
"Viona!" teriak Gema dan bangun dari tidurnya.
"Lo kenapa Gem?" tanya Reno kepada Gema yang mendengar teriakan itu.
Gema melihat ke arah Reno "engga!" tegas Gema.
Rena menganggukkan kepalanya dan kembali ke tempatnya. Jika Gema sudah berkata dengan tegas itu tandanya tidak ada bantahan lagi, kalau katanya "engga" ya berarti "engga" Gema tidak ingin di ganggu gugat jika sudah seperti itu.
"Kenapa kamu dateng ke mimpiku begitu menakutkan sekali, Vi" monolognya dengan tangan yang bertumpu pada lututnya dan memijat pelipisnya pelan.
***
Ckiit... Motor sport sudah berhenti di pelantara rumah besar milik Tisha. Tisha mengerutkan keningnya "loh kenapa kita ke rumah, gue?" tanyanya sambil turun dari motor miliknya.
"Katanya buru-buru udah di tunggu, yaudah aku anter kamu ke rumah kamu" jawab Erlan.
"Yaiya sih, tapi kenapa engga ke rumah om aja dulu, ini malah bikin tambah masalah besar aja"
Erlan menaikkan satu alisnya setelah mendengar apa yang di katakan oleh Tisha "masalah? Masalah apa?"
"Ck, udahlah gue mau masuk" ucap Tisha meninggalkan Erlan sendiri.
Erlan yang di tinggal oleh Tisha hanya celingak celinguk melihat sekeliling rumah besar dengan beberapa mobil yang sudah terparkir rapih di parkiran rumah besar utama keluarga Wijaya "ck ternyata beneran orang kaya cewe yang gue incer" gumam Erlan dengan menggelengkan kepalanya.
Erlan mengeluarkan ponselnya untuk mengirimkan pesan kepada Angga untuk menjemputnya di rumah Tisha tak lupa ia juga mengirimkan share lock agar Angga tidak ke sasar.
Erlan melangkahkan kakinya untuk masuk ke rumah utama keluarga Wijaya. Erlan yakin pasti Tisha akan membutuhkan pertolongannya dari beberapa pertanyaan yang akan keluar dari keluarga besar Wijaya, maka dari itu Erlan memutuskan untuk ikut masuk ke dalam rumah besar keluarga Wijaya.
***
"Assalamualaikum" sapa Tisha ketika sudah sampai di ruang keluarga yang dimana kini sudah hampir semua berkumpul tinggal menunggu Ardan dan juga Kia.
Mereka yang sedang asik mengobrol melihat ke arah Tisha yang sedang menetralkan nafasnya "Wa'alaikumussalam" jawab keluarganya secara bersamaan.
"Ini dia nih pemeran utama kita" celetuk Reyka dengan keras sementara Tisha bersalaman kepada seluruh keluarganya dengan masih dalam mode cueknya.
"Kemana aja nih pemeran utama baru nongol?" timpal Sailendra.
"Mendengar pertanyaan dari Sailendra Tisha mendelik tajam "uuuh serem" ledek Sailendra dengan diiringi kekehan kecil.
"Duduk disini sayang" titah sang mommy dan Tisha menganggukkan kepalanya.
"Kok kamu sendiri sih, Sha?" kini Andrea yang bertanya.
"Emangnya aku harus sama sia..." tanya balik Tisha dengan masih menggantungkan pertanyaannya karena ada suara laki-laki yang mengucapkan salam.
"Assalamualaikum semua" salam pria tampan dan gagahnya, dia adalah Erlan. Pria yang tidak di harapkan kedatangannya oleh Tisha.
__ADS_1
"Wuaaah ganteng banget" celetuk Reysha ketika melihat Erlan yang memang masih terlihat sangat ganteng.
Tisha membulatkan matanya ketika melihat Erlan yang malah ikut masuk bersama dengannya "lah om kenapa ikut masuk sih?" cerocos Tisha.
Erlan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, karena Erlan juga tidak tau kenapa dia malah ikut masuk ke dalam rumah utama, engga mungkin 'kan kalau dirinya berkata jujur bahwa dirinya meyakini Tisha akan membutuhkan pertolongannya.
"Om?" celetuk Zahra.
Erlan semakin dibuat malu dengan apa yang di katakan oleh Zahra.
"Iya, dia om" jawab Tisha
"Eh engga boleh gitu dong. Sini nak duduk bareng sama kita" ajak sang mommy dengan mempersilahkan Erlan untuk duduk.
"Baik tante, terimakasih" jawab Erlan dengan penuh kesopanan.
"Ish ko di suruh duduk si mom" celetuk Tisha ketika melihat Erlan yang akan duduk di kursi tunggal.
"Husst engga boleh gitu sayang, itu tamu" ucap sang mommy melerai.
"Ck"
"Bilang aja kalau kamu malu" kini sang kembarannya lah yang meledek Tisha.
"Ish Tikha apaan sih" ketus Tisha.
"Saya Erlangga tante, panggil saja Erlan" jawab Erlan seakan tahu apa yang ada di pikiran mami Fris.
"Ah iya, perkenalkan aku mami Fris, adik dari daddy Ardi, adik iparnya mommy Adin, mommynya Tisha" jawab mami Fris dengan senyuman, dan semua keluarga Wijaya, Erlan hanya menjawab dengan anggukan saja.
"Oya mau minum apa?" tanya mami Fris lagi.
"Apa saja tante yang tidak merepotkan" jawabnya.
"Ah kamu, engga ngerepotin sama sekali ko" jawab mami Fris dan memanggil pelayan untuk membawa minuman dan beberapa cemilan untuk di hidangkan di ruang keluarga. Jika kalian bertanya kemana mommy Adin? Ya tentu saja dirinya sedang memanggil sang suami, papa Nicholas, Kalan dan juga Miko yang kini sedang berada di ruang kerja sang suami, sepertinya sedang di introgasi.
"Sha, cowok ganteng kaya oppa oppa gini ketemu dimana sama kamu?" bisik Andrea kepada Tisha.
"Jalan, tadi dia lagi cari induknya" ceplos Tisha.
Tikha menoger tangan sang adik untuk menjaga ucapannya, karena ceplosan sang adik membuat semua keluarga tertawa bersamaan "yakali om-om ganteng begini ketemunya di jalan sih, Sha. Engga mungkin kali" kini Sailendra menimpali.
"Diem lo Wajan"
"Dih" jawab Sailendra dan kembali membuat semua keluarga tertawa.
"Meningan gue nanya ke om Erlan deh" Zahra berbicara.
__ADS_1
"Hem... Om ganteng. Om ganteng ko mau sih bawa si cewe jadi-jadian ini?" tanya Zahra dengan entengnya.
Tisha membulatkan matanya dan menggeplak tangan Zahra "gue cewe beneran ya, Ra" jawab Tisha.
Melihat pertengkaran itu kembali membuat semua keluarga tertawa begitupun dengan Erlan yang ikut tertawa "ah manis banget senyumnya" ucap Reysha dengan manjanya.
"Ish genit" celetuk Tisha.
"Cie cemburu cie" ceplos Satya yang dimana sedari tadi hanya menyimak.
"Cie cie" sorak keluarga dengan serempak.
"Om belum jawab pertanyaan aku loh" Zahra kembali menimpali.
"Oh iya maaf"
"Dia cantik ko, saya suka. Jarang-jarang ada cewe kaya Tisha" jawab Erlan dengan penuh pesonanya.
Tisha yang mendengar itu membuat dirinya malu, lihatlah mukanya sudah seperti udang rebus, tetapi Tisha tetap dalam mode cueknya walaupun kini dirinya sudah tidak bisa menahan malunya.
"Aaaa sosweet" ucap Amy Intan.
"Udah ganteng, cool, gentleman lagi. Idaman banget gak tuh" timpal Tikha.
Sedang asik meledeki Tisha, suara barington dari sang daddy Ardi membuat semuanya terdiam "Ekhem ekhem"
"Eh daddy, duduk dadd" ucap Tikha. Ardi mengangguk.
"Kamu dari mana saja, Sha?" tanya daddy to the poin.
"Dari rumah temen daddy"
"Kamu yakin?"
"Yakin"
"Saya Ardi daddynya Tisha" ucap Ardi dengan wajah tegasnya kepada Erlan.
"Saya Erlangga, om" jawab Erlan dengan senyumnya dan menyalami Daddy, om Nicholas, Kalan dan juga Miko.
"Kenapa lo bisa sama adik gue?" kini Kalan yang bertanya.
"Karena.. " ucap Erlan menggantung karena ada Ardan dan juga Kia yang datang.
"Assalamualaikum, spadaa" teriak Ardan.
"Eh udah pada rame aja" ucap Ardan.
__ADS_1
"Assalamualaikum om, tan.. Loh kaka?" ucap Kia mengerutkan keningnya.