.


Angga yang tadinya tersenyum berubah menjadi suram "Erlangga!" teriaknya.


***


Tok.. tok.. tok..


"Den Gema, aden cari non Marsha?"


"Iya bi, Marshanya ada?"


"Ada den, tunggu sebentar ya, bibi panggilkan dulu. Silahkan duduk den"


"Terimakasih ya bi"


"Iya den sama-sama. Bibi permisi dulu"


"Iya bi"


***


"Hay Gem, ada apa lo ke rumah gue?" tanya Marsha ketika sudah duduk di sofa ruang tamu.


"Ikut gue, Sha" ajak Gema kepada Marsha.

__ADS_1


__ADS_2