
"Selamat siang, daddy, mommy, mami dan papi" sapa Ardan kepada kedua orang tuanya dan kedua orang tua si kembar sambil menggenggam erat tangan Kia.
Daddy Ardi dan Papi Rijal hanya menganggukkan kepalanya "siang sayang" jawab mommy Adin dan mami Fris.
"Serem banget mukanya" gumam Kia ketika melihat Ardi dan juga Rijal.
Ardan melirik ke arah Kia yang dimana tangannya sudah mulai dingin "kamu tenang aja, mereka engga seseram yang kamu bayangin sekarang, sayang" bisiknya dan Kia mengangguk.
Ardan membawa Kia untuk mendekat ke arah kedua pasutri tersebut "si.. siang om dan tante" sapa Kia dengan berusaha menetralkan kegugupannya.
"Hem" jawab Daddy dan Papi dengan berusaha menahan tawanya karena melihat raut wajah Ardan juga Kia yang sangat tertekan dengan kondisi sekarang, apalagi Ardan berkali-kali menelan salivanya karena hawa dingin yang berada di ruang tamu.
"Siang sayang, mari silahkan duduk" jawab mommy Adin.
"Bi.. " panggil mommy.
"Iya nyonya"
"Tolong ambilkan minum dan cemilan untuk Ardan dan kekasihnya"
"Baik nyonya"
"Engga usah tegang gitu dong sayang" timpal mami kepada Ardan.
"Ardan engga tegang ko mam" jawab Ardan dengan masih menahan rasa gugupnya.
Reysha, twince, Kalan, Miko dan juga Nathan yang mengintip dari balik tembok terkikik geli melihat Ardan yang tidak bisa berkutik, biasanya Ardan yang selalu mencairkan suasana, tapi kini dirinya malah mati kutu.
"Udah ah ayo kita balik lagi ke belakang" ajak Tisha.
"Pasti mereka berdua bakalan lama disitunya" timpal Reysha.
"Ayo ayo" jawab Tikha, Kalan, Miko dan juga Nathan.
Kembali ke ruang tamu yang sudah begitu dingin "ekhem" deheman yang berasal dari daddy Ardi.
"Iya dad" jawab Ardan sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Sejak kapan kamu memiliki hubungan dengan Kia, Dan?" kini sang papi yang bersuara.
"Kemarin pi"
"Kia, kenapa kamu mau sama anak mami?"
Kia yang sejak tadi hanya mampu menunduk karena merasa takut, kini Kia mengangkat kepalanya mendengar pertanyaan dari mami Fris "hem... "
"Itu tante, emm... "
"Ardan baik dan sangat menjaga Kia tante"
"Hanya itu?"
"Iya tante"
"Kamu, kenapa mau sama Kia, Dan?" kini sang papi yang bertanya.
"Kia baik, selebihnya Ardan engga bisa ngomong apa-apa pi, karena cinta Ardan ke Kia tulus engga mandang apa-apa pih"
__ADS_1
Papih mengangguk "jadi kalau Kia engga punya mata atau kaki, Ardan juga Terima Kia?" kini daddy yang bertanya.
Dengan suara yang sangat meyakinkan Ardan menjawab "Ardan siap dad, karena Ardan mencintai Kia dengan tulus dan menerima Kia apa adanya"
Mendengar jawaban Ardan, Kia tersenyum betapa bahagianya dirinya dimiliki oleh seorang Ardan Putra Farijal.
"Ardan, kamu tau kesalahan kamu apa?"
"Tau dad, Ardan sudah memiliki kekasih sebelum abang-abang yang lain"
Daddy mengangguk "pergilah ke taman belakang, ajak Kia, saudara dan saudarimu sudah berada disana"
"Baik dad, terimakasih"
"Ayo sayang" ajak Ardan kepada Kia.
Kia mengangguk "permisi om dan tante" ucapnya dan berjalan bersama dengan Ardan menuju taman.
"Muka kalian tuh serem banget, aku aja sampe takut liatnya" ucap Friska kepada kakak dan suaminya.
"Kayanya kalau kakak mu ini masih keliatan cool deh dari pada suami mu, Fris"
"Enak aja kamu ka, ya masih keren gue lah" timpal Rijal.
"Eh udah-udah kenapa kalian jadi begitu sih" ucap Adin.
"Tau ih, inget umur kali" timpal Fris.
Kedua pria tersebut saling diam "kasian tau Kia, mukanya keliatan banget tertekannya" lanjut mami Fris.
"Iya aku juga liatnya kaya gitu, kasian" timpal Adin.
***
"Kia sama Ardan datang, ayo siap-siap" ucap Zahra setengah berlari untuk memberikan informasi kepada para saudara dan saudarinya bahwa Ardan dan Kia sedang berjalan menuju taman belakang.
"Ayo siap-siap di tempat kalian masing-masing" perintah Kalan. Mereka semua pun berjalan ke tempat masing-masing yang sudah disepakati.
Sudah tersedia tulisan Selamat Hari Jadi Untuk Erasma dan juga Ardan, memang keluarga yang sangat kompak.
"Aku yang itung ya" ucap Zahra.
"Oke"
"1...."
"2..."
"3...."
"Suprise.... " teriak mereka secara bersamaan.
"Selamat hari jadi Kia dan Ardan" lanjutnya.
Kia menutup mulutnya karena merasa terkejut, begitupun dengan Ardan yang diam membisu melihat kejutan dari saudara dan saudarinya.
"Ko diem sih?" tanya Tikha.
__ADS_1
"Ayo sini" ajak Reysha.
"Lo kenapa, Ar? Kaget lo?" ledek Miko.
"Engga nyangka aja gue"
"Sweet banget kan kita ini" timpal Satya.
"Lebay banget pake kata sweet" kekeh Kalan.
"Tapi bener kan, Ar?"
Ardan mengangguk "iya terlalu manis kaya janji cowo" ucapnya dan membuat para pria tertawa terbahak-bahak.
"Maka dari itu lo jangan gitu, Ar. Sayangi dia dengan baik, jangan kebanyakan janji, inget di keluarga kita anti banget sama yang namanya nyakitin dan janji tanpa bukti" timpal Reyka.
"Yaelah bang lu udah kaya punya pacar aja deh, jomblo udah 3 tahun juga" timpal Nathan.
Para lelaki kembali terbahak-bahak mendengar penuturan dari Nathan, memang kenyataannya seperti itu, Reyka yang umurnya berbeda jauh dari Miko, Kalan, Ardan dan juga Nathan bahkan lebih tua dari mereka berempat memutuskan untuk jomblo sudah hampir 3 tahun lamanya.
"Yeh bocil, tau apa sih lu tentang cinta" ucap Reyka.
"Tau lah bang, cinta itu tidak bisa di lihat tapi bisa di rasakan" ucapnya dengan penuh dramatis.
"Gila sih, Lan. Ade elu nih buaya bener" kata Reyka sambil terkekeh.
"Yang penting kan Nathan ganteng bang" para lelaki kembali tertawa dibuatnya.
"Kalau lo sayang sama cewe, inget Ar jaga dia jangan lo rusak, ngerti 'kan maksud gue?" kini tetua yang bersuara siapa lagi kalau bukan Satya yang sudah memiliki 1 orang anak laki-laki.
"Woah suhu kita bersuara gengs" Nathan kembali menjawab.
Ardan mengangguk "iya bang, thanks"
"Yoi"
***
"Kiaaaa selamat datang di keluarga kami yang absurd ini" ucap Reysha.
Kia mengangguk "terimakasih"
"Jangan sungkan ya sama kita, anggap aja kita ini keluarga lo sendiri" ucap Tisha.
"Iya kalian keluarga kedua gue, makasih banyak"
"Sama-sama"
"Halo ka, nama ku Azzahra panggil aja Zahra, aku adik bang Ardan"
"Wah cantik sekali kamu, aku Kia"
"Kakak juga cantik"
"Kalau di dalem gini kadang kita manggil bang dan kakak, Ki. Jadi jangan heran ya, Ardan itu anak dari tante ku, mami Fris, karena dia anak bungsu. Jadi Ardan adalah adik kami semua. Maka dari itu kenapa tadi kamu sampai di introgasi oleh daddy " jelas Tisha.
"Pantas saja" kekehnya.
__ADS_1
"Iya tadi gimana, di introgasinya?" kini Triani yang bersuara.