Twince LA

Twince LA
Tisha dan Gema


__ADS_3

"Loh kok engga ada?" tanya Ardan kepada Miko, yang dimana kini mereka berdua sudah berada di tembok belakang SMA SATYA, seperti apa yang dikatakan oleh mang Asep bahwa Sailendra masuk ke sekolah melewati tembok ini.


Miko menaik turunkan bahunya "kayanya kita telat, Sailendra pasti lolos" katanya.


"Engga bisa gitu aja, kita harus tangkap dia!" kata Ardan dengan penuh semangat.


"Kayanya semangat banget"


"Semangat banget gue, Mik. Dia 'kan yang paling gokil diantara kita"


Gokil disini adalah yang paling gesrek atau yang paling jail diantara para sepupu pria.


Miko mengangguk tanda setuju "bener juga, yaudah ayo kita ke depan"


"Berangkat" kata Ardan dan keduanya pun berlari untuk masuk ke gerbang depan SMA SATYA.


"Hufft untung gue engga ketauan" ucap seorang pria yang bersembunyi di balik pohon ketika melihat Ardan dan juga Miko sedang berdiri di depan tembok SMA SATYA.


...****************...


"Sailendra, hukuman kamu sama seperti mereka hormat kepada bendera merah putih selama 15 menit. Bergabung dengan barisan pria, karena wanita hanya 10 menit!" ucap Kalan dengan tegas.


"Ck, iya pak Ketu" jawab Sailendra dengan penuh muka tak bersahabat.


"Sailendra ke barisan laki-laki! Kenapa kamu Jadi ke barisan perempuan! Kamu itu perempuan?" tegas Kalan lagi ketika melihat Sailendra yang ikut baris ke barisan perempuan.


"Heheh maaf kak engga keliatan" ngeles Sailendra.


Kalan hanya menggelengkan kepalanya saja "matamu" celetuk Andrea yang berjalan sehabis dari kantin.


Sailendra melirik ke arah Andrea dengan memberikan kepalan tangannya, Andrea yang melihat itu hanya menjulurkan lidahnya untuk meledeki sepupunya itu.


Sailendra pun bergabung ke barisan pria dan ikut hormat ke bendera merah putih.


...****************...


"Ayo ah cepet ke kelas, pegel banget nih kaki" keluh Reysha kepada si kembar dan juga Elvana yang masih asik dengan es di genggaman tangannya.


"Woy kalian tau engga?" tanya Elvana dengan setengah berbisik.


Lihatlah jiwa ke ghibahan para wanita langsung meronta meronta ketika salah satu temannya sudah mengatakan perkataan yang sangat keramat itu "Kalian tau engga?"


Tikha dan Reysha langsung ikut menimbrung berbeda dengan Tisha yang masih nampak asik dengan es dan ponselnya "apa apa?" tanya Tikha dengan berbisik juga.


"Eummm engga jadi deh" kata Elvana dengan nada normal dan menggibaskan tangannya.


"Lah ENGGA JELAS ANDA!" ketus Tikha.


"Tau dih" timpal Reysha.


"Sini sini gue serius deh" kata Elvana lagi dengan kembali membungkukan badannya.


"Awas ya kalau engga serius lagi"


"Iya iya, ini mah beneran serius gue"


"Apa?"


"Ko ada yang aneh ya?"

__ADS_1


"Siapa yang aneh?" tanya Tikha.


"Ka Marsha" jawab Elvana setengah berbisik.


"Kenapa emang?" tanya Reysha dengan sedikit mengerutkan keningnya karena bingung.


"Udah lama banget dia engga gangguin si Tisha" kata Elvana.


"Oh" jawab Tikha dan Reysha dengan santai.


Kini Elvana yang mengerutkan keningnya karena merasa bingung, sesantai itu mereka menjawabnya.


"Lah" katanya dengan melongo.


Tikha dan Reysha saling pandang dan menganggukkan kepalanya "lo ketinggalan GOSIP, Ka Gema 'kan udah pernah bikin perhitungan ke ka Marsha biar engga gangguin Tisha lagi!" ucap Tikha dan Reysha secara bersamaan dengan sangat lantang membuat siapa saja yang mendengarnya pun melihat ke arah mereka.


Tisha pun sampai terdesak karena ulah kembarannya dan juga Reysha begitu pun dengan Marsha yang terdiam sambil mengepalkan tangannya


Dan


Byur..... Teman Marsha yang berada di hadapannya menyemburkan air minum yang di dalam mulutnya karena terkejut mendengar perkataan dari Tikha dan juga Reysha.


Marsha semakin mengepalkan tangannya karena hal itu.


"Ma... Maaf Sha" kata teman Marsha.


Marsha mengambil tisu yang ada di dekatnya dan pergi meninggalkan kantin dengan wajah marah.


"Sha, Marsha" panggil temannya Marsha dan mengejar Marsha.


"Gilaak sih, si Gema gentleman banget" bisik siswa SMA SATYA yang berada di kantin.


"Hehehe vis" ucap Reysha dan Tikha sambil nyengir kuda dan mengangkat tangannya membentuk huruf V.


"Ck, makin berabe 'kan urusannya" ucap Tisha dan Tisha pun berdiri meninggalkan kantin.


"Sha, Tisha" panggil Elvana.


Tisha tak menggubris panggilan dari Elvana, Tisha tetap pergi meninggalkan kantin dengan wajah yang merah karena malu.


"Gara gara mereka berdua nih" dumel Tisha sambil berjalan.


"Sha awas!" teriak Tikha.


Dan


Dug...


"Ashh apaan sih ini" ucap Tisha yang terpentok dada bidang seseorang karena terlalu serius melihat layar ponsel.


"Kata gue juga awas!" kata Tikha lagi.


Tisha melihat siapa yang ia tabrak "ck, elo!" ketus Tisha kepada Gema.


Ya yang di tabrak oleh Tisha adalah dada bidang milik bad boy SMA SATYA, Gema Dermawan.


Gema tersenyum manis "sakit ya? Sorry" ucapnya dan lihatlah para siswa yang berada di kantin semakin riuh melihat hal itu.


"Widih, beneran gentleman anjir" teriak siswi yang berada di kantin.

__ADS_1


"Ka Gema I love you, gue suka nih sama yang kaya begini. Tipe gue banget!" teriak junior Gema.


Gema mengerenyitkan dahinya karena merasa aneh dengan mereka semua, tumben bukan para siswa dan siswi seperti ini? Biasanya juga hanya melihat lihat saja tidak langsung berkomentar.


"Sakit Sha?"


"Gak!" ketus Tisha dan kembali meninggalkan kantin.


Gema semakin di buat bingung dengan sikap Tisha, padahal baru saja tadi pagi ia mendapatkan keindahan cinta, tapi sekarang? Malah pahit banget rasanya!


"Gue kejar Tisha dulu, bro" ucapnya kepada kedua temannya.


"Oke" jawab Niko dan juga Reno.


"Kita engga ikut kejar Kha?" tanya Elvana.


"Engga usah, udah ada ka Gema kok" jawab Tikha dan diangguki oleh Elvana.


"Kha gue mau tanya deh"


"Apa?"


"Sebenarnya kamu itu setuju Tisha sama ka Erlan atau ka Gema sih?" tanya Reysha.


Elvana yang mendengarnya langsung menimpali "siapa tuh Erlan?"


"Little prince nya Tisha"


"Wow, are you seriously?" tanya Elvana lagi.


Reysha mengangguk "yes"


"Ganteng engga?"


"Ganteng lah, si Ara juga sampe klepek-klepek"


"Gantengan mana sama ka Gema?"


"Dua-duanya juga idaman sih" jawab Reysha membuat Elvana menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Jadi pengen deh kaya Tisha, di kerumunin cowo-cowok ganteng"


"Ribet tau, El" timpal Tikha.


"Apanya?"


"Di kerumunin kaya gitu tuh ribet, Elvana"


"Tapi pengen banget sih"


"Jadi kalian tim mana nih?" tanya Elvana kepada keduanya.


"Gue sih tim ShaGem" jawab Reysha.


"Alasannya?" tanya Elvana.


"Jujur ya, mereka itu cocok banget tau, yang satu bad boy yang satu jutek, melengkapi aja gitu kayanya. Terus gue suka banget sama yang bad boy bad boy gitu, jadinya gue mendukung ShaGem bangett pokoknya" semangat Reysha.


"Kalau kamu, Tik?"

__ADS_1


"Kalau aku dua-duanya Oke, aku setuju ko sama dua-duanya, menurutku cocok. Yang terpenting buat aku itu Tisha bahagia, karena kebahagian Tisha itu engga ada duanya" jelas Tikha dan diangguki oleh Elvana dan juga Reysha


__ADS_2