Twince LA

Twince LA
Kehebohan Tikha dan juga Elvana


__ADS_3

"Daddy besok malem, malem minggu" keluh Sailendra.


Daddy Ardi mengerutkan keningnya, "apa hubungannya sama malam minggu?"


"Kamu mau main sama cewe?" timpal Apy.


"Emangnya kamu punya cewe?" tanya daddy namun tak ada jawaban dari seorang Sailendra.


Sailendra hanya diam membisu.


"Hey bisa-bisanya lo langkahin gue sama bang Kalan" timpal Miko.


Lihatlah kini Sailendra di serang habis-habisan oleh keluarganya.


"Ck" decak Sailendra.


"Apy mau tau cewe kamu itu terima kamu apa adanya atau engga kalau kamu engga punya apa-apa" celetuk Apy Hans sambil berpura-pura berfikir.


"Pasti terima apa adanya lah, Apy"


"Emang siapa cewe lo?" timpal Ardan.


"Alvarendra" ceplos Tisha, membuat daddy, Apy, papi, Kalan, Miko dan juga Ardan membulatkan matanya.


"Bisa-bisanya dia bongkar rahasia" gerutu Sailendra kepada Tisha.


Tisha yang mendengar kekesalan dari Sailendra pun hanya mengangkat dua jarinya menjadi huruf V dan tertawa tanpa dosa di buatnya, "vis" celetuknya.


"Ck" decak Sailendra.


"Bisa-bisanya si Ilen kenalan sama anak tuan Alvarendra" celetuk Miko.


"Lo tau?" tanya Ardan.


Miko mengangguk, "engga mungkin 'kan kalau gue engga tau siapa itu Alvarendra" ucap Miko dengan bangga.


"Nicholas cari tau semua tentang Alvarendra" jelas daddy kepada papi Nicholas.


"Matilah aku" lirh Sailendra dan mendapat kekeha kecil dari Tisha.


"Sukurin!" ledek Tisha kepada Sailendra.


Baru saja Sailendra akan membalas ledekan sari Tisha, namun ketukan pintu dari luar membuat Sailendra menahan ledekan tersebut.


Tok.. tok.. tok...


"Buka pintunya Nicholas" perintah daddy Ardi kepada sang asistennya.


"Baik" jawabnya patuh.


Nicholas pun membuka pintunya dan terlihatlah dokter pribadi milik keluarga Wijaya yang datang ke perusahaan Wjy Crop.


"Selamat siang tuan Wijaya" sapa dokter tersebut.


"Siang" jawabnya.


"Silahkan duduk" katanya.


"Siapa yang sakit, dad?" tanya Kalan ketika mijat dokter pribadi milik keluarga Wijaya berada di ruangan sang daddy.


"Ini yang abis berantem" jawab sang daddy.


"Enggak dad" jawab Sailendra dan Tisha secara bersamaan.


"Apanya yang engga?" tahya Apy.


"Kita berdua engga sakit kok" jawab Tisha.


Sailendra mengangguk, "iya dad, kita berdua engga sakit kok. Kita berdua baik-baik aja" sambung Sailendra.


"Dok periksa mereka berdua" perintah Ardi dengan tegas.


"Baik tuan Wijaya" jawab dokter tersebut dengan patuh.


Sailendra dan Tisha hanya membuang nafasnya kasar dan menuruti perintah dari sang daddy.


...****************...

__ADS_1


"Ternyata sepi juga ya engga ada Tisha sama Sailendra" keluh Reysha kepada kedua sahabatnya itu.


"Iya bener nih" jawab Tikha.


"Nih minum buat kalian bertiga" ucap Agas kepada ketiganya.


"Widih ada angin dari mana nih" ledek Reysha kepada Agas.


"Lagi pengen aja traktir kalian, kan jarang-jarang banget gue traktir kalian kaya gini"


"Jangan bilang lo udah gajian ya?" tebak Tikha. Karena Agas memang sudah kerja paruh waktu di salah satu cafe dekat dengan rumah Agas.


Agas memang bukan anak orang kaya seperti yang lainnya, maka dari itu Agas sangat bersyukur memiliki teman dan sahabat seperti Tikha dan teman yang lainnya, yang mau menerima dirinya dan mau berteman dengan dirinya yang memang bukan anak orang kaya ini.


Agas masuk ke SMA SATYA karena mendapatkan beasiswa, Agas memang termasuk anak pintar di kelasnya.


Agas mengangguk, "pinter juga" jawab Agas dengan sangat senang.


"Cie cie yang udah gajihan" ledek Elvana.


"Cie cie yang udah jadian" ledek Agas membalas ledekan dari Elvana.


Elvana langsung melipat rapat-rapat mulutnya, karena lagi dan lagi dirinya harus mendengar ledekan seperti itu.


"Good job boy" teriak Reysha dengan bertos ria dengan Agas.


"Hay" panggil Lio.


Agas, Reysha dan Tikha yang sedang asik tertawa pun menoleh ke asal suara.


"Oh hay, Li" jawab Tikha kepada Lio.


Terlihat sudah ada Lio, Kenan dan juga Rendra di belakang Lio.


Tikha, Reysha dan juga Agas tersenyum jahil melihat Rendra yang nampak cuek dengan Elvana itu.


"Eh ada babang Rendra" celetuk Tikha.


"Bebep Elvana dari tadi udah nungguin abang loh" timpal Reysha.


Lihatlah wajah keduanya pun sudah seperti kepiting yang di rebus, sangat merah karena menahan malu.


"Sini bep duduk" kata Reysha dengan berpindah tempat dengan duduk di sebelah Agas.


"Tikha pindah dong, itu kan tempatnya abang Rendra, jangan di situ" ledek Reysha kepada Tikha.


"Ashiap sayang" jawab Tikha dengan nada ledekan yang sangat kentara.


Tikha pun berpindah tempat duduk, dengan duduk di kursi kosong di sebelah Lio.


Rendra di paksakan duduk oleh Lio di sebelah Elvana, dan Kenan duduk di kursi kosong sendiri.


Ah kasihannya Kenan.


Elvana semakin malu di buatnya, "jantung gue enggak aman" celetuknya membuat Reysha dan Tikha semakin senang untuk meledekkinya.


"Aduh jantung ade enggak aman bang" celetuknya membuat para teman-temannya tertawa di buatnya.


"Ren cewe lo tuh engga aman katanya jantungnya" ledek Kenan.


Rendra hanya menggelengkan kepalanya saja.


"Aduh malu malu si abang mah, kalau udah di rumah aja, Sayang aku kangen" timpal Lio membuat temannya kembali tertawa.


"Ngakak banget, cape banget nih ginjal gue" celetuk Reysha.


"Tenang masih ada ginjal gue, gue rela kok ginjal gue di donorin ke tubuh elo" celetuk Agas.


Membuat yang mendengarnya melihat ke arah Agas, begitupun dengan Reysha yang langsung menoleh ke arah Agas.


"Eh" ucap Agas yang merasa keceplosan.


Agas pun melihat ke kanan dan ke kiri, sudah ada beberapa pasang mata yang melihat ke arahnya, "kenapa dih liatnya begitu amat?" tanyanya dengan tampang tanpa dosa itu.


"Kayanya bakal ada the next queen and king nih di kelas kita" celetuk Tikha membuat ide jahil diantara mereka pun kembali muncul.


"Woy anjir lah, ini kenapa jadi couple semua anjir" celetuk Kenan.

__ADS_1


"Agas diem diem suka sama Reysha euy" celetuk Elvana.


"Reysha juga suka kok, noh liat noh mukanya udah merah dari tadi" timpal Elvana.


"Woy lah ada couple baru lagi aja bjiir" kata Tikha.


"Awesome banget engga sih guys, kita punya dua couple dong"


"Ck, gue engga jadian ya" celetuk Reysha.


"Anjir kode keras" celetuk Lio membuat Reysha semakin memerah di buatnya.


"Bundaaaa mau pulang" keluhnya.


"Bundaaa aku udah engga kuat nih pengen jadian sama Agas" timpal Elvana membuat semua temannya pun tertawa di buatnya.


"Aaah bukan itu" ucapnya dengan nada manja.


"Tuh tuh kalau suara manjanya udah keluar tandanya emang iya dia udah ngebet banget pengen jadian" ledek Tikha.


"Iih Tikha" ucap Reysha dengan wajah yang sudah merona.


"Ekhem ekhem" dehem Agas dan langsung berdiri dari duduknya.


"Woy anjir lah bakal ada yang mau nyatain cinta nih kayanya" celetuk Kenan.


Agas menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dan menghadap ke arah Reysha.


Dug dug dug dug dug dug jantung Reysha seakan hendak lompat dari tempatnya.


"Aaaa" teriakan Tikha dan Elvana melihat ke gentlean yang di miliki oleh Agas.


"Aaaah bundaa" teriak Reysha dengan wajah yang semakin merona.


"Butuh nafas buatan" ceeltuk Reysha dengan memperegakan seseorang yang kurang nafas.


Agas menarik nafas dan membuangnya pelan, "Rey bisa bangun?" tanya Agas dengan lembut.


Terdengar sorak sorak dari Elvana dan juga Tikha yang sangat heboh.


"Piuw piuw piuw" ucap Lio.


"Bangun woy lah" kata Kenan kepada Reysha yang tak kunjung bangun dari duduknya.


Agas kembali menarik nafasnya dan membuangnya pelan untuk menghilangkan ke gugupan dan rasa malunya.


"Bangun dong cess" kata Tikha.


Reysha pun bangun dari duduknya.


"Rey, tatap mata aku" pinta Agas lembut dengan menggenggam tangan Reysha.


"Woy anjir lah udah kaya drama Korea" teriak Elvana dengan heboh.


Haduh tolong dong author juga udah cekakak cekikik sendiri ini nulisnya🤣🤣


Dengan pelan namun pasti, Reysha menatap mata Agas.


Lihatlah kini Elvana dan juga Tikha sudah seperti sedang menonton drama Korea yang sering mereka lihat di layar laptop milik Tikha.


"Rey, boleh gue jujur sama perasaan gue ke elo?" tanya Agas kepada Reysha.


Reysha mengangguk dengan degup jantung yang sudah tidak karuan.


"Entah dari sejak kapan rasa ini ada buat lo, tapi gue mulai engga karuan pas liat lo sama cowo lain atau chatting sama cowo lain ketika kita tanding basket waktu itu"


"Emmmm" jawab Tikha dan juga Elvana.


Agas kembali membuang nafasnya dalam dalam, "sorry kalau gue dadakan nyatainnya tanpa ada persiapan sebelumnya kaya waktu ka Ardan nyatain cintanya ke ka Kia"


"Sebenernya gue lagi nunggu waktu yang pas buat nyatain ini semua, gue perlu meyakinkan hati gue kalah gue bener bener suka sama lo, Rey"


"Mungkin emang hari ini, detik ini, menit ini adalah waktu yang pas buat gue nyatain perasaan gue semuanya ke elo"


"Reysha Putri Maulana, mau engga jadi pacar gue, pacar dari anak yang biasa aja ini? Pacar dari seorang Agaspura?"


"Terima Terima Terima" teriak Elvana dan juga Tikha.

__ADS_1


"Terimalah masa engga" timpal Kenan.


Dan...


__ADS_2