Twince LA

Twince LA
Perjalanan


__ADS_3

“Hey Tisha kamu lagi ngapain sih mainin ponsel


terus?” tanya Gema basa-basi.


“Mata lo siwer kah?” jawab Tisha dalam hati.


“Ko aku ngomong engga di jawab sih, Sha?”


“Kak bisa diem engga? Engga usah ganggu gue!” jawab Tisha jutek.


“Oke oke” jawab Gema sambil tersenyum.


“Yailah si Gema malah disini kampret banget” celetuk Reno kepada Gema yang akan duduk di kursi belakang.


“Suka-suka gue lah” jawab Gema sekenanya.


“Lah terus kita dimana, Nik?”


“Di belakanglah Ren, kita 'kan mau gitaran nanti”


“Iya juga, lu kaga bakal ikutan, Gem?”


“Ikutanlah masa engga. Nanti gue dari sini, gue 'kan mau deket-deket sama pujaan hati gue dulu”


Seluruh siswa dan siswi yang mendengar itu pun bersorak “Cie ka Gema” Secara serempak terkecuali Ayumi, Marsha, Sailendra dan juga Tisha tentunya.


“Ceileh, yaudahlah kuy Ren kita cepet kebelakang” ajak Niko kepada Reno.


“Kuy” Reno dan Niko pun bergegas ke kursi belakang bus tersebut untuk segera duduk.


***


Sementara itu di Bus 2


“Tik… Tik… Tikha” panggil Eysha.


“Hem kenapa Eysha?”


“Kamu tadi liat si Tisha sama siapa itu kakak seniornya?”


“Hem… (Sambil mikir) aku lupa Ey”


“Ka….”


“Siapa?”


“Ka Ge….”


“Gema”


“Nah itu dia, Gema!” ucap Eysha.


“Kenapa emangnya, Ey?”


“Menurut kamu ada yang beda engga Kha dari mereka?”


“Hem… (sambil berfikir)”


“Ish lama”


“Ck.. Sabar dong Ey”


“Tapi kayanya ada deh Ey” lanjut Tikha.


“Iya betul” ucap Eysha sambil menjetikkan jarinya.


“Kamu ngerasa engga sih kalau kak Gema itu kaya yang lagi ngedeketin si Tisha”


“Nah iya bener juga” jawab Tikha.


“Eh tapi udahlah jangan di pikirin Ey, nanti kita tanya langsung aja ke Ica” lanjut Tikha.


“Iya Kha bener harus kita tanyain” kata Eysha dan diangguki oleh Tikha.


Tanpa sepengetahuan mereka berdua bahwa ada Ardan yang sedang mendengar percakapan mereka berdua.


Ardan yang memang tidak sengaja mendengar karena akan duduk di kursi belakang pun berhenti sejenak ketika mendengar perbincangan antara Tikha dan juga Reysha.


“Engga bisa dibiarin, gue harus kasih tau si Miko sama si Kalan nih” ucap Ardan dalam hati dan melanjutkan perjalanannya ke kursi belakang.


“Woy Mik” sapa Ardan kepada Miko yang tengah mengambil gitar di dalam tasnya.


“Apa sih lu?”


“Si Gema bener-bener mau ngejar si Tisha kayanya” bisik Ardan kepada Miko.


Miko yang mendengarnya pun memberhentikan aktivitasnya untuk mengeluarkan gitar kesayangannya itu “kata siapa lu?”


“Gue tadi denger obrolan si Tikha sama si Reysha"


“Serius lo, Dan?”


“Yaelah iye gue serius anjir”


“Yaudah lu kasih tau si Kalan sana”


“Tapi 'kan si Kalan lagi di jalan juga pastinya Mik, engga bakal megang ponsel juga lagian 'kan dia juga yang bawa mobilnya”


“Iya juga ya. Yaudah lu hubungin si Ilen gih sana. Soalnya dia ada di Bus 1”


“Kenapa engga si Kia aja?”


“Yaelah itu mah elo yang mau modus anjir”


“Hehe” kata Ardan sambil menggaruk telinga belakangnya yang tidak gatal.


“Udah cepet sana lo hubungin si Ilen”


“Oke oke” ucapnya sambil mengambil ponselnya di saku jaketnya yang sedang Ardan pakai.


Ardan Farijal


Gimana disana Sai? Aman?


***


Bus 1


Dret.. Dret… Dret…


“Ck siapa sih, ganggu gue main game aja” gerutu Sailendra yang tengah asik bermain game online di ponselnya.


“Ka Ardan” Gumam Sailendra.


Sailendra pun membuka ponselnya dan membaca pesan yang dikirimkan oleh sang kaka sepupunya itu.


Ka Ardan Farijal


Gimana di sana, Len? Aman


^^^Sailendra Wijaya^^^

__ADS_1


^^^Aman bang lo tenang aja, kalau ada apa-apa juga gua pasti bilang ko ke elo. Engga usah ganggu, gue lagi main game!^^^


***


Sudah 1 jam perjalanan, bus 1 hanya hening dan sepi, entah kenapa dan entah sedang melakukan apa manusia-manusia ini, berbeda dengan bus 2 yang sedang bernyanyi dan tertawa bersama di sana dari 30 menit yang lalu.


“Bosen banget gue anjir” celetuk Reno.


“Yaudahlah kuy gas kita nyanyi” ucap Niko.


“Oke gue yang mainin gitar yang lain ikutan ya biar engga sepi”


“Oke” jawab semuanya serempak.


Jreng…


Satu Hati Sampai Mati – Thomas Arya, Elsa Pitaloka


Walau menangis pilu hati ini


Sayangku akan tetap abadi


Sampai akhir masa kau kunanti


Hanya kau yang aku sayangi


Sumpah mati bukan maksud di hati


Tuk meninggalkan dirimu oh kasih


Ku melangkah pergi karna janji


Usah kasih engkau bersedih


Cintaku suci


Hanya satu untuk dirimu


Ku percaya padamu


Kasih ku akan menunggumu


Demi cintamu rela ku berpisah


Meski sekian lama kita takkan bersua


Pergilah kasih


Usah risaukan ku yang menanti


Sungguh berat hatiku meninggalkan


Dirimu kekasih air mata berlinang


Ku kan kembali kepada dirimu


Setiamu takkan kuduakan


Hanyalah dirimu kasih satu yang kusayang


Takkan tergantikan


Semoga kau dan aku


Satu hati sampai mati


Setia tak terganti


Walau menangis pilu hati ini


Sayangku akan tetap abadi


Hanya kau yang aku sayangi


Sumpah mati bukan maksud di hati


Tuk meninggalkan dirimu oh kasih


Ku melangkah pergi karna janji


Usah kasih engkau bersedih


Cintaku suci


Hanya satu untuk dirimu


Ku percaya padamu


Kasih ku akan menunggumu


Demi cintamu rela ku berpisah


Meski sekian lama kita takkan bersua


Pergilah kasih


Usah risaukan ku yang menanti


Sungguh berat hatiku meninggalkan


Dirimu kekasih


Air mata berlinang


Ku kan kembali kepada dirimu


Setiamu takkan kuduakan


Hanyalah dirimu


Kasih satu yang kusayang


Takkan tergantikan


Semoga kau dan aku


Satu hati sampai mati


Setia tak terganti


Hanyalah dirimu kasih satu yang kusayang


Takkan tergantikan


Semoga kau dan aku


Satu hati sampai mati


Setia tak terganti


Sumber: Musixmatch

__ADS_1


“Boleh gue main gitar?” tanya Tisha kepada Reno. Reno, Niko dan Gemapun melihat ke arah Tisha yang bertanya kepada Reno. Karena sekarang posisinya Gema berada di hadapan kedua temannya itu untuk ikut bergabung bernyanyi bersama.


“Emang lo bisa?”


“Kalau gue engga bisa, engga bakal nanya”


Reno pun menepuk jidatnya karena merasa oon sama dirinya sendiri kenapa pertanyaan konyol seperti itu bisa keluar dari mulutnya.


“Ck bodoh” celetuk Niko sambil menggelengkan kepalanya.


“Yaudah nih boleh” kata Reno sambil memberikan gitarnya kepada Tisha.


Tisha pun mengambil gitar tersebut dan mulai memainkan gitarnya sambil bernyayi lagu favorite dirinya itu.


Jreng


Bad Liar – Imagine Dragons


Oh, hush, my dear, it's been a difficult year


And terrors don't prey on


Innocent victims


Trust me, darling, trust me darling


It's been a loveless year


I'm a man of three fears


Integrity, faith and


Crocodile tears


Trust me, darling, trust me, darling


So look me in the eyes


Tell me what you see


Perfect paradise


Tearing at the seams


I wish I could escape


I don't wanna fake it


Wish I could erase it


Make your heart believe


But I'm a bad liar, bad liar


Now you know


Now you know


I'm a bad liar, bad liar


Now you know, you're free to go (go)


Did all my dreams never mean one thing?


Does happiness lie in a diamond ring?


Oh, I've been askin'


Oh, I've been askin' for problems, problems, problems


I wage my war, on the world inside


I take my gun to the enemy's side


Oh, I've been askin' for (trust me, darling)


Oh, I've been askin' for (trust me, darling)


Problems, problems, problems


So look me in the eyes


Tell me what you see


Perfect paradise


Tearing at the seams


I wish I could escape


I don't wanna fake it


Wish I could erase it


Make your heart believe


But I'm a bad liar, bad liar


Now you know


Now you know


That I'm a bad liar, bad liar


Now you know, you're free to go


I can't breathe, I can't be


I can't be what you want me to be


Believe me, this one time


Believe me


I'm a bad liar, bad liar


Now you know


Now you know


That I'm a bad liar, bad liar


Now you know, you're free to go


Oh


Please believe me


Please believe me


Baru saja Tisha ingin mengembalikan gitarnya kepada Reno, Elvana dan yang lainnya bersuara menghentikan pergerakan Tisha “Lagi dong, Sha” kata Elvana dan yang lainnya.

__ADS_1


__ADS_2