Twince LA

Twince LA
Dia Sepupu Gue


__ADS_3

"Rey, boleh gue jujur sama perasaan gue ke elo?" tanya Agas kepada Reysha.


Reysha mengangguk dengan degup jantung yang sudah tidak karuan.


"Entah dari sejak kapan rasa ini ada buat lo, tapi gue mulai engga karuan pas liat lo sama cowo lain atau chatting sama cowo lain ketika kita tanding basket waktu itu"


"Emmmm" jawab Tikha dan juga Elvana.


Agas kembali membuang nafasnya dalam dalam, "sorry kalau gue dadakan nyatainnya tanpa ada persiapan sebelumnya kaya waktu ka Ardan nyatain cintanya ke ka Kia"


"Sebenernya gue lagi nunggu waktu yang pas buat nyatain ini semua, gue perlu meyakinkan hati gue kalah gue bener bener suka sama lo, Rey"


"Mungkin emang hari ini, detik ini, menit ini adalah waktu yang pas buat gue nyatain perasaan gue semuanya ke elo"


"Reysha Putri Maulana, mau engga jadi pacar gue, pacar dari anak yang biasa aja ini? Pacar dari seorang Agaspura?"


"Terima Terima Terima" teriak Elvana dan juga Tikha.


"Terimalah masa engga" timpal Kenan.


"Terima Terima Terima" teriak Elvana dan juga Tikha.


Dan...


Terdengar suara bel sekolah SMA SATYA menandakan bahwa waktu pulang sekolah sudah tiba.


Para siswa dan disiwi kelas X IPS 5 berhambur ke dalam kelas untuk mengambil tasnya yang kemudian melangkah pergi dari kelasnya karena akan pulang ke rumah masing-masing.


Mereka semua tidak ada yang merasa ke anehan dari geng Tikha dan juga Lio yang sedang berdiam sambil memandang ke arah Reysha dan juga Agas yang tengah berdiri berdua.


Reysha melihat ke arah teman kelasnya yang sudah berhambur ke luar kelas untuk pulang.


Agas memegang dagu Reysha untuk membawa wajahnya agar kembali melihat kepada dirinya.


"Jadi gimana, Rey?" tanya Agas lagi kepada Reysha ketika keadaan kelas sudah kembali normal seperti tadi, hanya ada mereka bertujuh di dalam kelas itu.


Dan


Reysha mengangguk, kemudain "iya aku mau jadi pacar kamu, Agas" jawabnya dengan malu-malu.


Elvana dan Tikha yang mendengarnya pun menganga tanpa suara di buatnya, dan pada akhirnya suara sorak ramai keluar dari mulut Elvana dan juga Tikha, "Aaaaa. Akhirnya jadiaaan" teriak Elvana dan berpelukan dengan Rendra tanpa di sengaja karena reflek.


Lio, Kenan dan Tikha bertepuk tangan dengan jawaban Reysha.


"Yang bener?" tanya Agas dengan penuh keyakinan, Reysha mengangguk.


"Terimakasih banyak Rey" ucap Agas dan memeluk tubuh Reysha.


Reysha tak menolak,


Reysha bahagia.


Pelukan dari pria ketiga setelah abang dan juga ayahnya.


"Woy belom muhrim woy anjir lah, ini couple dua" kata Kenan mengingatkan.


Elvana, Renda, Reysha dan Agas buru-buru melepaskan pekukannya dari pasangannya masing-masing.


"Aaa congratulations sayang" ucap Tikha kepada Reysha dengan memeluk sepupunya itu.

__ADS_1


"Makasih banyak zheyeng"


"Bebeb ku congratulations" ucap Elvana dengan memeluk Reysha secara bergantian dengan Tikha.


"Makasih banyak zheyeng"


"Pajaknya woy" kata Kenan.


Agas mengangguk, "ayo kita ke kantin, gue bakal traktir kalian"


Reysha melihat ke arah Agas, Agas yang mengerti arti tatapan itu pun mengangguk, "engga apa-apa kok Rey, kamu tenang aja" kata Agas dengan senyuman yang indah.


Reysha juga tersenyum di buatnya.


"Anjir lah woy kenapa ini kelas jadi panas begini" celetuk Kenan.


"Ye bilang aja lo iri" timpal Lio membuat kernam temannya tertawa.


...****************...


"Mau kemana kamu?" tanya Apy kepada Sailendra yang tidak ikut pulang bersama.


"Aku ada urusan dulu Py, sama teman-temanku"


"Di jemput?" tanya Kalan.


Sailendra mengangguk, "iya bang, fasilitas gue kan lagi di tahan ya mau engga mau gue minta jemput lah"


"Jadi gelandangan dulu ya selama 2 hari" celetuk Ardan.


"Eh engga gelandangan juga ya bang, gue kan masih tinggal di rumah"


"Ya tapi lo engga dapet uang jajan + fasilitas lo di sita selama dua hari, gimana engga jadi gelandangannya tuh?"


Miko menepuk pundak Sailendra dua kali, "laki-laki itu pekerja keras, jadi jangan takut kalau engga punya apa-apa, tapi kamu harus berfikir bagaimana caranya kamu punya apa-apa"


Sailendra mengangguk, "iya bang Mik, thanks" ucapnya dna diangguki oleh Miko.


"Udah di telepon temennya?" tanya daddy Ardi.


"Udah dad, bentar lagi juga sampai"


"Yaudah kalau gitu daddy, Apy dan yang lainnya pulang duluan engga apa-apa?"


"Engga apa-apa dad"


"Yaudah kalau gitu kita duluan ya"


"Iya dad hati-hati"


"Hati-hati Py" lanjutnya lagi dan diangguki oleh daddy Ardi dan juga Apy Hans.


Sailendra duduk di kursi tunggu ruangan Daddy Ardi.


Ting...


Satu notifikasi pesan masuk ke dalam ponsel milik Sailendra.


Sailendra membuka pesan yang di kirim oleh Ezra.

__ADS_1


📩 Ezra Emyr Zeus


Bos gue udah di parkiran


Read


Setelah membaca pesan dari Ezra, Sailendra pun keluar dari ruangan daddy Ardi untuk turun ke lantai dasar.


...****************...


"Thanks Zra" ucap Sailendra ketika sudah sampai di markas milik Zeus.


"Santai bos" jawabnya.


"Tumben bos lo minta jemput" celetuk Zayn ketika Sailendra baru saja akan menduduka bokongnya di kursi kebesaran miliknya.


"Fasilitas gue di sita selama dua hari" jawab Sailendra dengan jujur.


Uxio dan Zayn melotot di buatnya berbeda halnya dengan Ezra yang memasang wajah datar saja karena dirinya sudah tau tadi saat di jalan.


"Lo ngelakuin apa bos bisa sampe di tahan begitu?"


"Lendra berantem sama si Tisha"


"Oh" jawab Zayn dengan ber oh ria.


King Zeus memang sudah tau tentang altar ego yang di miliki oleh Sailendra, maka dari itu mereka bertiga sudah tidak aneh lagi ketika Sailendra menyebut nama Lendra di hadapan mereka.


"Ada hal penting apa yang kalian punya?" tanya Sailendra kepada Zayn.


Deg..


Jantung Uxio berdetak kencang.


Uxio menarik nafasnya dalam-dalam.


Zayn dan Ezra melirik ke arah Uxio.


"Ada apa Uxio?" tanya Sailendra kepada Uxio. Sailendra tipikal pria yang sangat peka terhadap keadaan sekitar, maka dari itu Sailendra sangat paham dengan arti tatapan kedua temannya kepada Uxio.


Uxio bangkit dari duduknya, "bos gue mau minta maaf sebelumnya" ucapnya membuat Sailendra mengerutkan keningnya.


"Kenapa?"


"Maaf karena gue udah teledor bos, dan gue engga bisa jaga keluarga lo"


Bugh... satu hantaman dari Sailendra lolos di wajah Uxio.


Uxio tersungkur, Zayn dan Ezra membantu Uxio untuk bangkit.


"Apa maksud lo, Uxio?" tanya Sailendra kepada Uxio dengan nafas yang masih memburu.


"Yang melakukan penyerangan pada saat itu ke SMA SATYA adalah sepupu gue Dafa" lanjutnta lagi.


Bugh..


Satu bogeman mentah kembali di layangkan oleh Sailendra kepada perut Uxio.


"Brengsek, gara-gara sepupu lo Tikha sampe sakit dan harus di rawat. Gara-gara sepupu lo juga trauma Tikha muncul lagi" teriak Sailendra.

__ADS_1


"Bos udah bos, Uxio engga salah. Uxio bisa mati!" terik Zayn dengan menarik Sailendra dari tubuh Uxio.


Sailendra menatap nyalang ke arah Uxio "dimana dia sekarang?" tanya Sailendra.


__ADS_2