
"Loh kakak" kata Tikha.
"Hai" sapa Kia kepada Twince, Sailendra, Nathan, Zahra dan juga Reysha.
"Kakak lagi apa di sini?" tanya Tikha kepada Kia.
Kia memaksakan senyumnya "kakak aku yang ada di dalam" jawabnya.
"Hah?" Twince, Sailendra, Nathan, Zahra dan Reysha melongo di buatnya.
"Apa katanya? Kakaknya sedang berada di dalam? Jadi yang sedang terluka adalah Erlan?" mungkin itulah yang ada di benak mereka.
"Ka.. kak Erlan maksudnya?" tanya Sailendra dengan melototkan matanya.
"Om ganteng di dalam kak?" timpal Zahra.
"Iy.. Iya, kakak aku yang ada di dalam" jawab Kia dengan masih menguatkan hatinya.
"Kak Kia yang sabar ya" Reysha, Zahra dan twince berkata dengan tulus.
"Iya makasih ya" jawab Kia.
"Kita ke sana dulu" timpal Kalan dan diangguki oleh Kia dan juga Ardan.
Kalan dan twince masih dengan posisi yang sama seperti tadi tidak berubah, begitu pun dengan yang lain masih tetap sama mereka masih saling menguatkan satu sama lain. Terasa tangan Tisha semakin dingin di buatnya "tenang de" bisik Kalan kepada Tisha.
"Iya bang" jawab Tisha dengan menganggukkan kepalanya.
"Mommy" panggil twince dan Nathan ketika melihat sang mommy yang sedang duduk bersama dengan seorang wanita cantik siapa lagi kalau bukan mommy dari Erlan.
"Sayang" panggil mommy Adin dan berdiri untuk memeluk anak-anaknya.
"Mommy baik-baik saja 'kan?" tanya Nathan.
"Iya sayang, mommy baik-baik saja, lihatlah kini kalian masih bisa memeluk mommy dengan baik bukan?" tanyanya kepada ketiga anaknya dan diangguki oleh Nathan dan twince.
"Daddy dimana mom?" tanya Tikha.
__ADS_1
"Di sebelah sana, bersama dengan tuan Arayyan, daddy dari kak Kia" jelas sang mommy.
"Ah ya sayang, ini ada nyonya Arayyan mommy dari kak Kia" lanjut mommy.
Ketiga anaknya pun melepaskan pelukannya dari sang mommy dan beralih untuk bersalaman dengan mommy Kia "selamat malam nyonya Arayyan, saya Nathan anak bungsu dari mommy Adin dan daddy Ardi, saya turut bersedih atas kejadian ini" ucap Nathan terlebih dahulu kepada nyonya Arayyan, lihatlah anak bungsu mommy dan daddy sudah seperti orang dewasa padahal dia masih SMP.
"Panggil tante saja nak" katanya dan diangguki oleh Nathan.
"Malam tante, saya Tikha anak ke dua dari mommy Adin dan daddy Ardi, saya juga turut bersedih atas kejadian ini, tante yang sabar ya untuk menghadapi semua ini, saya yakin kak Erlan bisa melewati ini semua"
"Terimakasih nak" katanya dan diangguki oleh Tikha.
"Malam tante, saya Tisha anak ke... " belum Tisha melanjutkan perkataannya, namun nyonya Arayyan sudah memeluk tubuh Tisha dengan sangat erat.
Tisha bingung di buatnya, namun tak lama Tisha tersadar dengan pikirannya karena mendengar suara isakan kecil dari nyonya Arayyan, Tisha langsung menepuk-nepuk dan mengelus lembut punggung nyonya Arayyan "tante yang sabar ya, saya yakin kak Erlan akan segera sadar" katanya dengan lembut.
Melihat itu semua orang yang berada di tempat yang sama meneteskan air matanya karena merasa haru dan terlebih lagi mereka tahu bahwa yang ada di dalam adalah 'Abay' pria masa kecil Tisha.
Hanya tersisa Tisha yang masih belum mengetahui tentang keadaan ini, yang ia tahu yang kini ada di dalam adalah Erlan kakak dari Kia.
"Tante, tante tau 'kan kalau Allah engga akan kasih cobaan di atas kemampuan hambanya, jadi tante adalah salah satu hamba kesayangan Allah, karena apa? Karena Allah tau bahwa tante kuat dan bisa untuk melewati ini semua dengan baik bersama dengan om" jelas Tisha lagi dengan lembut.
Masih terdengar isakan dari nyonya Arayyan "pantas saja anakku terus memilihmu dan selalu menjaga hatinya, kamu begitu tulus dan begitu sangat lembut berbeda dengan yang lain, nak. Erlan beruntung memilikimu walaupun kamu tomboy tetapi hatimu sangat lembut selembut kapas" gumam nyonya Arayyan.
"Tisha, sayang" panggil daddy ketika baru saja bergabung dengan yang lainnya.
"Mom sudah" ucap tuan Arayyan kepada sang istri.
Nyonya Arayyan pun melepaskan pelukannya dari Tisha. Tisha pun tersenyum dan menghapus air mata dari nyonya Arayyan, "udah ya tante, tante harus sabar. Tante dan om pasti kuat dan bisa untuk menghadapi ini semua"
"Iya nak, terimakasih ya" kata tuan Arayyan.
Tisha menganggukkan kepalanya "daddy" panggilnya dan beralih memeluk sang daddy. Berbeda dengan Tikha dan Nathan lebih memeluk sang mommy untuk menguatkan dirinya masing-masing dengan apa yang akan terjadi selanjutnya.
Daddy Ardi mengusap lembut rambut sang anak "Sha" panggil daddy.
"Hem?"
__ADS_1
"Ada yang ingin daddy katakan kepadamu"
"Katakan saja daddy" katanya dengan melepaskan pelukannya dari sang daddy.
Sebelum meneruskan perkataannya, daddy Ardi melihat ke arah tuan Arayyan terlebih dahulu untuk meminta persetujuannya, seakan mengerti arti dari tatapan itu tuan Arayyan pun menganggukkan kepalanya.
Daddy Ardi menarik nafasnya dalam-dalam dan membuangnya secara perlahan "Queen"
"Iya daddy? Ada apa dad sebenarnya? Kenapa semuanya terdiam?" tanyanya dengan penuh selidik.
"Maafkan daddy dan mommy sebelumnya tidak memberitahukan kamu dengan apa yang terjadi sebenarnya"
"Ya daddy, sudah Tisha maafkan. Tisha mengerti, lagian daddy juga bilang kalau mau menemui kerabat daddy yang sedang sakit, berarti keluarga kak Kia adalah kerabat daddy 'kan? Kerabat yang akan bersatu menjadi keluarga" jelasnya dengan masih berusaha untuk berfikir positif dengan keadaan sekarang yang semakin membuat dirinya tidak karuan sejak tadi.
Daddy Ardi menganggukkan kepalanya "kamu tau siapa yang ada di dalam ruangan itu?" tanya daddy Ardi perlahan dengan menunjuk ke arah ruangan Erlan.
Tisha mengangguk "tau dad, dia kakaknya kak Kia, kak Erlan"
Daddy mengangguk mengiyakan jawaban Tisha "Erlangga Abay Arayyan" jelasnya.
Tisha terdiam ketika sang daddy menyebutkan nama panjang dari Erlan "dia... " ucap daddy dengan memejamkan matanya untuk melanjutkan perkataanya.
"Dia adalah pria masa kecil kamu Sha, Abay" ucap daddy Ardi.
Duar...
Seperti tersambar petir di siang bolong, Tisha menatap mata sang daddy dan melepaskan pegangan tangannya dari sang daddy.
Mendengar itu Tisha menggelengkan kepalanya kuat-kuat "dad.. daddy bohong 'kan?"
"Daddy becanda 'kan?" lanjutnya lagi sambil menjauhkan tubuhnya dari sang daddy.
"Dad engga lucu ah becandanya, daddy tau 'kan aku paling engga suka kalau becanda tentang hal kaya gini!" ketusnya dan lihatlah semua orang yang berada di tempat itu pun mulai meneteskan air matanya ketika melihat ketidakpercayaan Tisha kepasa daddy nya. Mereka tau bahwa Tisha tidak ingin kenyataan pahit seperti ini.
"Engga sayang, daddy engga becanda" jawabnya namun Tisha masih menggelengkan kepalanya.
Lihatlah mata Tisha sudah mulai berkaca-kaca "mom?" panggilnya kepada sang mommy dan sang mommy hanya mampu menundukkan kepalanya tak bisa untuk menjawabnya.
__ADS_1
"Ab.. Bang?" panggilnya kepada Kalan.