
"Sayang" panggil sang mommy kepada Erlan yang kini sudah di pindahka ke ruang rawat inap VVIP.
"Mom" panggilnya lagi.
"Jangan buat kami khawatir lagi nak"
"Maaf mom"
"Engga apa-apa, yang penting kamu sekarang sudah sadar"
"Dimana Kia, mom?" tanya Erlan.
"Aku disini kak" timpalnya.
"Hay sayang"
"Kakak" panggilnya sambil memeluk tubuh sangat kakak dengan pelan.
Hiks.. Hiks.. Hiks...
"Maaf" ucap Erlan.
"Aku takut... Takut kehilangan kakak"
Erlan tersenyum "kakak baik-baik saja sayang"
"Sudah jangan menangis, malu sama Ardan" ledeknya dan membuat Kia merajuk.
"Ish kakak, apa sih" katanya dan membuat semua orang yang berada di dalam ruangan rawat inap Erlan terkekeh.
"Kamu sudah baikan nak?" kini mommy Adin yang bersuara.
"Udah mom, makasih mom maaf merepotkan" katanya.
Mommy Adin tersenyum, "engga merepotkan sama sekali nak, seharusnya mommy yang berterima kasih kepadamu, karena kamu mau membuka matamu. Lihatlah anak mommy sudah seperti orang yang engga waras selalu menangisi kamu"
"Mommy" panggil Tisha dengan wajah yang di sembunyikan di balik punggung Tikha. Semua orang yang berada di ruangan tersebut pun tertawa melihatnya.
Erlan hanya tersenyum melihat itu, "bagaimana dengan Ivan?" tanyanya ketika dirinya baru menyadari bahwa Ivan lah yang tidak ada di dalam ruangan tersebut.
"Ivan baik-baik aja 'kan?" tanyanya lagi, pasalnya yang terakhir bersamanya sebelum kecelakaan itu adalah Ivan.
"Ssst... " mommy menyimpan satu telunjuknya di bibir manis milik Erlan.
"Ivan baik-baik aja nak, jangan terlalu memikirkan sahabatmu dulu, pikirkan terlebih dahulu kondisi mu" lanjut sangat mommy.
"Tapi bener 'kan mom kalau Ivan baik-baik aja?" tanyanya lagi.
Mommy mengangguk "iya sayang, Ivan baik-baik aja"
"Gue disini" terdengar suara yang sangat di kenal oleh Erlan si om tampan kata Zahra.
Semua melihat ke asal suara, terlihat Ivan yang sedang berdiri berdampingan dengan Angga, Erlan tersenyum melihatnya tetapi tidak dengan yang lain, mereka semua memasang wajah terkejut bukan main, karena kini yang berada di hadapannya seorang Ivan yang sehat wal afiat dengan menggunakan pakaian seperti biasa, kemeja yang di padupadankan dengan jas kantor, bukankah itu hal yang sangat aneh mengingat Ivan juga adalah seorang pasien di rumah sakit itu.
"Lo engga apa-apa 'kan, Van?" tanya Erlan tanpa curiga dengan tatapan semua orang yang berada di dalam ruangannya.
Ivan tersenyum dan melangkahkan kakinya untuk mendekat ke arah Erlan "gue baik Lan, santai. Sorry gue sama Angga baru kesini, ada urusan sebentar tadi" elaknya.
__ADS_1
"Santai bro. Gue liat lo baik-baik aja gue udah seneng"
"Gue sama Angga juga seneng banget liat lo udah sadar, gilaak banyak bangett yang sayang sama lo banyak yang nangisin lo, jadi iri gue" kekehnya.
"Bisa aja lo"
"Harus bisa jaga diri anjirr jangan kaya gitu lagi, kalian yaa baru berapa hari engga ada gue udah kecelakaan. Kayanya emang kalian itu engga bisa kalau engga ada gue" timpal Angga.
Ivan dan Erlan terkekeh dibuatnya "kita emang harus selalu bertiga kalau kemana-mana" kata Erlan.
"Eh tapi engga deh kayanya sekarang tuh, sekarang kita udah punya nyonya besar yang harus di jaga super ketat" kata Ivan.
"Ygy" timpal Sailendra yang membuat semua orang tertawa.
"Ih Tikha aku engga suka" bisik Tisha sambil mencubit pelan perut kembarannya.
Tikha terkekeh dibuatnya "apa sih Sha, bilang aja kalau kamu lagi dagdigdug"
"Ko tau sih"
"Ya kan aku ngerasain juga Sha, gimana sih"
"Iya juga ya" katanya sambil ikut terkekeh.
"Om ganteng" panggil Zahra yang membuat Tisha mendongakkan kepalanya.
"Iya cantik" jawab Erlan mampu membuat Tisha langsung memasang wajah sinis.
"Dia adik sepupumu sayang" kata Kalan yang paham dengan arti raut wajah sang adik.
"Dia adik kandung mu bang Ardan!" ketus Tisha dan mampu kembali membuat tertawa semuanya.
"Enggak ya"
"Malu malu tapi mau" skakmat Nathan.
Tisha hanya menggigit bibir bawahnya, "eh jangan di gigit dong nantinya berdarah" kata Erlan.
"OMG HELLO" teriak Zahra.
"Tolong butuh nafas buatan, sesek banget nih" lanjutnya lagi.
"Congormu ndok nafas buatan" timpal sang mami Fris.
"Hehehe mami" katanya sambil memberika cengiran khasnya.
"Hahaha" kembali membiat semua keluarga tertawa melihat kepolosan Zahra.
"Om ganteng, aku sedih tau pas om ganteng engga bangun-bangun" lanjut Zahra tak pantang menyerah.
"Om ganteng tau enggak, aku engga bisa tidur mikirin om ganteng"
"Lebay" timpal Tisha.
"Bodo" jawab Zahra sambil menjulurkan lidahnya.
"Om ganteng jangan kaya gitu lagi ya, akunya kasian kesepian engga ada om ganteng"
__ADS_1
Erlan tersenyum " ah om ganteng jangan senyum bikin hati ade dagdigdurser deh, masih pucet aja manis banget gimanaa kalau udah sehat, ah bikin klepek klepek" kata Zahra lagi.
"Slebeww" timpal Tisha.
"Udah ah ayok cari makan Ra, laper banget nih gua" timpal Nathan sambil. menarik tangan Zahra.
"Ih Nathan Zahra engga mau, Zahra mau sama om ganteng aja!"
"Jangan bangunin singa betina lagi tidur, Ra" nasehatnya dan membuat Zahra melihat ke arah Tisha sambil nyengir.
"Pis" katanya sambil mengangkat dua jarinya membentuk huruf V dan keluar dari ruangan tersebut bersama dengan Nathan.
Semua orang yang ada di dalam menggelengkan kepalanya "ada-ada aja anak mu Fris" kata mommy Adin.
"Keponakan mu mba" jawabnya sambil terkekeh.
"Adikku" timpal Ardan.
"Iya dia memang adikmu sayang" kata mami Fris.
"Udah udah, ayo biarkan Erlan istirahat. Kita keluar aja" ajak mommy Adin.
"Biarkan Tisha yang menemani Erlan" timpal mommy Erlan.
"Paling ngerti deh" celetuk Erlan membuat semua keluarga kembali terkekeh dan perlahan mulai meninggalkan ruang rawat inap Erlan menyisakan Tisha dan juga Erlan.
"Kamu istirahat aja engga apa-apa" ucap Erlan kepada Tisha ketika dirinya mendekat ke arah Erlan.
Tisha tersenyum "aku baik-baik aja ko"
"Kamu terlihat lelah, Sha" katanya sambil mengusap pipi Tisha lembut dengan tangan yang bebas dari Infus.
Tisha memejamkan matanya merasakan kenyamanan yang di dapat dari pria masa kecilnya, "aku baik, cukup melihat kamu sehat aku sudah jauh lebih baik, Abay"
"Maafin aku ya"
Tisha membuka matanya "kenapa?"
"Udah buat kamu khawatir sampai mata kamu bengkak"
"Bukan masalah besar untukku"
"Tapi itu masalah buat aku, Sha"
"Ssst.. udah engga usah di bahas lagi"
Erlan tersenyum "baiklah"
"Kamu berapa hari bolos sekolah?" tanya Erlan lagi.
"Satu minggu"
"Maaf"
"Bukan hari raya ini tuh, jangan minta maaf terus dong"
Erlan terkekeh dibuatnya "masih sama ya kaya dulu lucu"
__ADS_1
"Engga juga ah" katanya sambil malu-malu.