
"Bang kita harus pulang, kalian juga udah lama meninggalkan sekolah" ucap daddy Ardi kepada anak dan keponakannya.
"Aku setuju" jawab Sailendra dengan semangat. Bagaimana tidak semangat, Sailendra sudah tidak sabar untuk bertemu dengan wanita pujaannya dan menghukum para teman-temannya itu.
Tikha melirik ke arah Sailendra "semangat amat" sindirannya.
"Bodo" katanya sambil menjulurkan lidahnya.
"Dih" kata Tikha sambil menjauhkan tubuhnya dari Sailendra.
"Jadi kapan kita akan pulang dad?" tanya Kalan kepada sang daddy.
"Besok" jawabnya.
"Kenapa engga malam ini aja dad?" timpal Sailendra.
"Kita butuh istirahat yang cukup Len, perjalanan kita jauh" jelas sang daddy.
Sailendra menganggukkan kepalanya "oke deh dad"
"Kamu udah engga sabar ya mau ketemu sama cewe itu" ledek Tisha.
Sailendra membulatkan matanya "berisik!" ketusnya.
"Siapa Sha siapa?" tanya Tikha dengan penuh semangat.
"Engga ada engga ada siapa-siapa" jawab Sailendra.
"Ih sebel" katanya dan membuat Tisha terkekeh.
"Kamu gimana Sha, ikut pulang?" tanya daddy.
"Ikut dad, aku juga udah harus sekolah bukan?"
Daddy mengangguk "baik, jadi besok pagi kita akan berangkat"
"Oke daddy" jawab anak dan keponakannya secara kompak.
"Silahkan kalian istirahat, besok pagi kita akan kembali ke rumah sakit untuk pamit" perintah daddy.
"Baik dad" jawabnya secara kompak tapi tidak dengan Tisha.
"Emm... Dad" panggilnya.
"Iya sayang?" tanyanya.
"Apa boleh Tisha menginap di rumah sakit malam ini?"
"Apa kamu engga lelah, nak?"
"Engga dad"
"Sendiri?"
"Iya dad"
"Baiklah, ayo daddy antar kamu ke rumah sakit, tapi ingat kamu harus istirahat, besok kami akan menjemput kamu di rumah sakit"
"Baik dad, terimakasih"
"Sama-sama sayang, ayo kamu bersiap dulu daddy tunggu di depan ya"
"Oke dad"
...****************...
"Ngapain ya yang enak?" tanya Zahra dalam hati ketika sudah berada di dalam kamarnya.
"Siaran langsung aja deh" katanya lagi.
"Harus cantik dulu gengs" monolognya lagi sambil menata rambutnya agar rapih.
"Selesai, saatnya siaran langsung" ucapnya lagi.
That if I can't be close to you
I'll settle for the ghost of you
I miss you more than life (more than life)
And if you can't be next to me
Your memory is ecstasy
I miss you more than life
__ADS_1
I miss you more than life
"Enak juga nih suara gue anjir" girangnya ketika sudah menyanyikan lagu Ghost - Justin Bieber.
"Lagi ah"
Terluka dan menangis tapi ku terima
Semua keputusan yang telah kau buat
Satu yang harus kau tahu
Ku menanti kau tuk kembali
Ho ho wo oh
"Uhuk... Uhuk... Uhuk.. "
"Anjir tinggi banget ege" keluh Zahra.
"Hahahahaha" terdengar suara yang sedang tertawa dengan sangat keras ketika mendengar Zahra yang terbatuk-batuk setelah bernyanyi.
Zahra melihat ke arah Nathan yang sedang memegang segelas jus dibtanganya.
"Minuman gue" keluh Nathan ketika melihat Zahra yang mengambil minumnya.
"Seger banget Tuhan" syukurnya setelah meminum milik Nathan.
"Nih" ucap Zahra sambil memberikan gelas kosong kepada Nathan.
Lihatlah kini Nathan sedang menelan ludahnya karena merasa haus "miris banget" keluh nya ketika melihat kini gelasnya sudah tidak ada lagi isinya seperti tadi.
"Makasih banyak Nathan" kata Zahra.
"Araaaa!!" teriak Nathan kepada Zahra.
"Apa?" tanyanya dengan wajah polos.
"Minum Nathan" katanya.
Zahra hanya memberikan sengiran kudanya "enak" jawabnya dengan polos.
"Araaa!!" teriaknya lagi dan membuat Zahra berlari sambil tertawa terbahak-bahak.
"Eh eh bentar-bentar, aku kan lagi siaran langsung"
"Nathan bentar Nat"
"Kenapa?" tanya Nathan.
"Zahra lagi siaran langsung, haduh engga keliatan cantik dong ini mah Ara" paniknya dan kembali ke kamarnya untuk melihat yang sedang menonton siaran langsung di ponselnya.
Lihatlah seakan terlupakan Nathan dan Zahra kembali akur dengan Nathan yang mengikuti Zahra dari belakang "what the hell" teriak Zahra.
"Kenapa si? Engga bisa kalau engga teriak-teriak?" tanya Nathan sambil menutup telinganya.
"Liat deh Nathan yang nontonnya banyak banget gilaa"
"Emang berapa?"
"20"
"Pppffft... Hahahaha" Nathan kembali dk buat tertawa dengan jawaban Zahra.
Merasa kesal, Zahra pun memukuk pundak Nathan "ko di ketawain sih? 20 itu banyak tau Nath, liat deh yang follow Ara aja udah ada 100"
Nathan masih tertawa di buatnya "mana ada 20 itu banyak Ara" ledeknya.
"Banyak Nathan, emang Nathan punya berapa followers?"
Nathan berhenti tertawa walaupun masih sedikit-sedikit tertawa "sebentar" katanya sambil mengambil ponselnya untuk memperlihatkan followers miliknya.
"Nih liat" kata Nathan yang kemudian menunjukkan followers akun media sosialnya.
Zahra membulatkan matanya ketika melihat followers Nathan yang menyampai angka 1000 padahal Nathan hanya memiliki 1 postingan saja tetapi banyak yang follow, sedangkan dirinya yang sudah memiliki 5 postingan tetapi baru memiliki 100 followers.
"Ko bisa?" tanyanya.
"Bisalah"
"Promoin dong akun Ara, Nathan"
"Engga mau"
"Dih nyebelin deh"
__ADS_1
"Bodo"
"Eh eh ada abang ganteng nonton" teriaknya ketika tak sengaja ada nama @gemaptr.dermwn yang baru saja menonton siaran langsung Zahra.
"Siapa siapa?" tanya Nathan sambil mencari tahu.
"Kepo" katanya dengan menutup layar ponselnya agar tidak terlihat.
"Dih pelit banget"
"Nathan juga pelit sama Ara"
"Engga peduli"
"Udah ah Nathan mau keluar aja" lanjutnya.
"Ajak live bareng ah" kata Zahra setelah Natha keluar dari kamarnya.
"Hay abang ganteng" sapa Zahra ketika Gema sudah ikut bergabung dalam live streaming milik Zahra.
"Hay juga"
"Kakak nyanyi dong" kata Zahra to the point.
"Boleh, mau di nyanyiin lagu apa?"
"Apa aja deh, gimana kakak"
"Oke, sebentar ya ambil gitar dulu"
"Ashiaap"
Lihatlah Gema belum bernyanyi pun komen lara teman-temannya Zahra sudah penuh, Zahra hanya membalasnya dengan kata "iya dong, iyalah" dan diiringi dengan cekikikan khasnya.
"Udah siap?" tanya Gema ketika sudah kembali dengan membawa gitar kesayangannya.
"Udah"
Jreng......
...****************...
"Sore tante, om" sapa Tisha kepada kedua orang tua Erlan.
"Sore nak"
"Maaf tante Tisha ganggu"
"Engga ganggu ko, sini masuk"
"Iya tante terimakasih"
"Mom, daddy ke Angga dulu ya" kata daddy kepada mommy Erlan.
"Iya dad" jawbanya.
"Hay" sapa Tisha kepada Erlan.
Erlan tersenyum "hay" jawabnya.
"Bagaimana? Semakin membaik?" tanyanya.
Erlan mengangguk "iya, tinggal masa pemulihan aja"
"Oh syukurlah"
"Oya tante, ini Tisha bawain makanan tadi Tisha sama daddy sempet mampir dulu ke restoran dekat sini" katanya sambil memberikan bingkisan yang ia bawa.
"Owalah repot-repot makasih ya"
"Engga ngerepotin ko tante"
"Yaudah kalau gitu tante mah keluar dulu ya bawa makanan ini buat di makan di sebelah tempatnya Angga"
"Oh iya tante"
"Boleh 'kan tante titip Erlan dulu sebentar?"
"Boleh tante"
"Yaudah tante tinggal dulu ya"
"Iya tante"
"Mommy tinggal dulu ya nak"
__ADS_1
"Iya mom"