
"Ke wangian engga ya gue" monolog Gema ketika sudah berkali-kali menyemprotkan parfume ke baju seragamnya.
Gema sangat bersemangat bersekolah hari ini karena ia tahu bahwa Tisha sudah pulang ke Indonesia sejak semalam terlihat dari postingan Zahra. Kenapa tidak dari postingan Tisha? Karena Tisha bukan tipikal wanita yang sedikit-sedikit upload, Tisha lebih menyimpan semuanya di ponselnya ataupun di kngatannya, tidak seperti Zahra yang apapun pasti akan ada di sosial medianya.
"Anak bunda tumben banget jam segini udah rapih, wangi lagi" ucap sang bunda kepada sang anak sulung tampannya, Gema.
Gema tersenyum "lagi pengen pagi-pagi aja bun berangkatnya"
"Pasti lagi cari sensasi biar di bilang, "ka Gema rajin banget, pagi-pagi udah di sekolah aja" biasa bun itu mah lagi cari-cari perhatian gitu" ledek sang adik, Galih.
"ikut campur aja deh" kata Gema dengan langsung mendudukan dirinya untuk sarapan.
Sang bunda hanya menggelengkan kepalanya saja melihat kelakuan kedua anaknya.
"Widih ada angin apa nih ko kakak udah rapih aja" ledek sang ayah yang baru saja ikut bergabung di meja makan.
Gema yang mendengarnya mendengus kesal berbeda halnya dengan Galih yang terkekeh mendengar ledekan itu "biasa yah, lagi cari-cari perhatian ciwi-ciwi di sekolahnya"
"Waduh, kakak kamu lagi deket sama siapa, Lih? Ko engga perah di kenalin ya sama kita"
"Itu loh yah sama si tomboy" ceplos Galih yang dapat injakan dari Gema.
"Ash" keluh Galih.
"Kaya cewe banget tuh mulut" ketus Gema.
Sang bunda mengerutkan dahinya "tomboy?" tanya sang bunda.
Gema menggeleng "Engga ada bun, itu mah si Galih aja, kakak engga lagi deket sama siapa-siapa kok"
"Bundaa, itu loh yang pernah video call sama kakak" celetuk Galih lagi dan kembali Gema menginjak kaki sang adik dengan sangat keras.
"Gua pites leher lu de!"
Galih nyengir kuda "vis" katanya sambil mengangkat tangannya dengan menyerupai huruf V.
"Oh itu tomboy kak?" tanya bunda lagi.
Gema kembali menggeleng "engga bun" elaknya.
Gema memang belum mau mengenalkan Tisha kepada keluarganya.
Kalian ingat bukan kata-kata Gema ketika ditanya sama sang bunda?
__ADS_1
Said Gema "Nanti ya bun, kalau dia udah yakin sama Gema, baru Gema bawa dia kesini. Sekarang bunda do'ain yang terbaik aja untuk Gema"
Kalau kalian lupa, ada di bab 61 yang berjudul Centilnya Zahra.
Sebenarnya bukan hanya karena Gema ingin meyakinkan Tisha terlebih dahulu, tetapi lebih ke sang bunda yang tidak suka dengan wanita tomboy, itulah poin pertama yang Gema belum siap untuk mempertemukan Tishs dengan keluarganya.
"Ekhem, udah ayo lanjutkan sarapannya" ucap ayah menengahi. Ayah memang sangat tahu bahwa kini sang istri sangat kesal dan juga sangat penasaran dengan perkataan yang di lontarkan oleh anak bungsunya.
Dirinya bukan tak tahu menau tentang Gema dan wanita incaranya, ayah sudah cari tahu semua tentang wanita yang sedang di dekati oleh Gema, ia tu bahwa si tomboy itu adalah Tisha anak dari mantan masa lalunya, Adin.
Ayah tidak bisa melarang atau mencampuri urusan anaknya, karena menurut ayah urusan hati adalah ranah pribadi seseorang yang tak bisa diikut campuri oleh orang tau, terkecuali sang anak meminta pendapat atau yang lainnya baru orang tua bisa ikut campur walaupun tidak jauh. Peran orang tua disini hanya mengingatkan dan menegur jika sang anak sudah keterlaluan, selebihnya biarkan sang anak yang melakukan dan merasakannya.
"Iya yah" jawab Galih.
...****************...
"Pagi banget ya gue disini" monolog Gema ketika melihat jam tanganya menunjukkan pukul 6.15 pagi.
Gema kembali memejamkan matanya sambil mendengarkan musik yang ada di mobilnya.
Hari ini Gema memang membawa mobil karena motornya sedang berada di markasnya.
Tak lama terdengar suara motor sport yang sangat di kenalinnya, Gema membuka matanya untuk memastikan apa yang ia pikirkan.
Yap benar saja yang datang dengan motor sport itu adalah Kalan, sahabatnya sejak SMP yang harus kandas karena kesalah pahaman.
"Gue kangen main-main bareng lo" monolognya lagi.
"Vi, Vi, kenapa bisa jadi gini" monolognya lagi ketika mengingat kenangannya bersama kedua temannya Kalan dan juga Viona.
Gema menarik nafasnya dalam-dalam dan membuangnya secara perlahan untuk mengembalikan mood baiknya pagi ini.
Gema kembali melihat ke arah parkiran ketika mendengar suara mobil yang baru saja masuk ke area parkir.
Senyum manis terbit dari wajah Gema ketika membaca plat nomor mobil tersebut, A 715 A.
Gema segera kembali merapihkan rambutnya dan turun dari mobilnya.
"Akhirnya bisa sekolah lagi" ucap Tikha ketika sudah sampai di sekolahnya.
"Tikha, Tisha" teriak Elvana ketika melihat kedua temannya ada di parkiran.
"Elvana" teriak Tikha dan juga Tisha.
__ADS_1
"Kangen banget" kata Elvana dengan memeluk erat kedua temannya.
"Iya kangen banget" jawab Tikha.
"Yaudah yuk kita masuk aja" ajak Elvana.
"Ayo" ucap si kembar.
"Eh" ucap Tisha, Tikha dan Elvana terkejut ketika membalikkan badan melihat ada Gema yang sedang berdiri dengan bersandar di mobilnya dengan tangan yang di silahkan di depan dada dan tersenyum ke arah mereka bertiga.
"Itu ka Gema 'kan?" tanya Elvana.
"Iya" jawab Tisha dengan menagnggukkan kepalanya.
"Engga salah liat kan gue?" tanya Elvana lagi smabil mengucek matanya.
"Engga" jawab Tisha lagi sambil menggelengkan kepalanya.
"Eh eh dia kesini" kata Tikha yang melihat Gema berjalan ke Arab mereka bertiga dengan tangan yang di masukan ke dalam kantong celananya, lengan baju yang di lipat sampai sikut, rambut yang sedikit acak-acakan dengan senyum manis yang tak pernah luntur dari wajahnya.
"Ko ganteng banget ya" puji Elvana tanpa sadar.
Memang semuanya juga pasti ganteng ganteng El, kalau di dunia kehaluan tuh🙈 ~author
"El" tegur Tikha.
Elvana yang tersadar memikul jidatnya dan langsung mengajak Tikha untuk masuk ke kelasnya terlebih dahulu "Kha dah yuk kita duluan aja, dari pada kita disini jadi obat nyamuk" katanya dan diangguki oleh Tikha.
"Yuk, kita duluan ya Sha" pamitmya dan diangguki oleh Tisha.
"Hay" sapa Gema kepada Tisha.
"Ya ka Gema" jawabnya dengan sedikit kaku karena takut ada para sepupu dan kakaknya yang melihat.
"Apa kabar?" tanyanya.
"Baik, kakak sendiri gimana?"
"Baik" jawabnya dengan menganggukkan kepalanya.
"Mau ke kelas?"
"Iya"
__ADS_1
"Yaudah bareng aja" ajaknha dan dkanggooleh Tisha. Ingat Tisha masih jutek walaupun agak sedikit luluh, dan ingat Tisha masih tomboy bumi. jadi feminim. seperti Tikha dan kawan-kawan, jadi wajar saja jika Tisha masih terlihat jutek.
"Kamu kemana aja?"