
"Cewe kalau udah jatuh cinta itu ribet ya bun" kata Sailendra dengan mengusap wajahnya kasar.
Miko dan Ardan saling pandang, "kaya dia engga punya kaka cewe aja, ya engga Mik?" tanya Ardan kepada Miko.
Miko menganggukkan kepalanya, "yoi"
"Gua balik ke kelas aja lah" kata Sailendra sambil berjalan meninggalkan kelas Ardan dan juga Miko.
...****************...
"Loh, loh elo mau kemana, Lan?" tanya Rea ketika melihat Kalan berlari untuk mengejar Tisha yang sudah tidak ada di parkiran.
Hari ini memang sedang bebas, jadi siswa dan siswi bebas untuk keluar masuk sekolah.
"Balik ada urusan, titip ya" kata Kalan.
Rea menganggukkan kepalanya, "oke hati-hati" jawabnya dan diangguki oleh Kalan.
Kalan pun kembali berlari ke arah parkiran, langsung mengenakan helmnya dan menyalakan mesin motornya untuk mengejar Tisha.
"Gini ya punya adik cewe yang lagi jatuh cinta" gumam Kalan dalam hati.
...****************...
"Loh kok kalian berdua ada disini?" tanya Andrea ketika melihat dia mahluk masih ada di dalam kelas, karena biasanya, dimana ada Kalan disitu pula ada Ardan dan juga Miko, lalu kini? Kenapa mereka berdua masih ada di sini?
"Terus kita harus dimana, Rea?" tanya Ardan.
"Ikut Kalan lah, kan biasanya kalian suka sama si Kalan aja noh" kata Rea sambil meminum minuman yang berada di tangannya.
"Gua mau ke Kia aja ah, kangen banget nih gue" kata Ardan sambil membenarkan tatanan rambutnya.
"Dih" kata Rea sambil menatap Ardan dengan tatapan tidak suka.
"Kenapa? Engga suka?" tanya Ardan.
"Bang Miko, liat deh Ardan nya" adu Andrea.
"Ardan" panggil Miko.
"Ngadu terus ngadu" kata Ardan kepada Andrea.
"Bodo amat" kata Andrea dan menjulurkan lidahnya.
"Bang mau es engga?" tanya Rea kepada Miko.
__ADS_1
"Engga Re, makasih" jawab Miko dan diangguki oleh Rea.
Walaupun Miko hanya anak dari seorang asisten yang bernama Asisten Nicholas, namun para anak dan keluarga Wijaya lainnya sudah menganggap bahwa Miko adalah bagian dari keluarga Wijaya, walaupun dengan marga yang berbeda. Para keluarga yang lainnya pun menghormati dan menghargai Nicholas dan keluarganya tanpa membeda-bedakan mereka.
Karena sebenarnya, keluarga Wijaya hanyalah keluarga Ardi, Friska dan keluarga Hans karena mereka Ardi dan Friska adalah adik kakak dan Hans adalah sepupu dari Ardi dan juga Friska.
Aulia dan Reyhan sebenarnya bukanlah keluarga Wijaya, mereka berdua memiliki marga masing-masing, Aulia bermarga gunawan, sedangkan Reyhan bermarga Maulana.
Intan sudah sah menjadi istri dari seorang Hans dan Rijal sudah sah menjadi suami dari seorang Friska. Maka dari itu mereka semua sudah sepakat bahwa mereka sudah termasuk menjadi keluarga Wijaya walaupun dengan berbeda marga.
Begitupula dengan Nicholas yang sudah dianggap kakak sendiri baik oleh Ardi dan juga yang lainnya, maka dari itu para anak-anaknya pun selalu menghormati Miko sebagai kakak tertua setelah Kalan.
...****************...
"Kayanya si Tisha ke Satya MEDICA deh, Ren" kata Niko setelah melihat Tisha yang meninggalkan parkiran.
"Biarin aja, itu yang gue harapin"
"Lo engga mikir nantinya bakal gimana Ren? Lo pasti tau bukan kalau bunda itu engga suka banget sama cewe yang tomboy" jelas Niko.
"Gue tau, engga mungkin kan kalau bunda berbuat nekat, Nik?" tanya balik Reno.
Niko menggelengkan kepalanya, "setau gue engga gitu sih, Ren. Bunda pasti bakal jutek dan ya lu tau sendiri pasti bakalan kaya gimana nanti di sana"
"Gue ikut" timpal seorang wanita.
Reno dan Niko menoleb ke asal suarah, "Marsha" ucapnya secara bersamaan.
Ya.. Yang menimpali pembicaraan keduanya adalah Marsha, wanita yang sangat di jauhi oleh Gema dan sangat disukai oleh Niko.
"Engga ya" ketus Reno.
"Loh kenapa? Gue juga mau jenguk Gema"
"Kalau kata gue engga ya engga, Sha" jawab Reno lagi dengan tegas.
Marsha memanyunkan bibirnya, "yaudah kalau kalian engga ajak gue, gue juga bisa ke sana sendiri!" tegas Marsha dan meninggalkan keduanya.
"Bodo amat" jawab Reno.
Niko menghembuskan nafasnya kasar.
Mendengar itu Reno melihat ke arah Niko, Reno tersenyum dan menepuk pundak sahabatnya itu, "lo harus berusaha lebih keras lagi, Nik. Sabar, dia belum bisa liat cinta yang tulus yang elo kasih buat dia. Mata hati dia masih di butakan oleh obsesi yang dia miliki buat si Gema" jelas Reno.
Niko menganggukkan kepalanya, "gue rau itu ko Ren. Gue tau bakal susah banget buat gue deketin si Marsha"
__ADS_1
Reno pun menganggukkan kepalanya, "selagi lo mau berusaha Marsha bakal lo dapetin ko Nik. Tapi kalau di rasa dia emang engga kasih kamu ijo buat lo, gue saranin lo mundur pelan-pelan biar lo engga terlalu sakit nantinya. Paham 'kan maksud gue?" tanya Reno dan diangguki oleh Niko.
"Yaudah kita ke si Gema sekarang" ajak Reno.
"Oke" jawab Niko dengan menganggukkan kepalanya.
...****************...
SATYA MEDICA
"Terimakasih Sus" ucap Tisha ketika sudah mengetahui dimana kini Gema berada.
"Iya sama-sama nona" jawab sang suster tersebut yang mengetahui siapa itu Tisha.
Tisha berjalan dengan tergesa-gesa sambil mencari ruangan yang Gema tempati.
Tap...
Tertera tulisan 'Ruang ICU'
Tisha menarik nafasnya dan membuangnya secara perlahan, berjalan tapi pasti Tisha masuk ke dalam ruangan tersebut tak lupa menggunakan baju rumah sakit yang sudah di sediakan untuk pengunjung yang akan menjenguk Gema.
Satya Medica memang terkenal akan fasilitas yang baik dan begitu pun dengan para dokter dan para perawat yang bekerja sangat apik.
Jangan heran kenapa Satya Medica ini menjadi rumah sakit yang sangat terfavorit di kalangan atas maupun bawah, walaupun Satya MEDICA ini mewah namun masyarakat kalangan bawah biasa pun bisa berobat dan di rawat di sini karena harga yang terjangkau yang mampu di bayar oleh masayarakat kalangan bawah.
Tisha membuka pintu ruangan ICU.
Perlahan tapi pasti si tomboy yang rambutnya masih di cepol itu pun mendekat ke arah Gema yang terkulai lemas di atas brankar pasien dengan tubuh yang di tempeli banyak sekali selang, bunyi monitor ICU menemani keheningan di kamar tersebut.
"Hay" sapa Tisha kepada Gema.
"Kamu kenapa? Kenapa bisa kaya gini?" tanya Tisha namun tak ada jawaban dari Gema, hanya ada bunyi detak jantung dari monitor yang tersambung dengan Gema.
"Kamu kecewa sama aku?"
"Kamu benci sama aku?"
"Ya engga kaya gini dong, Gem"
"Elo lemah banget tau gak! Masa kaya gitu aja langsung kaya gini sih, lo mau bunuh diri?"
"Engga gitu kali Gem"
"Itu namanya lo nyakitin diri lo sendiri, Gema"
__ADS_1