
"Jam 08.00 WIB, upacara pasti udah beres" monolog Sailendra di atas motornya yang di parkir tak jauh dari SMA SATYA.
"Gua parkir di mang Asep aja deh" lanjutnya lagi dan kembali memakai helmnya dan menyalakan motornya untuk ke warung mang Asep untuk ikut menyimpan motornya.
Karena dirinya akan melewati tembok belakang SMA SATYA, yang biasa ia lalui ketika sedang telat. Jika Sailendra melewati gerbang depan sudah di pastikan akan menjadi santapan enak para kakak sepupunya, Kalan, Miko dan juga Ardan. Karena mereka bertiga adalah OSIS yang piket di setiap hari Senin.
"Mang Asep" panggil Sailendra.
"Iya mas" jawabnya.
"Eh ada mas Sailendra toh"
"Iya nih mang" katanya sambil mencium tangan mang Asep. Sopan bukan? Keluarga Wijaya memang diajarkan sopan santun dan tak memandang siapapun, baik dari kalangan kurang mampu ataupun mampu itu sama saja, karena di mata Allah SWT mereka semua sama.
"Kenapa bisa telat mas?"
"Biasa mang abis jemput cewe"
"Waduh, cewe yang mana lagi tuh mas?"
"Si mang Asep, cewe saya cuma satu mang, queen is my heart"
"Apa itu artinya mas?"
"Ratu di hatiku" jawab Sailendra sambil terkekeh dan mang Asep pun ikut terkekeh.
"Ada ada aja ya anak jaman sekarang"
"Itu namanya gaul mang, udah deh Sai ke sekolah dulu ya mang, Assalamualaikum"
"Waalaikum salam mas"
"Bersyukur banget ya pak, punya anak-anak kaya mas Sailendra dan keluarganya, pada sopan" ucap istri mang Asep.
"Iya bu, mereka orang kaya tapi engga nunjukin kalau mereka itu orang kaya"
"Iya Pak bener, semoga anak kita juga seperti itu ya pak, engga pernah sombong walaupun udah jadi orang kaya nantinya"
"Amin bu"
...****************...
Upacara telah selesai dilaksanakan, kini waktunya para OSIS yang piket di hari senin untuk bertugas berkeliling lingkungan sekolah baik di luar maupun di dalam untuk melihat-lihat siswa yang telat.
__ADS_1
"Ardan dan Miko, Beni dan Tedy bertugas untuk berkeliling di luar sekolah" perintah Kalan dan diangguki oleh ketiganya.
"Dan yang lain silahkan berkeliling di dalam sekolah, sisakan 2 orang perempuan dan dua orang laki-laki untuk menjaga siswa yang telat ini" perintah Kalan lagi dengan menunjuk sejumlah siswa yang datang terlambat.
"Baik" jawab anggota OSIS yang bertugas hari ini.
"Ada yang di tanyakan?" tanya Kalan.
"Tidak" jawabnya lagi dengan kompak.
"Baik jika memang sudah tidak ada lagi yang di tanyakan, silahkan jalankan tugas kalian"
"Siap" jawabnya lagi serempak dan mereka pun mulai berpencar untuk menjalankan tugas yang sudah di berikan oleh ketuanya.
...****************...
"Itu kaya motornya si Ilen deh, Dan" kata Miko ketika sedang berjalan bersama dengan Ardan untuk melihat lihat takut masih ada siswa yang berada diuar.
"Iya itu motornya si Ilen, kita ke sana aja" ajak Ardan dan diangguki oleh Miko.
"Assalamu'alaikum mang Asep" ucap salam Ardan dan juga Miko ketika sudah sampai dj warung mang Asep.
"Waalaikum salam, eh ada mas Ardan sama mas Miko"
"Ini motornya si Sailendra 'kan mang?" tanya Ardan langsung to the point.
"Oh iya mas, ini motornya mas Sailendra"
"Nahkan bener" kata Miko.
"Sekarang Sailendra nya kemana mang?"
"Ke sekolah mas, lewat gerbang belakang" jawab mang Asep jujur, entah karena polos atau apa, mang Asep langsung saja menjawabnya.
"Makasih ya mang, kalau gitu kita berdua pamit dulu. Assalamualaikum"
"Waalaikum salam mas"
"Ayo kita tangkep si ganteng Ilen" ucap Ardan dengan penuh semangat kepada Miko.
...****************...
"Perasaan gue ko jadi engga enak begini ya?" monolog Sailendra dalam hati.
__ADS_1
"Ah udah biasa kali kaya gini, jadi yaa santai aja lah" lanjutnya lagi.
Sailendra tetap menaiki tembok yang berada di belakang sekolahnya. Turun dengan hati-hati.
Dan
Tap
"Hem, kayanya SMA SATYA engga punya gerbang ya, sampai-sampai siswanya harus manjat tembok belakang sekolah" terdengar suara yang sangat familiar di telinga Sailendra.
Sailendra pun mengangkat kepalanya untuk melihat siapa yang ada di hadapannya kini "Hehehehe" ketawanya dengan kikuk.
"Udah amnesia ya?" tanyanya lagi.
"Engga ko kak, SMA SATYA punya gerbang di depan"
"Terus kenapa lewat sini?"
"Lebih asik"
"Asik? Oh kamu monyet?" tanyanya.
"Kan beneran anjay, sekate-kate banget dah ngomongnya untung aja kakak sepupu gue"
"Engga udah ngedumel dalam hati Sailendra"
"Hehe maaf kak Kalan"
Ya, yang melihat Sailendra turun dari tembok adalah Kalan, ketua OSIS SMA SATYA.
"Silahkan kamu ke lapangan utama untuk em dapatkan hukuman bersama dengan yang lain!"
"Baik kak"
"Hadeh yang tadinya senang jadi menangis begini dah" monolog Sailendra lagi.
"Bisa-bisanya kamu telah Len"
"Maaf kak, tadi Ilen kesiangan"
"Engga ada bantahan dan engga ada alasan"
"Iya kak"
__ADS_1