Twince LA

Twince LA
Lagi Badmood


__ADS_3

"Nenek" teriak Tisha ketika sudah sampai di rumah sang nenek dari mommy Adin.


"Waalaikum salam" jawab sang nenek.


Tisha tersenyum mendengarnya, "Assalamualaikum nek" katanya dan diikuti oleh Kalan.


"Wa'alaikum salam"


"Cucu-cucu nenek" katanya.


"Kalian cuma berdua?" tanyanya.


Kalan mengangguk "iya nek kita cuma berdua, biasa noh, incess ngajak healingnya dadakan" jawab Kalan berbohong.


Tisha yang sedang berada di pelukan sang nenek pun melototkan matanya karena dirinya menjadi bahan alasan, "ah, Tisha mah kangen nenek" ucapnya yang tidak mau melanjutkan pertanyaan yang sudah di jawab oleh sang kakak, karena itu akan membuat pertanyaan baru.


"Eh eh ko kalian masih pada pake baju sekolah?"


"Kalian bolos?" tanyanya lagi ketika sang nenek baru saja tersadar bahwa kedua cucunya masih memakai baju sekolah.


"Engga nek, di sekolah, kita di pulangkan lebih awal, kalau nenek engga percaya nenek bisa tanyain sama ketua OSIS nya" jawab Tisha dan kembali menunjuk Kalan yang sedang memakan kue yang berada di ruang keluarga.


Sang nenek langsung menganggukkan kepalanya mempercayai apa yang di katakan oleh sang cucu, "ganti baju dulu gih" perintahnya.


"Ntar aja ah nek, nenek duduk yuk pegel banget nih aku" katanya.


"Iya ayo sayang" jawabnya.


"Nek, kakek mana?" tanya Kalan.


"Ada di kamar, sebentar lagi juga kakek keluar dari kamarnya" jawab nenek.


"Nenek sama kakek baik 'kan?"


"Iya dong, nenek sama kakek pasti selalu baik-baik aja, selama ada kalian nenek akan terus baik-baik aja"


"Sayang nenek" ucap Tisha dan mencium pipi sang nenek begitu pun dengan Kalan.


"Kakeknya engga di cium nih?" kata sang kakek yang baru saja keluar dari kamarnya.


"Assalamualaikum kek" kata Kalan sambil mencium tangan sang kakek dan menggandengnya untuk duduk bersama.


"Waalaikum salam nak, mommy sama daddy kalian engga ikut? Tikha, Nathan juga engga ikut?" tanya sang kakek.


"Engga kek, ini tadi Tisha ngajak abang healing yaudah abang bawa kesini aja"


"Oh gitu"


"Kalian semua di sana sehat-sehat 'kan?"


"Iya kek kami di sana sehat-sehat"


"Adik kamu kayanya ke capean banget ya, bang?" tanya sang nenek yang melihat Tisha sudah terlelap dari tidurnya.


Kalan yang sedang asik mengobrol dengan sang kakek pun menoleh ke arah sang adik, "iya nek, gara-gara cinta" gumamnya dalam hati.


"Iya kayanya nek, lagian tadi kita abis dari pantai dulu sih baru ke sini" jawabnya dan nenek pun menganggukkan kepalanya.


"Biar Kalan yang gendong ke kamarnya nek"


"Iya kak, bawa dulu adik kamu, kamu ganti baju juga, biar nenek sama si mbo siapin makan untuk kita"


"Iya nek" jawab Kalan sambil menggendong Tisha untuk di bawa ke kamarnya.


"Kek bentar ya, abang ke kamar dulu, nanti abang temuin kakek lagi"


"Kakek di taman belakang ya nak"

__ADS_1


"Siap kek" jawab Kalan dan berjalan meninggalkan nenek dan kakeknya.


"Ardi tadi udah telepon aku mah" kata kakek kepada sang nenek ketika Kalan sudah tidak terlihat.


"Ada apa sebenernya pah?"


"Ada sedikit masalah tadi di sekolahnya, kayanya Tisha lagi patah hati juga, maka dari itu mereka kesini"


Nenek menggelengkan kepalanya, "dasar anak jaman sekarang" katanya.


"Kita juga dulu seperti itu mah, sudah biarkan saja"


Nenek mengangguk "mamah siapin makan dulu untuk kita"


"Iya mah, hati-hati, jangan cape-cape"


"Iya pah"


...****************...


"Gem ayo pulang bareng kita" ajak Ardan kepada Gema.


Gema mengangguk, "gue ikutin dari belakang"


"Oke"


"Ey ayo naik" ucap Ardan.


"Oke" jawab Reysha dan naik ke motor milik Ardan.


"Nih jaket gue, pake buat nutupin paha lo yang murah itu"


Plak.. Reysha menggeplak belakang helm Ardan.


"Yey ngarang" ucap Reysha tidak terima di bilang paha miliknya murah.


Reysha nyengir kuda, "udah ke tutup dong" katanya ketika sudah tertutup dengan bantuan jaket milik Ardan.


Ardan mengangguk, "jemput si Ara dulu engga?" tanyanya.


"Jemput aja, sekalian. Biasanya kalau hari senin jam pulang sama kaya kita 'kan?" tanya balik Miko.


Ardan mengangguk, "iya"


"Kita jemput aja dulu"


"Lo engga apa-apa 'kan Gem, kalau jemput si Ara dulu?" tanya Ardan kepada Gema.


Gema mengangguk "santai" jawabnya dan diangguki oleh Ardan.


"Lah itu anak satu kenapa?" tanya Miko dengan mengarahkan wajahnya ke Sailendra yang sejak tadi hanya diam.


"Lagi badmood kak" jawab Reysha.


"Oh" katanya dan Miko pun mengangguk.


Ardan, Miko, Gema dan Sailendra pun mulai menyalakan mesin motornya, dan mereka pun pergi meninggalkan SMA SATYA.


"Sumpah ya, mereka itu pada ganteng-ganteng banget tau engga sih?" ucap salah satu siswi yang melihat mereka berempat pergi meninggalkan SMA SATYA dengan menggunakan motor sport nya masing-masing.


"Iya emang, tapi sayang mereka itu sulit untuk di gapai" kata teman sebelahnya.


"Iya bener, hanya orang-orang tertentu aja yang bisa deket sama mereka"


"Iya, kenapa ya orang ganteng itu susah banget buat di deketin"


"Bukan susah tapi kitanya yang engga selevel dan bukan tipe mereka"

__ADS_1


"Bener juga, udah ah ayo pulang jangan ngayal mulu"


"Ayo"


...****************...


Dret... Dret... Dret... Ponsel milik Ivan bergetar menandakan bahwa ada yang menghubunginya.


"Angga?" monolog Ivan ketika melihat nama yang berada di layar ponselnya. Ivan pun menggeser icon hijau untuk mengangkat sambungan telpon dari Angga.


📞Angga is calling


"Iya Ga?"


"Lo dimana?"


"Di rumah sakit"


"Lo kenapa? Lo sakit?"


Ivan menggeleng, "bukan gue, tapi adik bungsu gue"


"Ada masalah?"


"Biasalah, berantem sama si Dafa"


"Oh"


"Lo ada apa telpon gue?"


"Gue, Erlangga sama yang lain terbang ke Indonesia malam ini"


"Hah? Malam ini? Bukannya Erlan masih ada 3 hari ya disana?"


"Iya, tapi Erlangga dapet laporan katanya tadi di sekolah ada yang neror Tisha dan kawan-kawan, jadinya ya gitu deh. Lo tau sendiri kali si Erlangga gimana"


"Ko bisa pas gitu ya? Ini kebetulan atau emang, ah gua harus tanya Uxio" monolognya.


"Woy diem aja lu" ucap Angga lagi ketika tak ada jawaban dari Ivan.


"Apaan?"


"Diem aja lo"


"Sorry, jadi besok lo ke rumah Erlangga apa ke rumah elo?"


"Besok ke rumah Erlan dulu dari situ baru balik ke rumah"


"Oyaudah nanti gue ke rumah Erlan kalau urusan gue udah selesai"


"Iya santai aja, lagian kita engga lagi jalanin misi atau urusan bisnis ko"


"Terus perusahaan di London, siapa yang pegang?"


"Gue udah suruh Rasya buat jaga perusahaan sama markas"


"Lo yakin?"


"Iya gue yakin, kemampuan Rasya engga main-main"


Ivan mengangguk, "gue percayain semuanya ke elo"


"Oke, gue siap-siap dulu"


"Oke"


Tuut... sambungan telpon pun terputus.

__ADS_1


__ADS_2