Twince LA

Twince LA
Uxio dan Ivan


__ADS_3

"Ka Ivan" panggil Uxio ketika sudah sampai di kantin rumah sakit.


"Eh lo Xio"


"Iya ka"


"Duduk Xi, lo mau pesen apa?" tanya Ivan.


"Samain aja sama kakak" jawabnya dan diangguki oleh Ivan, Ivan pun memesankan minuman untuk Uxio sama seperti miliknya.


"Kak langsung ke intinya aja ya, kakak ada apa manggil Xio kesini? Terus siapa yang sakit? Kakak?" tanya Uxio kepada Ivan.


Ivan menggelengkan kepalanya, Uxio yang melihat itu pun mengerutkan keningnya, "Devan yang sakit" jawab Ivan yang mengerti arti dari raut wajah Uxio itu.


Uxio membulatkan matanya, "apa yang terjadi sama kak Devan, kak?"


"Habis di hajar sama Dafa"


"Ko bisa?"


"Itu yang mau kakak tanyain ke kamu, Xio. Selama di perusahaan bagaimana dengan mereka berdua?"


"Selama di perusahaan memang mereka banyak bertengkar sih kak"


"Tapi kak Dafa jarang ada di perusahaan, yang lebih sering ada di perusahaan itu kak Devan" lanjutnya lagi.


"Dafa jarang ke kantor?" tanya Ivan dengan raut wajah yang memendam amarah.


Uxio mengangguk, "iya, kak Dafa jarang ada di kantor"


"Terus bagaimana dengan Devan ketika mereka bertengkar?"


"Ya seperti yang kakak tau, kak Devan pasti diem aja, walaupun kak Dafa udah marah besar"


"Eh tunggu dulu deh kak" lanjut Uxio lagi.


"Kenapa?" tanya Ivan sambil mengangkat satu tangannya.


"Sekarang jam berapa kak?"


Ivan pun melihat jam tangannya, "jam 3 sore" jawabnya.


Uxio menepuk jidatnya, "kak Dafa 'kan mau dateng ke SMA SATYA kak, mau ketemu sama cewe"


"Eh apa jangan-jangan kak Devan masuk rumah sakit karena itu, kak?" tebak Uxio yang baru saja tersadar dengan kondisi saat ini.


"Di... Dimana Xio?" tanya Ivan tergagap ketika mendengar penjelasan dari Uxio.


"SMA SATYA kak"


"Nama cewenya kamu inget?"


"Sebentar kak" kata Uxio sambil mengingat nama yang di sebutkan oleh Dafa tadi ketika berada di kantor.


"Semoga tebakanku salah" gumam Ivan di dalam hati.


"Ti..... Ti.... Siapa ya kak lupa" katanya.


"Tisha? Tikha?"


"Ah itu Tikha kak"


Deg... Jantung Ivan seakan mau lepas dari asalnya ketika salah satu nama yang disebutkannya tadi benar.

__ADS_1


"Astaga" katanya sambil memijat pelipisnya pelan.


"Kenapa kak?"


"Kamu tau SMA SATYA?" tanya balik Ivan.


"Engga" jawab Uxio polos.


"Sekolah milik keluarga Wijaya, kamu tau keluarga Wijaya?"


Uxio membulatkan matanya ketika mendengar pernyataan dari Ivan "hah?"


"Waduh mati gue, itu kan keluarganya si bos" gumam Uxio dengan wajah yang sudah pucat karena penjelasan dari Ivan bahwa itu sekolah milik keluarga Wijaya.


Memang selama Sailendra berteman dan membuat sebuah geng, baik anggota inti maupun anggota lainnya tidak mencari tahu siapa itu Sailendra, mereka hanya tau Sailendra adalah salah satu anggota dari keluarga Wijaya, tetapi mereka tidak tahu satu persatu tentang Wijaya baik keluarga maupun kekayaannya, karena kekayaan keluarga Wijaya, tidak semua memakai nama Wijaya, sama seperti sekolah SMA SATYA yang tidak memakai nama Wijaya melainkan memakai nama dari mommy Adin, Nadin Prastya Anggraeni.


"Semoga deh bukan salah satu anggota inti keluarga Wijaya" gumamnya lagi.


"Minum dulu deh biar kamu engga begitu kaget" kata Ivan lagi.


Uxio menuruti apa yang dikatakan oleh Ivan, "kakak yang bener itu sekolah keluarga Wijaya?" tanya Uxio lagi.


Ivan mengangguk, "iya, itu sekolah milik keluarga Wijaya, nama yang kamu dan aku sebutkan tadi itu adalah anak dari tuan Ardi Wijaya"


Byur....


Uxio menyemburkan air yang ada di mulutnya, karena dia baru saja kembali meminum jus jeruk miliknya.


"Mampus" umpat nya dalam hati.


"Lo kenapa, Xio?" tanya Ivan yang melihat keterkejutan dari Uxio yang untungnya tidak terkena dirinya.


"Engga apa-apa kak"


Uxio mengangguk dengan mantap, "kakak tau dari mana kalau Tikha sama Tisha itu anak dari tuan Ardi Wijaya"


"Karena Tisha itu adalah cewenya Erlangga sahabat gue yang ada di London"


"Jangan bilang dia itu yang lagi di jaga ketat sama si Sailendra?"


"Oh pantes kakak tau"


"Terus gue harus gimana, Xio? Gue bakal berhadapan sama keluarga Wijaya dan Erlangga"


Udio menghembuskan nafasnya kasar, "sama kak gue juga harus gimana bersikap sama si bos Lendra? Di satu sisi Dafa saudara gue, di satu sisi Lendra bos terbaik yang pernah gue temuin. Tapi kalau ketemu musuh abis kena babat pastinya" keluh Uxio dalam hati.


"Jelasin aja kayanya kak secara perlahan"


"Jelasin?"


"Iya, tapi pertama kakak harus tanya dulu motif apa Kak Dafa datang ke SMA SATYA tadi"


Ivan mengangguk, "gue pasti bakal ngomong ke si Dafa tentang ini setelah gue tau keadaan Devan"


"Iya" jawab Uxio sambil menganggukkan kepalanya.


...****************...


"Ara" panggil Reysha yang berada di motor Ardan.


"Kak Ey" teriak Zahra ketika melihat Reysha dan juga Ardan.


"Ayo pulang, kamu mau sama ka Ardan atau?" tanya Reysha yang belum selesai tetapi Zahra sudah memotongnya karena ada yang menarik perhatiannya.

__ADS_1


"Kakak ganteng" teriak Ara kepada Gema ketika melihat ada Gema di barisan paling belakang setelah Sailendra yang baru saja sampai.


Sepertinya Zahra melupakan ucapan Sailendra malam itu.


"Hay" sapanya dalam helm fullface ketika melihat Zahra menghampiri dirinya.


"Aku mau pulang sama kakak ganteng aja" teriaknya kepada para kakak dan kakak sepupunya.


"Boleh 'kan?" tanyanya lagi.


"Boleh" jawab Reysha.


"Boleh" timpal Gema.


"Asik" senang Zahra.


Zahra pun naik motor bersama dengan Gema.


"Nih jaket gue" kata Gema sambil. menyodorkan jaketnya kepada Zahra.


"Buat apa kak?" tanya Zahra kepada Gema.


"Kaki lo" katanya.


Zahra yang mengerti pun tersenyum, "makasih kakak ganteng" ucapnya dan hanya dianggukki oleh Gema.


"Lo di depan, gue jagain kalian dari belakang" ucap Sailendra kepada Gema.


"Oke" jawab Gema dengan menganggukkan kepalanya.


Kini di depan sudah ada Ardan bersama dengan Reysha, Miko bersama dengan Nathan, Gema bersama dengan Zahra dan Sailendra bersama dengan motornya.


"Kakak Ganteng sengaja jemput aku?" tanya Zahra kepada Gema.


Gema mengangguk "iya, soalnya mau ke rumahnya Kalan"


"Hah? Ngapain kak?"


"Kurang tau, soalnya di suruh sama om Ardi"


"Oh" kata Zahra sambil mengangguk-anggukan kepalanya.


...****************...


"Nenek, kakek kami pamit pulang dulu ya" kata Kalan kepada nenek dan kakeknya.


"Engga nginep aja?" tanya Nenek.


"Engga nek, besok kita sekolah lagi" jawab Tisha.


"Kakek dan nenek ikut kita aja yuk ke Jakarta" aja Tisha.


"Nanti aja kakek sama nenek main kesana ya" jawab Kakek.


"Janji ya"


"Iya"


"Yaudah kalian hati-hati di jalannya ya, kalau udah sampai rumah hubungi kami" kata nenek.


"Iya nek, Assalamualaikum nek, kakek"


"Waalaikum sallam" jawab nenek dan kakek. Kalan dan Tisha pun pergi meninggalkan rumah kakek dan neneknya, untuk membiayai ke rumah utama Wijaya.

__ADS_1


__ADS_2