Twince LA

Twince LA
Skors


__ADS_3

"Lo mau kemana, Gem?" tanya Niko kepada Gema melihat Gema yang sedang merapihkan tasnya.


"Balik"


"Balik?" tanyanya lagi.


Gem mengangguk "gue di skors"


"Hah?"


"Iya gue di skors, jadi gue mau balik. Titip pujaan hati gue ya" ucapnya lagi dan meninggalkan kelas.


***


"Lo di skors juga, Sai?" tanya Tikha ketika Sailendra dan Tisha sudah kembali ke kelasnya.


Sailendra mengangguk "yoi, gue sama Tisha balik duluan ya. Jaga diri kalian selama gue engga ada" ucap Sailendra dengan sungguh-sungguh.


Tikha dan Reysha menganggukkan kepalanya "santai Sai, kita bisa jaga diri ko" jawab Reysha dan diangguki oleh Tikha.


Sailendra yang mendengar itu mengangguk "gue titip sepupu gue ke elo ya, Gas" ucapnya kepada Agas yang memang sudah duduk di kursinya.


"Eh.. Lo masih mau bertemen sama gue?" tanyanya kepada Sailendra.


Sailendra tersenyum "gue tau elo udah tau siapa gue, gue juga tau elo itu orangnya tulus kalau berteman, jadi gue tetep mau berteman sama elo, gue harap elo juga mau berteman sama gue, jangan minder. Gue sama elo sama aja, kita sama-sama manusia dan sama-sama makan nasi" jelas Sailendra sambil di iringi dengan kekehan kecil.


Agas ikut terkekeh mendengarnya "iya, yaudah lo santai aja di rumah yang bener ya. Gue bakal jagain sepupu lo ini"


"Gue pegang omongan lo" ucap Sailendra dengan tegas dan Agas mengacungkan jempolnya.


"Kha, Ey jaga diri kalian ya" ucap Tisha.


Tikha dan Reysha mengangguk "pasti, lo juga jaga diri baik-baik ya di rumah" ucap Tikha sambil terkekeh.


"Ah bisa aja lo" kata Tisha.


"Yaudah kita berdua pulang, dah Tikha, Reysha dan juga Elvana"


"Dah" jawab Tikha dan juga Reysha dengan menganggukkan kepalanya.


***


"Ayo lo balik bareng gue, Sha" kata Sailendra ketika sudah sampai di parkiran.


"Iyalah Ilen gue balik sama elo, kalau gue engga sama elo gue balik sama siapa? Kan tadi gue satu mobil sama Tikha" jawab Tisha dan diangguki oleh Sailendra.

__ADS_1


Sailendra sudah berada di atas motornya untuk membuka jaketnya dan memakai helmnya "nih pake" katanya sambil memberikan jaket kepada Tisha.


Tisha merengut "buat apaan?" tanyanya.


"Noh" tunjuknya kepada rok Tisha yang pendek.


"Oh, oke makasih Ilen ganteng" kata Tisha dan kembali diangguki oleh Sailendra.


Sailendra memundurkan motornya dan menyalakan mesin motornya, baru saja Tisha hendak naik ke atas motor Sailendra, suara Gema terdengar "kamu di skors juga?" tanyanya kepada Tisha karena Gema tau Sailendra masih tak bisa bersahabat dengan dirinya, apalagi kini dia tau bahwa kekacauan hari ini disebabkan ketidaksengajaan dirinya kepada sepupunya, Latisha.


"Ya" jawab Tisha yang tidak melihat ke arah Gema sedikitpun.


"Hati-hati my Princess" ucap Gema ketika Sailendra dan Tisha sudah siap di atas motornya dan pergi meninggalkan Gema sendiri di parkiran.


Melihat itu Gema tetap tersenyum karena dirinya merasa semakin dekat dengan sang pujaan hatinya, Tisha.


"Gema!" panggil seroang wanita yang ikut terkena skors juga akibat ulahnya.


Gema yang mendengarnya pun hanya mampu berdecak karena merasa sangat sebal "ck"


"Gem, gue di skors apa lo di skors juga?" tanyanya dan diangguki oleh Gema.


"Asiik, lo sekarang mau balik? Gue ikut sama elo ya" tanyanya.


"Gak!" jawab Gema ketus.


***


Setelah kepergian Tisha dan juga Sailendra, Tikha menyandarkan kepalanya pada bahu Reysha yang dimana kini Reysha duduk di tempat Tisha.


"Jadi sekarang kita ngapain dong?" tanya Elvana yang melihat ke arah dua temannya itu.


Tikha dan Reysha sama-sama menaikkan bahunya "Engga tau deh, sepi banget engga ada mereka" kata Tikha.


"Iya bener"


"Kenapa kita engga ke rooftop aja?" tanya Agas kepada ketiga teman wanitanya yang harus ia jaga selama Sailendra tidak ada.


Ketiga wanita itu menoleh "bener juga" jawabnya secara bersamaan.


"Yaudah kuy" ucap Agas dan keempatnya pergi ke rooftop untuk menghilangkan rasa bosannya.


***


"Terus sekarang kalian udah melakukan sesuatu kepada wanita itu?" tanya Miko kepada Ivan dan juga Angga.

__ADS_1


Keduanya menggeleng "belum" jawab Angga.


"Loh, kenapa?"


"Cheryl ada dalam pengawasan Axel yang sangat ketat, kami tidak bisa bergerak selama bos kami belum sadar. Kami tidak mau membawa bos kami dalam masalah kembali ketika beliau sedang tidak sadar" jelas Angga.


Karena memang benar, mereka tidak bisa bergerak selama Erlan masih memejamkan matanya, karena itu sangat beresiko sangat besar.


"Apa Erlan bukan seorang mafia?" tanya Kalan sambil mengerutkan keningnya.


Keduanya mengangguk "ya, kami memang bukan seorang mafia, tuan muda" jawab Ivan.


Kalan dan Miko saling pandang mereka tak percaya jika Erlan bukan seorang mafia mengingat bahwa kini Angga dan Ivan seperti seorang yang sangat waspada dan di lihat dari ruangan Erlan yang sangat berbeda dari ruangan VVIP biasanya.


"Kalau bukan seorang mafia terus apa?" tanya Miko.


"Kami hanya manusia biasa, tuan muda. Kami buka seorang mafia"


"Lalu ini semua?" tanya Kalan.


"Kalian yang seperti ini dan ruangan Erlan yang sangat berbeda" lanjutnya.


Angga dan Ivan menghenbuskan nafasnya kasar, sangat sulit sekali untuk menutupi semuanya kepada mereka berdua "itu memang sudah menjadi perlindungan dari kami tuan muda, mengingat bos kami Erlan adalah orang yang sangat di hormati di negara ini. Maaf bukan maksud untuk menyombongkan bos kami, tapi itu memang sebuah fakta, tuan muda. Dan untuk para anak buah kami, itu memang anak buah yang udah kami persiapkan untuk bos kami, karena pertemanan bos kami dengan para mafia yang berada di negara ini" jelasnya.


Kalan menganggukkan kepalanya "oh jadi temennya yang Mafia" kata Kalan dan diangguki oleh Angga dan juga Ivan.


"Apa ada yang ingin ditanyakan lagi tuan muda?" tanya Ivan.


"Sudah cukup" jawab Kalan.


"Baik kalau begitu kami akan kembali ke tempat kami, dan tuan muda bisa menggunakan tempat ini untuk beristirahat bersama dengan keluarga anda"


Kalan mengangguk "baik, terimakasih. Tapi kami akan keluar dari sini, karena daddy dan mommy berada di luar"


"Baik tuan muda" jawab keduanya.


***


"Dimana Ardan, mom?" tanya Kalan kepada sang mommy.


"Di dalam dengan Kia" jawabnya dan diangguki oleh Ardan.


***


"Enak juga ya ternyata bolos sekolah" celetuk Tisha ketika berada di belakang Sailendra.

__ADS_1


"Engga jelas sumpah" kata Sailendra dari balik helmnya.


"Enak banget tau Len, tau gini dari dulu aja kali ya gue bikin masalah, biar selalu di skors"


__ADS_2