Twince LA

Twince LA
Apartemen


__ADS_3

"Udah?" tanya Tisha kepada Erlan, ketika Erlan sudah masuk ke dalam mobilnya.


Erlan mengangguk, "udah" jawabnya.


Tisha ikut menganggukkan kepalanya "jadi sekarang kita kemana?" tanya Tisha.


"Ke mall, buat beli baju kamu"


"Kamu engga beli baju juga?" tanya Tisha.


"Engga, nanti kita ke apartemen aku dulu ya buat ganti baju sama mandi"


Tisha mengangguk, "oke" jawab Tisha.


...****************...


"Assallamualaikum"


"Waalaikum salam, temennya Tikha ya?" tanya sang mommy kepada tiga sekawan yang sudah berada di ruang tamu rumah utama keluarga Wijaya itu. Karena memang mommy Adin lah yang mengizinkan ketiganya untuk masuk ke rumah utama ketika satpam di depan meminta persetujuan.


"Iya tante perkenalkan nama saya Lio, ini Rendra dan yang ini Kenan" kenal Lio kepada mommy Adin sambil mencium tangan Adin.


Ya yang datang ke rumah utama Wijaya hari ini adalah Lio dan kedua temannya yang ingin menjenguk Tikha yang sedang sakit.


"Silahkan duduk, tante siapkan minum dulu, mau minum apa?"


"Engga usah repot-repot tante"


"Engga ngerepotin kok, sebentar ya" kata sang mommy dan pergi meninggalkan Lio untuk pergi ke dapur.


"Gilak, rumah si kembar ini?" tanya Rendra kepada kedua temannya.


"Iya" jawab Lio dengan anggukkan.


"Kalian udah pernah ke sini emang?" tanya Rendra kepada kedua temannya.


"Udah waktu masih kecil" jawab Kenan.


"Ngapain?"


"Ko kepo si lu, kayanya kebanyakan deket sama si Elvana deh" kata Lio.


"Dih" katanya dan Rendra pun terdiam.


Rendra sempat berfikir, memang semenjak dekat dengan Elvana dirinya sedikit berbeda dari biasanya, yang sedikit agak cerewet.


Rendra cuek mode on.


"Maaf ya lama" kata mommy Adin dengan diikuti oleh si mbo yang membawa beberapa cemilan dan minuman untuk Lio dan kedua temannya.


"Engga apa-apa tante, maaf tan jadi ngerepotin" kata Lio.


"Engga kok" jawab mommy dengan diiringi oleh senyum manisnya.


"Di minum dong" kata mommy.


"Iya tante" jawab Lio dan kedua temannya secara bersamaan.


"Oya tante, gimana keadaan Tikha?" tanya Lio ketika sudah meminum minuman yang sudah di sediakan.


Mommy tersenyum, "mulai membaik nak Lio, kalau kalian mau jenguk mari tante antar"


"Iya tante, boleh" jawab Lio dan bangun dari duduknya di ikuti oleh kedua temanya.

__ADS_1


...****************...


"Kamu tunggu di sini dulu ya sebentar, aku mau mandi dulu" kata Erlan setelah berada di dalam apartemen miliknya.


Tisha mengangguk dengan masih melihat apartemen Erlan yang sangat rapih itu.


"Kamu mau mandi juga?" tanyanya.


"Hem.. Boleh deh" jawabnya.


Erlan mengangguk, "yaudah kamu ke lantai dua aja ke kamar aku yang ada di sebelah kanan, pakai aja kamar mandi yang ada di kamar, nanti aku pakai kamar mandi yang ada di kamar bawah" jelas Erlan.


Apartemen Erlan memang memiliki 3 kamar, dua kamar di atas, satu kamar di bawah dan dapur. Kamar Erlan memang di atas dan satu kamar lainnya ia jadikan ruang kerja miliknya jika di rumah utama ia merasa bosan, sedangkan di kamar bawah adalah kamar miliki Angga dan juga Ivan jika mereka ingin menginap.


"Engga apa-apa?" tanya Tisha.


"Engga apa-apa dong"


"Yaudah kalau gitu aku ke atas ya"


"Oke" jawab Erlan, dan Tisha pun melangkahkan kakinya menuju lantai dua.


Erlan segera mengambil ponselnya yang berada di saku celananya untuk menghubungi Angga.


^^^Erlangga Arayyan^^^


^^^Gimana udah siap semua?^^^


Angga Putra


Beres


^^^Erlangga Arayyan^^^


Setelah mengirim pesan terakhir kepada Angga, Erlan langsung membersihkan dirinya di kamar mandi yang ada di kamar bawah.


...****************...


"Bang" panggil sang daddy ketika kini sudah ada anak sulungnya berada di hadapannya.


Jalan mengangkat kepalanya melihat sang daddy yang sedang menatapnya, "kenapa dad?"


"Kapan kamu ujian, bang?" tanyanya.


"Sebentar lagi dad" jawabnya.


Sang daddy menganggukkan kepalanya, "setelah ini kamu mau kemana bang?"


"London, dad"


"Oxford?" tebak daddy dan diangguki oleh Kalan.


"Bisnis?" tanya daddy lagi dan Kalan pun kembali menganggukkan kepalanya.


"Iya dad" jawabnya.


"Udah kamu pikirin baik-baik bang?" tanya sang daddy. Sang daddy memang sangat tahu keinginan si sulung Kalan, memang sejak dulu Kalan ingin sekali berkuliah di Oxford mengambil jurusan bisnis.


Kalan kembali menganggukkan kepalanya, "abang udah yakin dad seratus persen"


"Miko, Ardan juga sama kamu di sana bang?"


"Kalau Ardan abang engga tau dad, kayanya dia bakal satu kampus sama Kia" jawab Kalan seadanya, memang seperti itu kenyataannya.

__ADS_1


"Engga apa-apa kalau cuma berdua, bang?"


"Engga apa-apa dad, daddy ini kenapa? Ko tumben banget"


"Engga apa-apa sih bang, kamu udah siap untuk ngelepas adik-adik kamu disini bang?"


Kalan tersenyum, Kalan sangat tahu isi hati dan pikiran daddy nya, kekhawatiran kepada dirinya dan juga kepada ketiga adiknya, apalagi kepada adik kembarnya.


"Dad, daddy engga usah khawatir, abang juga engga akan lepas gitu aja ke adik-adik, Tisha juga kan sekarang udah ada Erlan yang jagain" jelasnya dengan lembut.


"Iya bang, daddy tau itu"


"Nathan juga pasti bisa jagain kakak-kakaknya dad"


Daddy menggangguk, "kamu itu beneran udah yakin bang ke London?"


"Iya dad, abang udah yakin"


"Yaudah kalau emang itu pilihan kamu, daddy akan selalu dukung kamu"


"Abang tau kok kalau daddy itu akan selalu dukung abang"


"Tapi ini bukan karena, Viona 'kan?"


...****************...


"Rapih banget" puji Tisha ketika melihat kamar Erlan yang sangat rapih, wangi dan bersih itu.


"Gue yang jadi cewe juga engga begini-begini amat"


"Ah udahlah mandi aja gue dari pada pusing" katanya lagi dan Tisha pun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


...****************...


"Masak dulu deh bentar buat makan" kata Erlan ketika sudah selesai membersihkan tubuhnya.


"Masak aja yang gampang biar engga kelamaan" katanya lagi sambil menyiapkan makanan untuk dirinya dan juga Tisha.


"Tuhkan wangi banget ege, hadeh mana sih ini sisi tomboy gue, kok ke Abay engga keluar sama sekali" gumam Tisha ketika melihat punggung Abay yang sedang sibuk menyiapkan makanan.


"Mana ganteng, bersih, wangi, pinter masak lagi. Idaman banget nih" puji Tisha lagi.


"Masak apa?" tanya Tisha yang sudah mendekat ke arah Abay.


"Ayam goreng doang kok buat kita makan, maaf ya cuma ada ini aja"


"Iya engga apa-apa, lagian kayanya enak deh ini"


Erlan tersenyum, "ayo makan"


"Baiklah" jawab Tisha dengan senyum manisnya.


Erlan tersenyum melihat tingkah laku Tisha, "*emang engga salah pilih gue" gumam Erlan dalam hati.


"Gemesin banget sih, jadi pengen gue makan deh"


"Eh" kata Erlan setelah sadar dengan apa yang diucapkannya barusan.


"Sadar Erlan dia sama lo tuh belum sah*"


"Kamu engga makan?" tanya Tisha ketika melihat Erlan yang melamun.


"Eh"

__ADS_1


__ADS_2