
"Abang ganteng" teriak Ara ketika melihat Gema tersenyum ke arahnya.
Sebenarnya bukan ke arah Zahra saja, melainkan ke seluruh orang yang berada di ruangan tersebut.
Nathan kembali di buat menggelengkan kepalanya oleh tingkah Zahra, "Ara jangan malu-maluin ya!" peringatan Nathan.
Ara nyengir kuda, "siap Nathan, Ara engga akan malu-maluin kok" jawab Zahra dengan memberikan jempolnya kepada Nathan dan Nathan menganggukkan kepalanya.
"Are you okay girls?" tanya Kalan kepada kedua adiknya.
"Okay prince" jawab keduanya secara bersamaan.
"Gila, dagdigdug ser gak tuh jantung?" celetuk Ara kepada keduanya.
"Kalau Ara sih udah dagdigdug, pasti sekarang Ara lagi kejang karena jantung Ara engga aman banget" lanjutnya membuat para sepupu itu tertawa di buatnya.
"Ara" panggil Nathan dengan gemas, baru saja Nathan bilang bukan? Kalau Zahra jangan malu-maluin, dan Zahra pun mengiyakan perkataan Nathan, tapi apa sekarang? Zahra malah membuat Nathan ingin menjadi ubur-ubur saja.
"Ara harus jaga image" celetuk Ardan.
"Kenapa emang?" tanya Zahra yang memang polos.
"Nanti abang Mikonya engga suka sama kamu" celetuk Ardan membuat Miko terbatuk-batuk.
"Eh bang Miko minum dulu" ucap Zahra dengan memberikan minumannya.
Tanpa pikir panjang Miko meminum, minuman milik Zahra.
"Makasih" ucapnya dan diangguki oleh Zahra.
__ADS_1
"Abang engga boleh gitu" ucap Zahra.
"Kalau minum dalam satu gelas..." ucap Nathan dengan nada yang menggantung sambil pura-pura berfikir.
"Itu... Bukannya ciuman ya?" tanya Nathan.
Miko dan Zahra kembali membulatkan matanya, "ih enggak!" sentak Zahra.
"Ih iya, bener ih" timpal Tikha.
"Hayo loh udah ciuman, masih kecil juga" timpal Sailendra.
"Abang" rengek Zahra kepada Ardan meminta pertolongan.
Ardan mengerutkan keningnya, "abang bilangin papi sama mami lah kalau kamu udah ciuman sama Miko" katanya.
"Ardan" pekik Miko secara bersamaan dengan Zahra.
"Ayo sayang" ajak Ardan yang tak menghiraukan panggilan keduanya.
"Kamu beneran mau bilang ke papi sama mami, sayang?" tanya Kia kepada Ardan.
"Engga dong sayang, yakali aku mau aduin itu" jawabnya sambil terkekeh.
"Dikira aku beneran" kata Kia.
"Engga sayang" jawab Ardan.
"Selamat malam semuanya" kembali terdengar suara pria yang kini sudah datang memegang mikrofon.
__ADS_1
"Siapa lagi sayang? Kayanya di party birthday twince banyak banget kejutannya" kata Kia.
Ardan menggelengkan kepalanya, "aku juga engga tau sayang, kayanya banyak banget yang nge-fans sama si kembar, lihatlah para keluarga besar juga malah kebingungan di buatnya" jelas Ardan.
Kia melihat ke arah keluarga Wijaya, dan benar saja banyak yang kebingungan dengan pria yang sudah berdiri dengan memegang mikrofon itu.
"Oppa oppa Korea lagi kah?" tanya Ara kepada Reysha.
"Kayanya iya" jawab Reysha yang di sampingnya kini sudah ada Agas bersamanya.
"Ko banyak banget oppa oppa Korea di partynya si kembar ya" ucap Ara dengan tidak memalingkan pandangannya dari pria yang kini sudah berdiri di depan sana.
Reysha menganggukkan kepalanya tanda mengiyakan perkataan Ara, "kayanya fans si kembar semua deh"
"Gentleman banget engga sih sayang?" tanya Agas kepada Reysha.
Reysha lihat ke arah Agas, "banget sayang"
"Pengen punya cowo juga, mami" celetuk Ara dan berlari ke arah sang maminya.
Reysha dan Agas mengerutkan keningnya, "Ara kenapa sayang?" tanya Agas kepada Reysha.
Reysha menggelengkan kepalanya, "aku juga engga tau sayang" jawabnya.
Sama seperti yang lainnya, Tisha dan Tikha pun memejamkan matanya, karena lagi dan lagi ada suara pria yang mengucapkan selamat malam, Tisha jadi tremo sendiri karena tadi masalah Gema, "oh god ada apa lagi ini?" ucap Tisha.
"Siapa?" tanya Tikha kepada Sailendra.
"Devan" jawab Sailendra yang mengenal laki-laki itu.
__ADS_1