Twince LA

Twince LA
Salting


__ADS_3

"Udah selesai makannya?" tanya Erlan kepada Reysha dan juga Tisha.


"Udah" jawab Reysha yang juga diangguki oleh Tisha.


Erlan mengangguk, "mari kita pulang" ajaknya.


"Kamu pulang ke rumah utama atau ke rumah kamu, Ey?" tanya Tisha.


"Ke rumah aja, Sha. Lagian kalau ke rumah utama dulu nanti ribet lagi"


"Oke kalau gitu" kata Tisha dan berjalan keluar dari resto karena Erlan sedang membayar pesanan mereka tadi.


"Udah?" tanya Tisha ketika Erlan sudah masuk ke dalam mobilnya.


Erlan mengangguk, "iya udah" jawabnya dengan melihat ke arah Tisha.


Erlan tersenyum dan mendekat ke arah Tisha, "omo" teriak Reysha sambil menutup matanya dengan kedua tangannya karena melihat Erlan yang mendekat ke arah Tisha seperti hendak mencium Tisha.


Sama seperti Reysha yang terkejut, Tisha pun ikut terkejut dengan pergerakan yang Erlan berikan kepadanya, Tisha sampai harus menahan nafasnya karena itu, "ma... mau apa?" tanyanya dengan menahan nafas dan mata yang berkali-kali berkedip karena terkejut.


Erlan tersenyum, "ini aku mau pakein seatbelt kamu, Sha" katanya dengan tersenyum yang kemudian memasangkan seatbelt milik Tisha.


Tisha mengangguk dengan tetap menahan nafasnya, "gila engga sih gue ini, segini gue masih tahan nafas tapi ko wanginya Abay ke cium banget ya sama gue, anjir. Mana gue dag dig dug banget nih jantung, semoga engga kedengeran sama Abay deh" gumam Tisha dalam hati.


"Aku engga bakal apa-apain kamu kok, Sha. Kamu tenang aja, mukanya engga usah sampe merah gitu" ledek Erlan kepada Tisha ketika sudah memasangkan seatbeltnya.


Setelah Erlan menjauh darinya, Tisha pun bisa bernafas lega. Melihat itu Erlan tersenyum dan mengusap lembut rambut Tisha yang masih diikat cepol tak beraturan.


"Aku maau gitu juga bundaaa" celetuk Reysha yang sedang memperhatikan keduanya.


"Dih apaan si, Ey" kata Tisha dengan wajah yang semakin merona.


"Ka Erlan, aku juga belum pake seatbelt loh, ko aku engga di pakein sih?" tanya Reysha membuat Erlan tertawa karenanya.


"Bisa pake sendiri 'kan?" tanya Tisha dengan wajah yang horor menatap ke arah Reysha.


"Hehehe" tawa Reysha yang di paksakan.


...****************...


"Makasih ya udah mau anterin pulang" kata Reysha ketika sudah sampai di rumahnya dengan diantarkan oleh Tisha dan juga Erlan.


"Salam sama ayah dan bunda ya, Ey"


"Oke, engga mampir dulu?" tanyanya.


"Engga, udah sore juga" jawab Tisha dan diangguki oleh Reysha.


"Kalau gitu kalian hati-hati ya"


"Oke" jawab Tisha.


"Jangan macem-macem di mobilnya" peringatan Reysha.


"Paling dua macam, Ey" jawab Erlan yang mendapatkan tatapan horor dari Tisha.


"Kita pamit ya, Ey" lanjut Erlan dan diangguki oleh Reysha.

__ADS_1


"Dadah" kata Reysha dengan melambaikan tangannya dan di balas oleh Tisha.


"Aaa sosweet banget sih mereka berdua, engga jadi deh milih ShaGemnya, mau jadi ShaBay aja. Udah terlanjur jadi fans berat banget nih gara-gara tadi, huaaaa... Udah kaya di drakor drakor aja deh cuma sayangnya tadi engga ada kissun aja" celiteh Reysha di depan gerbang rumahnya.


Sedang asik membayangkan sang sepupu, Reysha sampai tak sadar bahwa kini sedang ada seseorang yang memperhatikan dirinya dari dalam mobil.


Tin... Akhirnya seseorang yang berada di dalam mobil pun membunyikan klaksonnya karena merasa sudah sangat kesal menunggu Reysha yang tak kunjung masuk ke dalam rumah.


Reysha terkejut ketika mendengar klakson dari mobil yang kini ada di hadapannya, "monyet" teriaknya yang memang Reysha adalah wanita latah.


"Matamu monyet, segini abang gantengnya" teriak Reyka di dalam mobil.


"Buka gerbangnya, Ey" lanjutnya Reyka dari dalam mobil yang menyebulkan kepalanya keluar.


"Ih abang nyebelin banget sih!" gerutu Reysha ketika melihat sang kakak yang berada di dalam mobil.


Reyka terkekeh di buatnya, "umur udah tua, tapi kelakuan masih aja kaya anak kecil" kata Reyka


"Kamu tadi lagi lamunin apaan si Ey?" tanya Reyka ketika sudah turun dari mobilnya.


Reysha langsung bergelayut manja kepada sang kakak, "aku pengen punya pacar dong, bang"


Reyka mengerutkan keningnya, "ko tiba-tiba?"


"Aaaa pengen kaya Tisha" adunya.


"Tisha? Kenapa emang?"


"Sosweet banget sama ka Erlan, bang. Kaya di drakor drakor yang aku tonton, mana ganteng banget lagi kaya oppa oppa, aaaaa pokonya pengen"


Reyka terkekeh di buatnya dan menggelengkan kepalanya mendengar keluhan dari sang adik, "kalau belum siap jangan dulu, suatu hubungan itu engga selamanya berjalan mulus, de"


"Ya kamunya aja yang engga tau, abang juga ada berantem-berantemnya sama ka Geisha"


"Udah sana ke kamar jangan kebanyakan nonton drakor, nanti kamu ngebayangin yang engga-engga lagi" kata Reyka mengingatkan.


"Siap pak bos" jawab Reysha.


...****************...


"Aku tadi udah telepon mommy kalau kamu sama aku" kata Erlan ketika sudah keluar dari komplek rumah Reysha.


Rumah para sepupu keluarga Wijaya memang tidak begitu jauh dari rumah utama, itu bukan perintah dari Ardi melainkan keinginan mereka yang ingin berdekatan dengan Ardi katanya biar anak-anak dekat jika akan bermain karena selalu di rumah karena bosan.


Tisha mengangguk, "lagian kenapa kamu harus telepon mommy? 'Kan sebentar lagi juga kita sampai ke rumah"


Erlan tersenyum mendengarnya, "kita engga langsung pulang ke rumah, Sha. Aku mau bawa kamu dulu ke suatu tempat"


Tisha membuatkan matanya "Hah?"


"Aku engga bawa baju ganti, Bay. Aku masih pake seragam. Nanti kamu dibilang pedofil lagi" ledek Tisha dengan diiringi kekehan kecil.


Erlan ikut terkekeh di buatnya, "kita ke boutique MSH aja dulu ya, engga apa-apa 'kan?" tanya Erlan dan diangguki oleh Tisha.


...****************...


"Aduh aku engga biasa pake gaun kaya gini, Bay" bisik Tisha ketika sudah sampai di boutique MSH.

__ADS_1


Abay mengangguk, "mau ke mall aja?" tanya Abay kepada Tisha.


"Engga apa-apa?"


"Engga apa-apa dong, yaudah kamu tunggu di mobil ya, nanti aku nyusul"


"Oke" jawab Tisha dan pergi meninggalkan Erlan di dalam butik.


Setelah kepergian Tisha, Erlan mendekat ke arah Kasir, "apakah manager anda ada?" tanya Erlan kepada kasir tersebut.


"Ada tuan"


"Tolong bilang kepada manager anda bahwa ada Erlangga Arayyan di sini ingin bertemu dengannya"


"Baik tuan, tunggu sebentar"


"Kamu disini?" tanya sang manager MSH yang baru saja keluar dari ruangannya.


Erlan melihat ke arah sang manager, "eh iya tante, tadi pagi baru sampai, tante apa kabar?"


Ya! Manager MSH adalah tante dari Erlan, tante dari sang ibu yang merupakan marga dari Myseha.


"Kabar tante baik, bagaimana kabar kamu dan keluarga kamu, nak?" tanya balik sang tante.


"Baik tante"


"Syukurlah, oya ada apa kamu mencari tante, Lan?"


"Ini tante, Erlan mau tante buatkan dua gaun untuk pesta birthday dan satu gaun malam untuk hadiah" jelas Erlan mengutarakan keinginannya.


Sang tante tersenyum, "siapa cewenya?" tanya sang tante.


Erlan mengusap tengkuknya karena merasa malu, "tante juga akan tau nanti" jawabnya dengan wajah yang sudah merona.


"Apa tante mengenalinya?"


Erlan mengangguk, "tentu" jawabnya.


"Wah, jadi semakin penasaran saja"


"Tante akan tau nanti, tapi tan, Erlan engga bisa lama-lama soalnya Erlan sudah di tunggu"


Sang tante mengangguk, "untuk kapan gaun itu, Lan?"


"Bulan depan tante"


Sang tante kembali mengangguk, "besok kamu, kembali kesini lagi saja, untuk membicarakan gaun seperti apa yang kamu inginkan"


"Baik tante, Terima kasih banyak tan, maaf Erlan banyak merepotkan"


"Engga apa-apa dong, apapun akan tante lakukan untuk kamu"


"Terima kasih banyak tan"


"Sama-sama"


"Kalau begitu Erlan permisi dulu ya tan"

__ADS_1


"Iya, hati-hati ya. Ingat besok jam 10 kita ketemu disini ya, langsung ke ruangan tante aja di lantai 2"


"Oke tan" jawab Erlan dan Erlan pun keluar dari boutique tersebut.


__ADS_2