
"Are you okey, queen?" tanya Kalan kepada Tikha yang nampak masih terlihat lemas.
"Okey prince, and you?"
Kalan mengangguk "i'm okey" jawabnya yang kemudian mengecup pucuk kepala Tikha.
"Bang sini, aku obatin wajah kamu itu" kata Tisha kepada Kalan.
Kalan mengangguk yang kemudian duduk menghadap ke arah Tisha.
"Bagaimana dok?" tanya sang daddy yang baru saja menghampiri anak-anaknya di tempat parkir SMA SATYA setelah bertemu dengan para guru dan kepala sekolah SMA SATYA untuk meminta maaf atas kericuhan ini.
"Seperti yang sebelum-belumnya tuan, nona muda Tikha harus istirahat total, traumanya kembali muncul dan itu mengganggu kesehatannya, suhu badanya pun meningkat, nona muda Tikha harus segera di rawat, tuan" jelas dokter pribadi keluarga Wijaya.
Daddy mengangguk "di rawat di rumah saja, dok" ucapnya karena seluruh keluarga tau, baik Tikha maupun Tisha sangat anti dengan yang namanya rumah sakit, berbeda sekali dengan si bungsu yang sangat suka dengan rumah sakit.
"Baik tuan"
"Nicholas, siapkan satu ruangan di rumah, fasilitasi dengan alat medis lengkap" perintahnya kepada Nicholas.
"Baik tuan" jawabnya yang kemudian langsung mengambil ponselnya untuk menghubungi anak buahnya yang bekerja di rumah utama.
"Sayang, kamu pulang bersama daddy, engga apa-apa 'kan?" tanyanya kepada sang anak.
Tikha mengangguk "iya daddy, Tikha akan pulang bersama daddy"
"Anak pintar" ucapnya sambil mengecup pucuk kepala sang anak.
"Sebentar, daddy pamit dulu kepada kakak dan adik mu"
"Iya daddy" jawabnya dan sang daddy pun keluar dari mobil untuk menghampiri yang lain.
"Bang" panggilnya kepada Kalan.
Tisha memberhentikan pergerakannya, "iya dad?" tanya Kalan kepada sang daddy.
"Daddy pulang terlebih dahulu, adik mu harus di rawat"
"Baik dad"
"Abang, Sailendra, Miko dan Ardan nanti daddy tunggu di ruang kerja daddy ya nak, setelah kalian pulang sekolah, kalian langsung ke ruang kerja daddy saja jangan ke perusahaan, ajak juga Gema ke rumah ya nak"
Kalan mengernyitkan dahinya, karena merasa aneh, tetapi Kalan tetap mengiyakan perkataan sang daddy "baik dad" jawabnya, sang daddy tersenyum dan mengacak-acak rambut Kalan.
"Queen, daddy pulang terlebih dahulu, engga apa-apaa?"
"Engga apa-apaa dad"
"Baik-baik sama kakak mu dan yang lain ya nak"
__ADS_1
"Siap dad" jawabnya dan daddy pun mengecup pucuk kepala sang anak.
"Daddy hati-hati" ucap Kalan dan Tisha secara bersamaan.
"Sailendra, Miko dan Ardan kita bertemu di rumah" ucap sang daddy dan pergi meninggalkan mereka.
"Baik dadd, hati-hati di jalan" katanya secara bersamaan.
"Queen, are you okey?"
"I'am okey kak, kenapa?"
Kalan menggelengkan kepalanya "engga apa-apa"
"Ey" panggil Sailendra.
"Apaan?"
"Tuh obatin ka Gema, kasian dia ngobatin sendiri" kata Sailendra kepada Reysha yang terdengar oleh Kalan, Gema dan juga Tisha.
"Gue bisa sendiri" jawab Gema.
Tak lama datanglah Marsha "Gem, kamu engga apa-apa? Sini aku obatin" ucap Marsha.
"Gue bisa sendiri" jawab Gema dengan ketus.
Marsha pun terdiam ketika mendapatkan penolakan yang sangat menyakitkan untuknya. Memang setelah kejadian waktu itu hubungan Gema dan Marsha semakin jauh. Benar apa yang dikatakan oleh Niko, Marsha akan semakin sulit untuk menggapai hati Gema kembali setelah kejadian itu, terbukti sekarang, Gema selalu menghindar dari Marsha.
Kini keadaan SMA SATYA sudah kembali normal baik siswa ataupun keadaan kantin, walaupun masih ada sedikit siswa yang merasa takut tetapi itu tidak membuat keadaan sulit untuk kembali.
"Ck berisik" ketus Gema dan membuat mereka berdua melipat bibirnya rapat-rapat. Lihatlah mereka semua menahan tawanya ketika melihat kedua teman Gema yang langsung terdiam.
"Gem, sorry"
"Engga butuh" jawab Gema dengan cepat. Karena memang pada kejadian tadi tidak terlihat sama sekali kedua teman Gema itu, entah pergi kemana mereka berdua.
"Si Gema marah, Nik" bisik Reno yang masih terdengar oleh telinga Gema.
"Sekali lagi ngomong gue tonjok" timpal Gema dan kembali membuat kedua temannya merapatkan bibirnya.
"Ka Gema" panggil Ayumi yang berlari dengan ketiga temannya.
"Siapa lagi sih?" gerutu Gema.
"Yailah ada nenek lampir" ucap Sailendra ketika melihat Ayumi and the geng.
"Kak Gema yang mana yang sakit kak, sini biar aku obatin" ucapnya dengan mengecek tubuh Gema.
"OMG, muka lo kak" kejutnya ketika melihat wajah Gema yang babak belur.
__ADS_1
"Biar gue obatin" ucapnya, lihatlah Gema sudah menarik nafasnya dalam-dalam sambil memejamkan matanya, yang dimana sebentar lagi akan mengeluarkan suara tegasnya.
1...
2...
3...
"Lepasin tangan kotor lu itu dari wajah ka Gema, Ayumi!" tegas dari suara seseorang, yang bukan Gema lah yang berbicara.
Semua yang berada di tempat itu pun diam membisu melihat itu, begitupun dengan Gema yang membuka matanya dan melihat siapa yang sudah berani berbicara seperti itu.
Glek...
Lihatlah Ayumi sampai menelan ludahnya kuat-kuat ketika melihat raut wajah yang sudah tidak bersahabat itu.
"Sha" panggil Gema.
Ya Tisha lah yang sudah berbicara seperti itu, kini Tisha sudah selesai mengobati luka di wajah kakaknya, dan beralih berjalan ke arah Gema untuk mengobati luka yang ada di wajah Gema.
"Damage nya itu loh bos, Latisha doang nih yang berani" ucap Sailendra yang memang sangat suka Tisha yang seperti ini.
"Ash" ringis Sailendra ketika Reysha menginjak kaki Sailendra dengan sangat kuat.
"Gila si Tisha, beneran engga nyangka gue. Berani bener" gumam Lio yang melihat Tisha.
"Minggir lo, biar gue yang obatin ka Gema!" ucapnya dengan masih suara tegasnya.
"Minggir, Ayumi! Lo budek hah?" ucap Tisha lagi yang tak melihat Ayumi tak ada pergerakan sama sekali sejak tadi.
"Gue engga mau minggir"
Plak...
Satu tamparan lolos di muka Ayumi, lihatlah darah keluar dari sudut bibir Ayumi.
"Tisha" panggil semua orang yang berada di situ melihat kejadian itu, tetapi tidak dengan Kalan yang memejamkan matanya ketika melihat kejadian itu, Kalan memang sudah hafal watak adiknya yang satu ini, jika sudah emosi namun tidak tersalurkan janganlah ada yang berani menyentuhnya karena jika ada yang menyentuhnya maka orang itulah yang akan jadi santapannya. Begitupun dengan Sailendra yang tersenyum dan bertepuk tangan melihat hal itu.
"Diem ege" ketus Reysha kepada Sailendra.
"Gue bilang minggir, ya minggir, Ayumi" ucapnya dengan maju lebih dekat dengan Ayumi, Ayumi semakin mundur melihat itu.
"Iy.. Iya gue mundur Sha" ucap Ayumi dengan terbata-bata.
"Udah, Sha" ucap Gema menengahi sambil membawa Tisha untuk mundur.
Setelah itu Tisha pun mengobati luka yang ada di wajah Gema dan Ayumi pun pergi meninggalkan tempat itu.
"Gem, lo balik bareng gue, Miko, Ardan dan juga Sailendra. Lo di suruh ke rumah sama daddy" ucapnya dan meninggalkan Tisha dan juga Gema.
__ADS_1
*Note : di parkiran itu sudah tersedia satu ruangan kosong di belakang pos Satpam, yang biasanya di pakai untuk tamu yang datang ke SMA SATYA.