
"Hayo apa hayo?" tanyanya.
"Kayanya dari style kamu deh yang berubah" tebak Tisha.
Mendengar itu Abay kembali terbahak-bahak dibuatnya.
"Iya kan bener ya?" ledek Tisha sambil ikut tertawa terbahak-bahak.
Abay masih tertawa di buatnya karena merasa malu, "hahaha iya" jawabnya sambil menganggukkan kepalanya.
Tisha tetep tertawa di buatnya, "bahagia gue emang sama elo, Bay" gumam Tisha ketika melihat tertawa bersama.
"Adududuh om gue kenapa jadi ABG begini dah" ledek nya sambil menoel dagu Abay.
"Hahaha kenapa ya?" tanyanya pura-pura engga tau, padahal dirinya sangat malu untuk mengutarakan alasannya.
"Takut aku di ambil orang ya om" tebak Tisha dan kembali diangguki oleh Erlan, dan kembali membuat mereka tertawa terbahak-bahak.
"Haduh cape deh aku" kata Tisha ketika sudah lelah tertawa sejak tadi. Tisha pun membuka jas almamater kebanggaannya itu dan membenarkan rambutnya dengan menguncir cepol.
"Kamu kapan datang?" tanya Tisha setelah selesai merapihkan rambutnya.
"Baru aja sampai"
"Kamu engga pulang dulu ke rumah?" tanya Tisha.
"Iya engga, aku langsung ke sekolah kamu" jawabnya.
"Engga cape? Kamu kan baru aja sehat, Bay"
Erlan tersenyum, "engga apa-apa, lagian aku udah baik-baik aja kok"
"Iya deh" kata Tisha dan tersenyum manis ke arah Erlan.
...****************...
"Loh, si Tishanya mana?" tanya Reysha ketika hanya mendapati Sailendra saja yang sudah berada di parkiran.
"Ck, lama amat si lu" ketus Sailendra kepada Reysha yang baru saja tiba di parkiran dengan meminum es di tangannya.
"Bodo" kata Reysha sambil menjulurkan lidahnya.
"Ayo pulang, gua males banget nih nungguin lu lama banget" ketus Sailendra.
"Loh emang abang-abang udah pada pulang?" tanya Reysha dengan polosnya.
"Udah dari tadi tuan putri" jawab Sailendra dengan memakai helmnya dan memakaikan helm milik Reysha.
Reysha mencebikkan bibirnya, "engga usah begitu tuh bibir, udah kaya bibir bebek aja lu" kata Sailendra dengan memundurkan motornya.
"Ish Sai ko nyebelin ya"
"Bodo"
"Eh tapi lo belum jawab pertanyaan gue" katanya.
"Pertanyaan apaan?"
"Tisha kemana?" tanyanya sambil menaiki motor Sailendra.
"Udah pulang"
Plak.. Reysha menggeplak helm belakang Sailendra.
"Mana ada pulang duluan, biasanya juga pulang bareng kita"
Sailendra menyalakan motornya, "lu liat aja ada kaga mobilnya"
Mendengar itu, Reysha pun mencari mobil milik Tisha, "lah iya kaga ada" jawabnya sambil nyengir kuda.
"Ya emang kaga ada, gue bilang juga tadi udah balik, Ey"
"Balik sama siapa tuh?"
__ADS_1
"Sama si om"
Reysha membulatkan matanya dan kembali memukul belakang helm Sailendra, "om om yang mana anjir? Lu bisa-bisanya diem aja si Tisha di colong sama om om" cerocos Reysha.
"Bisa dengerin gue dulu engga, Ey. Gue belum selesai ngomong"
"Oh iya iya sorry"
"Jadi sama siapa?" tanya Reysha lagi.
"Erlangga Abay Arayyan"
"Hah si om?" tanya Reysha dan diangguki oleh Sailendra.
"Dari tadi juga gue bilang si om, Ey"
"Si om Erlan pulang? Emang dia udah sehat?"
Sailendra menaik turunkan bahunya, "gue bukan cenayang, Ey"
"Dih males banget" jawab Reysha, mendengar itu Sailendra pun terkekeh.
"Pantes tadi di kantin rame" celetuk Reysha.
"Lah rame kenapa?"
"Itu katanya ada om om ganteng yang datang ke sekolah"
"Terus?"
"Dikira gua bukan om Erlan"
"Emang kenapa kalau ka Erlan?"
"Ya mau gue kejarlah anjir, yakali engga gue kejar. Biar mereka semua iri kalau gue deket sama om om gantengnya bejibun"
"Dih, lu kayanya udah saraf ya, ketularan si Ara lu" ledek Sailendra.
"Engga ah, menurut gue pada jelek-jelek semua" kata Sailendra.
"Dih orang pada ganteng si kaya oppa oppa Korea"
"Masih gantengan gue lah"
"Dih engga banget"
"Lo itu kalah saing tau engga sama cowonya twince, kalau di bandingin nih ya lu itu ganteng cuma seujung kuku aja"
"Hm tapi Sai, gue ko lebih seneng Tisha sama Gema ya, Sai"
Ckitt..... Sailendra menginjak pedal remnya dengan mendadak ketika mendengar perkataan dari Reysha.
Jedug...
Reysha kembali memukul belakang helm Sailendra lagi, sudah terhitung tiga kali hari ini Reysha memukul belakang helm Sailendra. Sepertinya Reysha tipikal wanita yang enteng tangan.
"Bisa pelan-pelan engga sih bawa motornya" ketus Reysha.
"Lo tadi ngomong apaan dah?"
"Apaan?" tanya balik Reysha.
"Lo tadi ngomong apaan, Ey?"
"Engga tau, gue kan emang dari tadi banyak omong"
"Yang Gema"
"Oh"
"Gue lebih seneng Tisha sama Gema" ucap Reysha dengan polosnya.
Plak.. Kini Sailendra yang memukul helm bagian depan milik Reysha sampai kaca helm Reysha yang tadinya terbuka menajdi tertutup.
__ADS_1
Seakan tersadar, Reysha langsung menutup mulutnya, "gue keceplosan, anjir" sadarnya.
"Kalau sampe kedenger sama bang Kalan, abis lu di introgasi kaya si Ara"
"Untungnya yang denger Ilen bukan bang Kalan" katanya sambil bergelayut manja.
"Sama aja gua geh. Gue bisa aja aduin lo ke bang Kalan"
"Dih tukang ngadu banget si lo" kata Reysha.
Sailendra kembali menjalankan motornya, "bisa aja sih gue engga bilang sama bang Kalan, tapi ada syaratnya"
"Ih males ah, Ilen pasti selalu begitu. Syarat, syarat aja"
"Yaudah kalau engga mau nanti gue aduin ke bang Kalan"
"Dih dih, yaudah syaratnya apaan? Jangan yang susah-susah"
"Gampang ko Ey, lo cukup anterin gue ke toko kue yang paling enak di Jaksel terus beliin gue ice cream" jelasnya.
"Ih Ilen ko kaya cewe" ledek Reysha.
"Eh apa jangan-jangan buat cewe ya?" lanjut Reysha lagi.
"Buat gue"
"Ah yang bener, setau Ey Ilen kan engga begitu suka ice cream sama kue?"
"Kan engga begitu suka bukan engga suka"
"Iya juga sih"
"Yaudah mau ikutin syarat gue engga?"
"Boleh deh, gampang kok"
"Oke, deal ya"
"Iya"
"Jadi sekarang kemana?" tanya Sailendra.
"Pulanglah kemana lagi"
Sailendra ngebug
"Terus syarat gue gimana Reysha Putri Maulana?" lanjutnya sambil menahan emosinya. Inilah Reysha terkadang lemot, ngeselin tapi sekali-kali cerdas untung cantik + keturunan Wijaya.
"Eh iya ya Reysha lupa" katanya.
"Yaudah jalan aja, nanti Reysha tunjukin jalannya"
"Oke"
...****************...
"Kamu engga laper? Mau makan dulu engga?" tanya Erlan kepada Tisha yang sedang bernyanyi.
"Boleh deh, kebetulan laler banget tadi abis makin basket"
Erlan mengangguk, "Kamu bisa main basket?" tanyanya.
Tisha mengangguk, "bisa dong"
"Idaman" celetuk Abay yang mampu membuat pipi Tisha memerah karena malu.
"Malu ya" ledeknya dan Tisha pun tak menjawabnya.
"Mau makan dimana?" tanya Erlan.
"Di Nad's resto aja"
"Oke"
__ADS_1