Twince LA

Twince LA
Puncak Memiliki Kenangan Untuk Ardan dan Erasma


__ADS_3

"Selesai" senang Tikha dan kawan-kawan yang mendekor untuk acara Ardan yang akan mengungkapkan perasaannya kepada Erasma.


"Udah yuk kita siap-siap, bentar lagi waktunya" ajak Reysha dan diangguki oleh Tikha dan juga Tisha.


***


Terlihat pria tampan memakai kemeja berwarna navy dengan tangan yang sudah di lipat sampai siku dengan di padupadankan dengan celana panjang berwarna hitam dan jam tangan mahal yang sudah bertengger di tangan sebelah kiri dan tak lupa kacamata hitam yang ikut bertengger di wajahnya dan memasukan satu tangannya ke dalam saku celana sebelah kiri, begitu cool mnya pria ini.


"Kayanya emang damage lo itu bukan main ya, Erlan" bisik Angga yang berada di samping Erlan.


Erlan pun tersenyum tipis menambah kesan tampannya seorang Erlan, banyak wanita yang meleleh dengan senyum Erlan "tetap si tomboy yang ada di hati gue, Ga" balasnya.


"Gue percaya"


***


"Kita ke rumah utama dulu"


"Baik tuan muda" jawab supir pribadi milik Erlan.


"Akhirnya aku kembali lagi ke Jakarta, setelah bertahun-tahun aku tidak kembali" monolog Erlan dalam hati, karena memang setelah lulus SD, Erlan langsung terbang ke London dan tidak pernah kembali ke Jakarta, begitu pun ketika kedua orang tua dan adiknya kembali ke Jakarta pun Erlan tidak sempat ikut mengantar ke Jakarta, hanya mampu mengantarkan sampai Bandara saja, karena pekerjaan yang sudah menumpuk di perusahaan miliknya.


Sekarang demi pujaan hatinya, Erlan rela terbang kembali ke Jakarta dengan memakan waktu berjam-jam dalam perjalanan dan meninggalkan banyak pekerjaan di kantornya, hanya demi si tomboy dari keluarga Wijaya Latisha Elenora Prasetya Wijaya.


"Emang bener-bener beruntung yang dapetin, Erlan" gumam Angga dalam hati ketika melihat Erlan yang menatap keluar jendela sambil tersenyum tipis.


***


Setelah penutupan acara MOS SMA SATYA 5 menit yang lalu, kini siswa dan siswi yang lain sedang bersiap bersembunyi di balik pohon dan tenda yang berada di dekat tempat Ardan yang akan menyatakan cintanya kepada Erasma.


"Kita, sembunyi dimana ini?" tanya Reysha kepada si kembar.


"Di balik pohon itu aja" tunjuk Tisha.


"Yaudah ayo" timpal Tikha dan mereka pun berlari untuk segera bersembunyi di pohon tersebut. Begitu pun dengan siswa siswi yang lain yang sudah bersiap dan sudah memegang ponselnya masing-masing untuk merekam hal yang langka menurut mereka.

__ADS_1


Ardan pun sudah siap dengan setangkai bunga yang sudah di rancang oleh Tisha dan juga Tikha dengan bunga seadanya yang mereka temukan di sekitar.


"Ko gue degdegan ya" adunya kepada Kalan dan juga Miko.


"Wajar, lo kan mau mengungkapkan rasa, wajar aja kalau lo kaya gini. Tapi jangan sampai membuat lo jadi salah bicara" nasehat Kalan.


Ardan pun menganggukkan kepalanya "thanks"


"Udah, lo diem di sini, kita sembunyi dulu. Si Rea lagi ajak Kia kesini" timpal Miko dan diangguki oleh Ardan.


***


"Kia" panggil Rea yang sudah rapih dengan celana jeans dan baju kaos yang di tutupi dengan hoodie berwarna lilac yang tidak begitu mencolok, membuat Rea menjadi wanita yang anggun.


"Iya, Re" jawab Kia.


"Ayo kita jalan-jalan"


"Ayo" jawab Kia sambil keluar dari tendanya.


Kia yang memakai celana jeans dan baju kaos pendek dengan di padupadankan dengan kemeja panjang yang tak di kancing dengan sepatu cats berwarna putih membuat Erasma semakin terlihat cantik dan bersinar saja.


"Cocok nih buat acara hari ini" gumam Rea sambil tersenyum.


"Hey ko malah melamun, ayo katanya mau jalan-jalan"


"Eh hehe ayo" kini Rea dan Kia pun berjalan-jalan, dan Rea mengajak Kia menuju tempat yang sudah di tentukan sambil mengajak Kia mengobrol.


***


"Wah, cantik banget tempat ini" puji Kia ketika melihat tempat yang sudah selesai di dekor oleh Kalan and the geng.


Rea pun tersenyum "Ki, gue tinggal dulu ya sebentar, lo disini dulu aja, ada yang ketinggalan di tenda, gue mau ambil dulu" alasan Rea.


"Oke, tapi jangan lama-lama ya, Re"

__ADS_1


"Sip" ucap Rea dengan mengangkat jempolnya ke udara dan meninggalkan Kia sendiri di tempat itu.


Kia berjalan perlahan menyusuri tempat yang sangat indah menurutnya, semakin dalam Kia berjalan tak lama terdengar alunan lagu Beautifull In White - Shane Filan, yang di putar dari salah satu ponsel, yang ternyata memang Kalan sengaja memutarkan lagu tersebut tanpa persetujuan dari siapapun, karena memang ini sudah di rencanakan sendiri oleh Kalan demi memperlancar pengungkapan rasa cinta yang dimiliki oleh Ardan kepada Erasma.


Erasma terdiam ketika mendengar lagu yang sangat di sukainya, dimana Erasma selalu berharap ketika ada seseorang yang akan menjadi pendamping hidupnya pria tersebut akan memutar lagu ini sebagai pendukungnya.


Erasma baru tersadar ketika melihat jam tangan yang ada di pergelangan tanganya, sudah lama Rea meninggalkan dirinya yang tak kunjung kembali, dan Erasma kembali di buat terkejut ketika melihat di depannya sudah ada pria yang sedang berdiri di hadapannya dengan memegang satu tangkai bunga yang sangat indah.


"Ardan" ucap Erasma dengan kening yang berkerut.


"Ada apa ini?" tanyanya dalam hati.


Erasma diam saja di tempat ketika Ardan perlahan maju mendekat ke arahnya dengan senyum yang tak pernah luntur di wajahnya.


Deg deg deg deg deg...


"Ko jantung gue jadi engga karuan gini ya?" *gu*mam Erasma dalam hati sambil komat kamit karena gugup.


"Ki" panggil Ardan yang tak kalah gugup dari Erasma, tangannya pun sudah dingin sejak tadi.


"Iy... Iya, Dan?" jawab Erasma dan Ardan pun langsung mengubah posisinya menjadi berlutut dengan mengedepankan setangkai bunga yang sudah di rancang sedemikian rupa. Begitupun siswa dan siswi yang sudah bersembunyi bersiap dengan ponselnya masing-masing untuk merekam momen langka ini.


Ardan berusaha menetralkan rasa gugupnya "Ki, mungkin ini terlalu cepat untuk di ungkapkan. Tapi, rasa ini sudah tidak bisa ku simpan lebih lama lagi, aku engga sanggup kalau harus selalu melihatmu bersama dengan pria lain, Ki. Rasa ini ku pendam sejak kelas 2 SMA, aku mencintaimu tanpa sebab dan tanpa alasan yang jelas, karena aku mencintaimu tanpa syarat dan tanpa kelebihan mu, aku memang pria konyol dan pria yang akan selalu membuat orang lain darah tinggi bila bersamaku, tapi pria konyol ini menyukai dan mencintaimu Kia, wanita lemah lembut yang selalu tersenyum dan tak pernah marah kepada siapa pun, Erasma Adzkia Arayyan, apakah kamu mau menerimaku, Ardan Farijal Putra sebagai kekasih mu?"


"Ka Ardan sosweet banget" ucap Elvana kepada Reysha dan juga si kembar.


"Iya bener, jadi pengen" jawab Reysha. Begitupun dengan siswi yang lain, yang merasa iri dengan apa yang dilakukan oleh Ardan kepada Kia.


Erasma tak kuasa menahan air matanya atas ungkapan rasa yang dibungkapkan oleh Ardan yang begitu sangat manis menurutnya, karena memang Ardan adalah pria pertama bagi Kia.


"Ardan, aku menghargai rasa mu, rasa yang tulus kamu berikan kepada ku, dan aku pun mencintaimu tanpa syarat, aku menerimamu, menerima cintamu dan menerima sifat konyol mu" jawab Erasma dan mengambil bunga yang ada di genggaman Ardan.


Ardan melongo dengan jawaban Erasma seakan lupa dengan lingkungan sekitar, Ardan langsung memeluk tubuh Erasma.


"Cie.... " seakan baru tersadar bahwa banyak pasang mata yang melihat mereka berdua, akhirnya Ardan melepaskan pelukannya dan lihatlah wajah keduanya sudah memerah karena malu.

__ADS_1


__ADS_2