
Priiit.... Suara peluit sudah terdengar dari wasit permainan bola basket ini, menandakan bahwa permainan telah selesai.
"Huraaaa" teriakan histeris dari siswi kelas XII ketika tim mereka memenangkan kompetisi ini, skors beda tipis hanya berbeda 2 dengan tim Gema.
"Huuu" teriak siswi kelas X yang mengalami kegagalan.
"Tenang semua tenang" ucap pak Beni.
Seluruh siswi yang berada disitu pun terdiam, "baik, skor akhir di menangkan oleh tim Gema dari kelas XII" jelas pak Beni dan mendapatkan tepuk tangan yang sangat meriah dari kelas XII.
"Baik, silahkan beristirahat untuk tim laki-laki, karena setelah ini akan ada pertandingan basket wanita, yang akan di wasitkan oleh pak Jeni" jelas pak Beni dan sorak riuh kembali terdengar ketika para tim perempuan sudah memasuki lapangan basket.
Ada Tisha, Reysha, Elvana, Ayumi dan Salsa yang mewakilkan kelas X, sedangkan dari kelas XII di wakilkan oleh Marsha, Angel, Andrea, sarah dan Laila.
"Dari tim kelas XII siapa ketua tim nya?" tanya pak Jeni.
"Saya pak" ucap Andrea dengan mengangkat tangannya.
"Dari kelas X?"
"Saya pak" jawab Ayumi dengan mengangkat tangannya.
Kenapa tidak Tisha? Karena Tisha tidak mau, Tisha tidak terlalu ingin terlihat kemampuannya, maka dari itu Tisha tidak mau menjadi ketua tim, biarlah orang lain saja yang menjadi ketua tim, tohau menjadi ketua tim ataupun bukan kemampuan tetap ada pada diri sendiri.
"Baik silahkan maju" perintah pak Jeni, Ayumi dan Andrea pun maju mendekat ke arah pak Jeni.
"Sama seperti tim yang pertama, jika bola ini sudah di lemparkan ke atas, tanda permainan sudah di mulai" jelas pak Jeni.
"Baik pak" jawab Andrea dan juga Ayumi.
1...
2...
3...
Pak Jeni pun melemparkan bola basketnya ke atas. Andrea dan Ayumi pun melompat untuk merebut bola itu.
__ADS_1
"Rea ambil Re, jangan mau kalah sama kelas X re" teriak Ardan menyemangati Andrea.
"Tishaaaa, sayang ayo kamu jangan mau kalah bep. Masa mau kalah sama timnya ka Rea, ayo keluarkan jurus pamungkasnya Sha, kalahin nenek lampir" teriak Sailendra yang tak kalah heboh.
Seakan tersadar, "lah di timnya Tisha juga kan ada nenek lampir" ucapmya ketika mengingat bahwa Ayumi ikut pertandingan bola basket ini.
"Rea jangan mau kalah, malu sama umur" teriak Miko.
"Skakmat" ucap Kalan ketika mendengar teriakan dari Miko yang menurutnya membuat turun harga diri.
Ardan menggeplak kepala Miko, "jangan gitu juga dong Mik, kasian Rea. Punya penyakit batin nantinya dia" bela Ardan.
Miko menyengir kuda sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "Rea ayo Rea semangat cantik, ada abang cilok tuh yang nunggu di traktir" teriak Miko lagi.
"Nah kalau itu boleh" kata Ardan.
"Ayo Rea abang cilok sudah menunggu" timpal Ardan.
"Lo engga semangatin si Tisha, Gem?" tanya Niko kepada Gema yang sedang meminum air mineral.
Mendengar hal itu Gema bangun dari duduknya, "nah ini yang gue suka dari seorang Gema" kata Niko kepada Reno yang melihat Gema bangun dari duduknya.
"Marsha ayo Sha kalahin kelas X" teriak Gema membuat kedua temannya dan seluruh siswa dan siswi terbengong mendengarnya.
"Lah, gue engga salah denger nih, Nik?" tanya Reno kepada Niko.
"Baru aja gue yang mau nanya ke elo Ren, engga salah denger 'kan? Takut-takutnya telinga gue budek gitu" kata Niko lagi.
"Sha ayo Sha" teriak Gema lagi.
"Bener ko ini mah Ren, kita kaga salah denger" kata Niko lagi dan diangguki oleh Reno.
Kalan yang mendengar itu menarik nafasnya panjang, "ini yang kakak maksud de, kamu pasti akan tersakiti karena ini" ucapnya dalam hati.
"Dan, Dan, kita kaga salah denger kan ya?" biskk Miko kepada Ardan.
"Kaga Mik, itu bener si Gema semangatin si Marsha bukan si Tisha"
__ADS_1
"Ko gue jadi aneh ya Dan?"
"Sama Mik, gue juga aneh deh. Seharusnya kan kita seneng kenapa jadi malah kaya begini ya"
"Udahlah biarin, nanti kita cari tau kenapa. dah mereka"
"Oke sip"
Sama seperti yang lain, Marsha dan Tisha pun mendengarnya, mendengar dengan jelas, lihatlah raut wajah Tisha sudah berubah menjadi tidak bersahabat lagi, Tisha pun mengepalkan tanganya karena merasa marah, lihatlah Tisha mengeluarkan semua kelihaiannya dalam bermain basket, mau bagaimana lagi cara mengeluarkan amarah jika sudah seperti ini? Selain mengeluarkan amarah dengan cara bermain dengan brutal. Reysha yang melihat gerak gerik aneh dari Tisha pun langsung memberikan kode kepada Sailendra untuk menghiburnya.
Kenapa harus Sailendra bukan kepada Kalan? Karena ini adalah pertandingan antara kelas X dan XII, jadi Reysha lebih memilih Sailendra karena Sailendra adalah teman sekelasnya.
Kalan bukan tidak mengerti dengan kondisi saat ini, dimana sang adik yang sedang menahan emosinya. Tapi Kalan harus bersikap profesional bukan? Urusan hati tidak boleh ada yang ikut campur.
Sailendra mengangguk mengerti dengan kode yang di berikan oleh Reysha, "baby ayo sayang, nanti aku traktir es krim" teriak Sailendra yang tak kalah heboh.
Apapun akan Sailendra lakukan demi sepupu tercintanya ini. Kalian tahu bukan Sailendra paling dekat dengan siapa? Yap dengan Tisha, LaTisha, karena menurut Sailendra, hanya Tisha lah sepupu yang paling mengerti dirinya.
Bagaimana dengan Marsha? Marsha tersenyum penuh kemenangan, inilah yang diinginkan oleh dirinya sejak lama, mendengar Gema yang menyemangati dirinya. Belum tahu saja Gema seperti itu hanya untuk memanas-manasi Tisha agar bermain dengan baik dan mengeluarkan semua kemampuannya, bukan maksud ingin mulai hati sangat pujaannya.
Bagaimana dengan Ayumi? Tentu saja Ayumi juga marah mendengarnya, Ayumi si nenek lampir itu pun sudah mengeluarkan tanduknya untuk menjambak rambut Marsha yang menurutnya sangat menyebalkan itu, "Yum, kita lagi tanding" ucap Salsa mengingatkan.
"Ya" jawab Ayumi dengan jutek, dan Ayumi pun kembali bermain basket lagi, namun tidak sesemangat saat pertama kali bermain tadi.
"Masuk" teriak Sailendra ketika Tisha berkali-kali memasuki bola basket ke ring lawan.
"Daebak baby" teriak Sailendra lagi.
"Good job girl" teriak Kalan ketika melihat permainan Tisha yang sangat baik itu. Tisha pun tersenyum ketika mendengar suara dari sang kaka.
"Good job queen" gumam Gema di dalam hati sambil tersenyum melihat permainan yang sangat baik itu.
"Bantai Sha, bantai" teriak Sailendra.
"Gila sih gila" kata Lio sambil menggelengkan kepalanya ketika melihat permainan Tisha yang sangat apik itu.
"Parah sih keren banget" kata Rendra.
__ADS_1
"Go Tisha Go Tisha Go" teriak Sailendra dan juga Agas yang ikut menyemangati Tisha.
"Go Rea Goa Rea" timpal Miko dan juga Ardan yang tak ingin kalah oleh Sailendra.