Twince LA

Twince LA
Kenyataan Pahit


__ADS_3

Setelah menghabiskan waktu yang cukup panjang, kini waktu bersenang-senang telah usai.


Sudah waktunya mereka untuk kembali ke rumahnya masing-masing, begitu juga dengan Tisha dan Erlan yang kini sudah berada di mobil milik Erlan, karena mobil Tisha yang tadi digunakan untuk ke pantai sengaja di bawa oleh Sailendra dan juga Nathan ke rumah utama.


"Terimakasih untuk hari ini, aku seneng banget" ucap Tisha kepada Erlan.


Erlan tersenyum yang kemudian mengusap lembut kepala Tisha, "Sama-sama, justru aku yang harusnya berterima kasih sama kamu, udah mau tunggu aku selama ini dan mau menerima lamaran aku, Sha"


Tisha ikut tersenyum, "sama-sama"


Kini keduanya masih tampak malu-malu karena acara lamaran tadi yang amat seru dan membuat haru menurutnya, "tapi aku masih sekolah, Bay. Aku belum mau menikah, aku masih pengen kuliah dan kerja" celetuk Tisha tiba-tiba.


Erlan tersenyum mendengarnya, "aku tau itu kok, Sha. Aku juga udah pertimbangin semua itu, aku engga buru-buru juga kok buat nikahin kamu, yang penting sekarang semua orang harus udah tau dulu kalau kamu itu punya aku, engga ada yang boleh ambil kamu dari aku. Untuk menikah aku akan tunggu kamu sampai kamu udah siap" jelas Erlan.


Tisha lega mendengarnya.


"Makasih banyak ya, Bay"


"Iya sayang sama-sama" jawab Erlan dan mampu membuat Tisha bersemu merah.


"Kalau tunggu Tikha dulu yang nikah gimana?"


"Engga apa-apa dong, lagian kan Tikha itu kembaran kamu"


"Oke om" jawab Tisha dengan sedikit ledekan.


"Om om gini tapi masih keren kan?" tanya Erlan.


"Iya deh iya" jawab Tisha dan keduanya pun terkekeh di buatnya.


...****************...


"Waduh waduh pagi-pagi udah ada yang lagi kasmaran aja nih" ledek Kalan kepada sang adik, Tisha.


Tisha mencebikkan bibirnya, "abang kemarin sore kemana? Kenapa engga dateng?" tanya Kalan.


Sang daddy dan mommy pun mengerutkan keningnya mendengar perkataan dari Tisha, "kamu engga ke pantai bang?"


"Iya tuh abang engga ada" timpal Nathan.


Kalan pun menganggukkan kepalanya, "abang emang engga kesana, maaf daddy, mom, maaf juga ya de, abang ada urusan mendadak kemarin"


"Urusan apa? Sebegitu penting kah?"


Kalan menganggukkan "sangat penting dad"


"Melebihi keluarga?" tanya daddy.


Kalan pun menundukkan kepalanya, "Maaf"


"Lain kali jangan gitu bang, keluarga kamu dulu yang diutamain" timpal mommy.


"Iya mom, abang minta maaf"

__ADS_1


"Untuk kali ini daddy dan mommy maafin kamu ya bang, tapi lain kali engga"


"Baik mom" jawab Kalan dengan wajah yang masih tertunduk.


...****************...


"Cie cie cie yang abis di lamar" ledek Reysha dengan Elvana.


"Biasa aja tuh" jawab Tisha cuek mode on.


"Cakep banget woy tolong itu, kalung sama cincinnya.


"Apa sih?" ketus Tisha.


"Cih baru gitu aja udah songong" timpal Ayumi yang memang selalu mengganggu geng Tisha.


"Dih ada yang ngomong tapi engga ada orangnya" kata Reysha.


"Bau menyan anjir" timpal Elvana membuat Sailendra dan Agas tertawa mendengarnya.


Ayumi dan teman-temannya menciun dirinya sendiri, "segini gue wanginya bisa-bisanya lo bilang kalau gue buat menyan!"


"Oh jadi elo yang ngomong barusan, dikira gue S E T A N! jawab Reysha dengan menekankan kata Setan.


"Reysha" teriak Ayumi.


"Berisik" ucap Lio dengan menutup mulut Reysha dan mendorong pelan tubuh Ayumi agar mundur beberapa langkah ke belakang.


"Tikha belum masuk juga, Sha?" taya Lio kepada Tisha ketika dirinya sudah bisa mendekat ke meja Tisha.


"Pergi guys" ajak Ayumi kepada teman-temannya.


"Engga usah nyolot biar engga gue colok itu mata" jawab Reysha dengan sedikit berteriak.


Tisha mengerutkan keningnya, "sejak kapan lo deket sama kakak gue?" tanya Tisha ketus kepada Lio ketika Ayumi and the geng telah pergi.


"Kemarin" celetuk Kenan.


"Kemarin?" tanyanya lagi dengan salah satu alis dinaikkan.


"Iya kan kemarin kita dari rumah elo jenguk si Tikha" timpal Kenan lagi.


"Udah engga penting, udah yuk kita cabut" ajak Lio dan meninggalkan kelas.


"Itu mulut lo Kenan" ketus Rendra.


"Kenapa lagi sih sama gue?" tanyanya kepada Rendra.


"Lo engga bisa apa jaga rahasia sebentar aja" jawab Lio.


"Engga bisa" jawabnya dan Kenan pun mendapatkan toyoran dari Lio dan juga Rendra.


...****************...

__ADS_1


"Gue engga salah dengarkan tadi apa yang di bilang sama si Kenan?" tanya Tisha kepada Reysha dan juga Elvana.


Reysha dan Elvana menaik turunkan bahunya, "engga tau"


"Sai" panggil Tisha.


"Apaan si?" tanyanya yang sangat malas untuk di panggil.


"Sini lo"


"Ada apa lagi si, Sha"


"Lo kemarin ke rumah utama 'kan?"


"Iya, terus?"


"Engga mau ada yang di omongin?"


Sailendra menggeleng, "gue ke rumah utama aja pas malem pulang dari pantai anterin mobil"


Tisha mebepuk jidatnya, "iya juga, gue sampe lupa"


"Iya lu itu kebanyakan bucin sih jadi begitu" celetuk Sailendra sambil duduk kembali.


"Dih" kata Tisha sambil menatap Sailendra dengan sinis dan kembali mengambil ponselnya untuk membalas pesan dari Erlan.


"Sha lo engga tau kalau si Gema kecelakaan?" tanya Reno dengan tersenggal-senggal kepada Tisha.


Tisha yang sedang mengutak-atik ponselnya pun terdiam sejenak untuk menelaah perkataan dari Reno barusan.


"Ren bego kenapa lo malah bilang anjing" teriak Niko yang juga tersenggal-senggal karena mengejar Reno.


"Tisha biar tau, Nik. Gema kaya gini juga karena dia!" teriak Reno.


"Woy berenti nyalahin Tisha" teriak Sailendra ketika mendengar bahwa sepupunya di salahkan.


Reno dan Niko melihat ke arah Sailendra, "ck emang kenyataannya gara-gara dia Gema jadi kecelakaan" jawab Reno, Niko yang melihat itu pun menggelengkan kepalanya.


"Maksud lo apa ka Reno?" tanya Tisha dengan bangun dari duduknya.


"Lo engga tau sama sekali tentang ini?" tanya Reno dengan nada sedikit di tinggikan.


Tisha menggeleng, "kalau gue tau gue engga bakal nanya" jawabnya dengan nada yang tak kalah tinggi.


"Gema kemarin sore kecelakaan dan sekarang keadaan dia lagi koma" jelas Reno dan Niko memejamkan matanya karena mendengar bahwa Reno sudah menceritakan semuanya.


Duar... Seakan tersambar petir di siang bolong, Tisha mengerejapkan matanya berkali-kali mendengar itu. Begitu juga dengan Sailendra, Gas, Reysha dan juga Elvana, karena kini di kelas Tisha hanya ada mereka saja, siswa yang lain sedang keluar untuk beristirahat.


Tisha menggelengkan kepalanya, "kalau lo engga percaya lo bisa tanyain kakak lo, Kalan!" jelasnya lagi.


Tisha mengangkat kepalanya ketika nama sang kakak di sebut, dan segera mungkin dirinya berlari ke kelas sang kakak untuk meminta penjelasan.


"Sha tunggu Sha" teriak Sailendra dan mengejar Tisha.

__ADS_1


"Lo kenapa bilang anjing?" teriak Niko kepada Reno ketika Tisha dan Sailendra sudah pergi.


"Demi kebaikan Gema, gue tau kekuatan hidup Gema itu ada di Tisha" jelas Reno dan pergi meninggalkan kelas Tisha.


__ADS_2