
"Apa ada masalah yang serius kak?" tanya Kia ketika sudah berada di dalam mobil bersama dengan sang kaka.
"Engga ada"
"Ko kakak tumben pulang?"
"Kamu engga kangen kakak? Kamu engga mau kakak pulang gitu maksudnya?"
"Bukan gitu kak maksudnya, kan biasanya kaka paling susah banget buat di suruh pulang, kakak kan gila kerja banget. Kalau bukan karena hal penting terus karena apa?"
"Kakak hanya butuh liburan aja, Ki"
"Bohong 'kan ya?" goda Kia.
"Engga dong, masa kakak bohong"
"Ah bilang aja kalau mau ketemu sama Tisha" tebaknya.
"Engga ah"
"Iyain aja kali ka" ucapnya sambil terkekeh.
"Lagian emang kakak harus cepet pepet sih, soalnya banyak banget yang deketin Tisha" lanjutnya lagi.
"Termasuk Gema" timpal Erlan.
"Loh?"
"Kenapa? Kaget ya kenapa kakak bisa tahu? Hem?"
Kia menepuk jidatnya "ah iya aku lupa, kalau kakak pasti akan tau semua tentang apapun itu"
Erlan tersenyum dan mengacak-acak rambut sang adik "anak pintar"
"Jadi kaka juga tau kalau.. " ucap Kia menggantungkan perkataannya.
"Hem ya, kakak tau kalau kamu juga sudah punya pacar" sambung Erlan.
Wajah Kia memerah karena malu "hem apa kakak setuju?"
"Selagi kamu bahagia, kakak setuju. Ardan baik ko orangnya dan dia dari keluarga Wijaya juga 'kan? Adik sepupu dari Tisha?"
Kia mengangguk-anggukan kepalanya "engga apa-apa kan ka?"
"No problem baby, selagi itu buat kamu bahagia. Tapi sedikit aja Ardan bikin kamu nangis kakak engga akan tinggal diam ya"
"Aaa.. Makasih banyak kakak ku sayang. Sayang deh sama kakak" peluk Kia kepada Erlan.
"Kakak juga sayang kamu" balasnya dengan mengecup lembut pucuk kepala Kia.
"Kia"
"Hem?"
"Apa yang tadi itu, Tisha?"
"Ah iya ka itu Tisha. Wanita yang selama ini kakak inginkan"
"Makin cantik aja ya, tapi tetep tomboy" kekehnya.
__ADS_1
"Emang dulu engga cantik ka?"
"Cantik dong, lucu, imut lagi"
"Cie cie cie gagal move on" goda Kia.
"Hahaha iya ini aduh ko kakak jadi gini ya"
"Ternyata kakak ku sukanya sama yang tomboy-tomboy ya. Padahal banyak yang bening-bening"
"Hati engga bisa di paksa Ki"
"Iya iya aku percaya kalau kakak emang cinta mati banget sama Tisha"
"Tisha asik ko ka, seru engga ngebosenin kalau di ajak ngobrolnya, cocok banget deh pokoknya sama kakak yang cuek" jelas Kia yang diakhiri dengan tertawa terbahak-bahak karena mengingat sang kakak yang selalu cuek jika sudah di hadapkan dengan wanita-wanita lain diluar sana.
Erlan ikut tertawa mendengarnya "bisa aja kamu Ki"
"Udah kamu istirahat gih ke kamar" ucap Erlan ketika sudah sampai di rumahnya.
"Oke, kakak juga jangan lupa istirahat ya, terimakasih udah jemput aku" ucapnya dan diangguki oleh Erlan.
"Mommy, daddy" panggil Kia ketika melihat kedua orang tuanya berada di ruang keluarga.
"Sayang, bagaimana acaranya lancar?" tanya sang mommy.
"Lancar mom"
"Udah-udah, kamu istirahat dulu pasti sangat lelah" timpal sang daddy.
"Oke dad. Mom dad, Kia istirahat dulu ya, mom and dad juga jangan lupa untuk istirahat. Selamat malam, love you" pamitnya dengan diakhiri kecupan singkat yang di layangkan oleh Kia kepada kedua orang tuanya.
"Malam sayang" jawab mommy.
***
"Yes prince" jawab keduanya.
Kalan tersenyum mendengarnya, karena memang terkadang twince akan memanggil Kalan dengan sebutan prince jika Kalan memanggilnya dengan sebutan Queen "besok malam, kakak sudah membuat acara kecil-kecilan untuk Ardan dan juga Kia"
"Acara apa tuh ka?" tanya Tikha.
"Barbeque aja, di halaman belakang rumah kita"
"Oke" jawab keduanya.
"Apa semuanya sudah siap ka?" tanya Tisha.
"Kaka sudah menyuruh om Nicholas"
"Baiklah, kalau udah bawa nama om Nicholas pasti semua urusan beres" kekeh Tisha.
Tikha ikut terkekeh di buatnya "iya bener, gerecep ya bun"
"Hahaha"
"Eh iya ka, apa ka Ardan udah tau, ka?"
"Belum, besok aja di kasih taunya. Sekalian biar dia jemput Kia" jelasnya dan diangguki oleh keduanya.
__ADS_1
"Terus kaka kapan punya pacarnya?" tanya Tikha.
Kalan yang mendengar pertanyaan dari sang adik tersenyum "cukup kalian, mommy and daddy kakak udah bahagia twince, apalagi udah ada Nathan itu cukup buat kaka bahagia"
"Tapi ka suatu saat nanti kami berdua akan memiliki pasangan kami masing-masing, kaka juga harus punya pasangan biar nanti kaka ada yang mengurus"
"Akan kaka pikirkan nanti, queen"
"Baiklah, kami sayang kakak" ucap twince.
"Kakak lebih sayang kalian, twince"
Pak furkon yang melihat ketiga tuan dan nona mudanya begitu akur tersenyum "begitu damai dan indah melihat mereka saling menyayangi, andai ketiga anak-anakku juga seperti ini, pasti aku dan almarhumah istriku ikut bahagia melihatnya. Bu maafkan bapak yang tidak bisa merawat anak-anak kita dengan baik"
"Kakak tidak tahu kapan akan bisa membuka hati kaka, twince. Nama Viona masih terpatri di hati kaka sampai saat ini" gumam Kalan.
***
"Selamat pagi mom, daddy dan Nathan" ucap twince ketika melihat ketiganya sudah berada di meja makan.
"Pagi sayang" jawab daddy dan mommy.
"Pagi ka twince" jawab Nathan.
"Ganteng banget sih kamu" ucap Tikha sambil mencubit pipi Nathan.
"Ashh.. Sakit banget nih pipi" gerutu Nathan kepada Tikha sambil mengusap-usap pipinya yang tadi sempat di cubit oleh Tikha. Tikha dan Tisha terkekeh di buatnya dan pasutri yang melihat kelakuan anak-anaknya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"Twince, Kalan belum bangun?" tanya sang mommy sambil mengambil sarapan untuk sang suami tercintanya.
"Kayanya belum mom, biar Tisha yang bangunkan" Mom Adin menganggukkan kepalanya dan Tisha berjalan menuju kamar sang kakak.
***
Tok... Tok.. Tok..
"Kakak" panggil Tisha di depan pintu kamar Kalan.
"Kak" panggilnya lagi tapi tetap tak ada sahutan dari dalam.
Tisha memberanikan dirinya untuk membuka pintu sang kakak "kak" Panggilnya lagi dengan kepala yang sudah menilik seluruh kamar sang kaka.
Perlahan tapi pasti Tisha masuk ke dalam kamar sang kakak "haish masih tidur ternyata" ucapnya ketika melihat Kalan masih bergulung dengan selimutnya.
"Kak bangun"
"Kak ayolah bangun, aku udah laper"
"Hem"
"Ka bangun"
Kalan mulai mengerjapkan matanya ketika merasa ada yang menggoyangkan tubuhnya dan suara rengekan dari sang adik "iya iya kakak bangun"
"Nah gitu dong"
"Maaf kakak telat bangun"
Tisha mengangguk "engga apa-apa ka. Tapi cepet bangun dong, aku udah laper nih"
__ADS_1
"Iya iya. Yaudah kamu tunggu di meja makan aja nanti kakak nyusul, tunggu 5 menit Oke"
"Oke ka" Tisha keluar dari kamar sang kakak dan Kalan beranjak dari tidurnya menuju kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya.