Twince LA

Twince LA
Pertandingan Bola Basket 3


__ADS_3

"Tisha Tisha Tisha Tisha" teriak Sailendra dan juga Agas.


"Gue dong teriakin" teriak Reysha.


"Reysha Reysha Reysha" teriak Agas dan Reysha pun tersenyum sambil bertepuk tangan dan tak lama mengacungkan jempolnya.


"Dih" kata Sailendra yang mendengar teriakan Agas.


"Lah kenapa?"


"Engga salah lo teriakin si Ey?"


"Kan si Ey yang minta"


"Iya juga, yaudah lanjutkan" katanya dan diangguki oleh Agas.


"Sai" panggil Agas.


"Apaan?" tanya Sailendra ngegas.


"Lo ngerasa engga sih, kalau kita berdua doang yang paling heboh, anak. cewenya cuma gengnya si nenek lampir doang yang heboh"


"Bodo amat deh, yang penting baby Tisha menang" ucap Sailendra.


"Iya deh" kata Agas dan kembali menyemangati Reysha.


"Masuk" teriak Ardan ketika Rea memasuki bola basket ke ring lawan.


"Anjaaay Reaaa doaaang emang" teriak Ardan dengan tepuk tangan yang sangat ramai itu.


Rea memberikan kiss jauh kepada kelasnya, "ayo dong lebih keras lagi suaranya" teriak Rea dan Ardan bersama Miko pun mengeraskan suaranya.


"Ajibbb" kata Rea sambil mengacungkan jempolnya.


"Perasaan gue ko ini anak cewe mainnya lama amat ya" celetuk Reno yang memang sejak tadi menyaksikan permainan apik antara kelas X dan kelas XII.


"Ya karena seru mangkang lo ngerasa lama, Ren" timpal Niko yang mendengar ucapan Reno.


"El El El" teriak Rendra yang memang sengaja agar Elvana ada yang menyemangati.


Lihatlah wajah Elvana kini sudah memerah seperti tomat karena merasa tersipu dengan teriakan si tampan Rendra, "abis ini lo harus di introgasi, El" kata Reysha yang mendengar teriakan dari Rendra.


"Siap ndoro" jawab Elvana sambil terkekeh.


"Rea bantai Re" teriak Miko kepada Rea.


"Tisha woy yang bakal bantai, bukan Rea!" timpal Sailendra yang mendengar teriakan dari Miko.


"XII lah yang menang, engga bisa kelas X" timpal Ardan.


"Kita liat coy, skor juga beda 10 sama kelas gue!" timpal Sailendra lagi dengan memberikan jempol yang menghadap ke bawah.

__ADS_1


"Rea bantai Re, jangan mau kalah sama kelas XII, inget abang cilok udah nunggu di depan!" teriak Ardan.


"Berisik anjir" ucap Tisha dan juga Rea secara bersamaan.


"Santai mbae" ucap Sailendra dan juga Ardan secara bersamaan, membuat gelak tawa secara bersamaan.


...****************...


"Kakak masih ganteng engga sih, Ki?" bisik Erlangga kepada sang adik yang berada di sisi kanannya.


Kia mengerutkan keningnya ketika mendengar pertanyaan dari sang kaka, Kia melihat ke arah sang kakak dari atas kepala sampai ujung kaki, yang dimana kini sang kakak sedang memakai kaos polos berwarna navy dan celana pendek berwarna putih serta sneakers berwarna sama dengan celana pendeknya dan tak lupa kaca mata hitam yang sudah bertengger di wajahnya.


"Kakak masih ganteng ko, engga kaya om om, jadi kaya anak ABG lagi, di tambah rambutnya sekarang engga kaya dulu yang rapih, kalah sekarang tuh lebih ke arah bad boy gitu deh" jelas Kia yang memang sangat tahu perbedaan dari sang kakaknya itu.


"Akan ku lakukan apapun demi mendapatkan hati nona pujaan, nona muda" ledek Angga kepada Erlangga, yang memang Angga sangat tahu perubahan penampilan dari Erlangga ini.


Kia yang mendengarnya pun terkekeh sambil. menggelengkan kepalanya, "demi Tisha toh" tebaknya.


Lihatlah kini wajah Erlangga sudah memerah karena malu, Angga dan Kia yang melihat itupun terkekeh.


Bruk...


"Ash sorry nona" ucap Angga yang menabrak seseorang wanita.


"Angga, kalau jalan liat-liat, bisa?" tanya Erlangga.


"Iya maaf tuan muda" katanya sambil membantu wanita itu mengambil tasnya.


"Wina?" celetuk Angga yang memang mengetahui siapa wanita yang ia tabrak kali ini.


Wina pun melihat ke sebelah Angga yang sudah ada Erlangga dan juga Kia, "Erlangga? Erasma?" tanyanya lagi kepada keduanya.


"Eh ka Wina apa kabar?" sapa Erasma sambil tersenyum.


"Baik"


"Kenapa Erlangga makin ganteng kalau stylenya berubah begini? Kan aku jadi nyesel udah tinggalin dia" gumam Wina yang terpukau melihat ketampanan Erlangga.


"Kak" panggil Erasma dengan mengibas-ngibaskan tanganya di depan wajah Wina.


Seakan tersadar Wina pun langsungnya melihat ke arah Kia, "eh iya Er, kenapa?" tanyanya dengan gelagapan karena ketahuan sedang memperhatikan Erlangga.


"Kakak mau kemana? Maaf kak kita harus buru-buru karena sudah di tunggu"


"Mau ke Australi Er, oh iya silahkan, hati-hati di jalan" kata Wina dengan senyum manisnya.


Erasma pun menganggukkan kepalanya dan pergi meninggalkan Wina yang masih menatap punggung Erlangga dengan seksama.


"Engga sia-sia kalau selama ini gue masih sering cari tau tentang Erlangga walaupun sulit" monolog Wina.


"Bisa kan ya gue balik lagi sama dia" lanjutnya dan kembali berjalan untuk memasuki pesawat.

__ADS_1


"Pasti bisa dong" semangatnya dalam hati.


...****************...


"Seneng banget kayanya ketemu mantan" ledek Erasma kepada sang kakak.


"Biasa aja tuh" jawabnya dengan nada cuek.


"Ah gitu-gitu juga mantan kakak 'kan?"


"Iya itu mantan kakak, cuma dia doang"


"Widih, teristimewa dong ya?"


"Mantan itu engga ada yang istimewa Ki, kalau dia istimewa kenapa harus jadi mantan?"


"Lah iya juga ya"


"Udah ayo masuk mobil, kakak udah harus jemput Tisha nih"


"Hah?"


"Hah heh hoh"


"Jemput Tisha? Emang kakak engga cape?"


Baru saja Erlangga akan menjawab pertanyaan dari sang adik, tetapi suara Angga sudah terlebih dahulu terdengar "engga akan ada kata cape kalau untuk princess seorang"


"Angga" panggil Erlangga mampu membuat si empunya menunduk karena bersalah.


Kia yang melihat interaksi dari keduanya pun tertawa terbahak-bahak. Seru sepertinya jika sudah berkumpul seperti ini.


Jangan tanyakan dimana kedua orang tua Erlangga dan Kia ya, karena mereka berada di mobil yang berbeda, orang tua Erlangga dan Kia berada di mobil pertama sedangkan Kia, Erlangga dan Angga berada di mobil kedua.


"Kakak stylenya kaya gini jemput Tisha?" tanya Kia ketika sudah di dalam perjalanan.


Erlangga mengangguk, "iya dong"


"Bukannya Tisha yang kesemsem malah yang lainnya yang terperangah melihat ketampanan kakakku ini"


"Engga apa-apa dong, berarti kan kakak masih cocok jadi anak SMA" pedenya.


"Dih" kata Kia sambil menatap jiji ke arah sang kakak.


Angga terkekeh dibuatnya, inilah yang sangat di sukai oleh Angga, keakraban dari keluarga Erlan yang tak bisa di pisahkan, dan tak ada duanya.


"Kamu engga mau ketemu sama Ardan, Ki?" tanya Erlangga tiba-tiba.


"Mau dong, tapi nanti aja deh aku nya masih cape banget kak, lagian kan besok aku juga udah masuk sekolah lagi"


Erlangga mengangguk, "oke deh"

__ADS_1


"Inget ya kak, kakak engga boleh cape-cape"


"Siap girl" jawab Erlangga dan Kia pun tersenyum sambil menyandarkan kepalanya ke bahu Erlangga untuk tidur sebentar.


__ADS_2