Twince LA

Twince LA
Tapi Siapa?


__ADS_3

"Loh, kak Kia" ucap Tisha yang terkejut ketika melihat bahwa kini yang ada di sebelahnya adalah Kia bukan lagi Gema.


Kia tersenyum "hai".


"Ko kakak bisa disini?"


Kia menganggukkan kepalanya "demi nyawa Sai" jawabnya polos.


"Loh emang Sai kenapa, Ka?"


Kia menggeleng "kakak engga tau, Sha. Sai cuma minta buat misahin kamu sama Gema, katanya para sepupu engga suka sama kamu dan Gema" jawabnya jujur.


Tisha menganggukkan kepalanya tanda mengerti "aku juga engga ngerti kak kenapa para sepupu engga suka sama ka Gema"


Kening Kia berkerut ketika mendengar ucapan dari Tisha "Apa Tisha udah mulai jatuh hati sama Gema?" monolognya dalam hati.


"Kak" panggil Tisha ketika mendapati Kia yang sedang melamun.


"Eh iya kenapa, Sha?"


"Ko kakak melamun, kenapa? Apa kaka tahu sesuatu?"


"Engga, kakak juga engga tau apa yang terjadi diantara mereka, Sha"


"Kakak engga bohong 'kan?"


"Engga dong, masa kakak bohong"


"Iya deh iya, kakak Ipar aku mana bisa bohong" ledeknya.


"Bisa aja kamu" timpal Kia.


"Apa kamu udah mulai nyaman sama Gema, Sha?" lanjut Kia karena penasaran.


"Engga, aku engga suka ataupun nyaman sama Kak Gema. Aku cuma engga ngerti aja kak, kenapa para sepupu sebegitunya, seperti ada hal buruk yang terjadi diantara mereka dulu" jujur Tisha yang memang sangat memperhatikan setiap gerak-gerik mereka.


"Kalau kamu penasaran, kamu tanyain aja ke Kalan apa yang terjadi antara mereka"


"Apa kakak mau jawab, Kak?"


"Kalau emang engga terjadi apa-apa antara mereka atau masalah mereka engga seberat itu, Kalan pasti cerita" jelasnya.


Tisha mengangguk "baiklah, akan Tisha tanyakan nanti"


"Gitu dong, udah jangan terlalu di pikirkan"


"Iya kak"


***


Setelah menempuh perjalanan yang panjang, akhirnya mereka semua sudah sampai kembali di Jakarta tepatnya di SMA SATYA.


Erasma yang merasa namanya di panggil pun menoleh ke asal suara "kakak?" panggil Kia dan berjalan ke arah sang kakak.

__ADS_1


Bukan hanya Kia yang menoleh ke asal suara tersebut, bahkan Tisha dan Gema pun ikut menoleh. Gema yang tampak biasa saja melihat itu, sedangkan Tisha merasakan hal berbeda ketika melihat pria tampan kakak Kia.


"Kenapa sama jantung gue? Serangan jantung kah?" monolognya dalam hati.


"Aku kaya kenal sama cowo itu, tapi siapa?"


Tisha menggelengkan kepalanya "ah udahlah bodo amat, apa pedulinya gue? Lagian 'kan itu kakaknya Ka Kia juga" monolognya lagi sambil berjalan meninggalkan Kia yang menghampiri sang kakak.


Begitu pun dengan Erlan yang melihat Tisha pergi meninggalkan tempat parkir SMA SATYA "dari dulu kamu emang engga pernah berubah, Sha. Tetap tomboy tapi cantik" pujinya dalam hati sambil tersenyum.


"Apa itu yang namanya Gema?" tanyanya dalam hati ketika melihat pria di sebelah Tisha, tanpa sadar Erlan mengepalkan tangannya.


"Kakak kapan datang ke Indonesia?" tanyanya sambil memeluk tubuh sang kaka.


"Baru aja sampai, kakak langsung menjemput kamu" jawabnya dengan nada lembut menekan semua amarah yang bercongkol dalam hati.


"Kenapa harus jemput Kia kak? Kan ada pak Muh di rumah"


"Surprise sayang"


"Ah kakak bisa aja deh"


"Yaudah, kakak tunggu Kia sebentar ya, Kia mau kesana dulu untuk absen" lanjutnya.


"Oke" jawabnya. Kia meninggalkan sang kakak dan Erlan memilih untuk menunggu di dalam mobil.


***


"Iya Kha"


"Kamu kenapa?"


"Aku hanya lelah" jawabnya jujur dan Tikha menganggukkan kepalanya.


"Lo ngapain masih disini sih kak? Udah sana jangan deket-deket gue terus. Udah kaya ulet keket aja lo" ketus Tisha kepada Gema yang memang sedari tadi selalu menempel pada Tisha.


"Ya karena lo lah. Lo tuh udah kaya punya magnet gitu jadi gue pengennya nempel-nempel terus" jawabnya dengan nada santai, karena Gema sangat suka dengan Tisha yang sudah judes, walaupun judes tetapi Tisha masih terlihat sangat imut.


"Ck, udah sana. Noh semua panitia udah hampir semuanya kumpul di depan" ucap Tisha dan tak lama terdengar suara dari Kalan.


"Kepada saudara Gema ditunggu di atas podium" suara Kalan terdengar sangat tegas ketika memanggil Gema yang sedang berdekatan dengan Tisha.


"Noh kakak gue udah manggil" ketusnya lagi.


"Yaudah, kakak ke atas dulu ya. Jangan lupa istirahat kalau udah sampe rumah" ucapnya dan pergi meninggalkan Tisha dan juga Tikha.


Setelah kepergian Gema, Tisha memilih untuk menyandarkan Kepalanya di bahu sang kakak "kayanya ka Gema beneran suka deh sama kamu, Sha"


"Biarin aja, asal jangan gue aja yang suka sama dia, Kha" jawab Tisha sambil memejamkan matanya, Tikha mengangguk sambil mengusap lembut kepala sang Adik yang hanya berbeda beberapa menit saja.


"Dia pasti kembali" ucap Tikha.


"Ya aku juga yakin kalau dia akan kembali, Kha"

__ADS_1


***


"Saya ucapkan selamat untuk kalian semua sudah resmi menjadi keluarga besar SMA SATYA" ucap Kalan dan seluruh siswa dan siswi bertepuk tangan.


"Saya harap kalian semua bisa menjaga nama baik SMA SATYA dan ikut memajukan SMA kita ini"


"Baik ka" jawab seluruh siswa dan siswi secara kompak.


"Untuk kakak panitia lainnya apakah ada yang mau di sampaikan?" tanya Kalan kepada panitia yang lain.


"Tidak ada" jawab Gema mewakilkan, Kalan menggukan kepalanya.


"Mewakilkan dari panitia yang lain, kami meminta maaf jika selama MOS berjalan kalian semua selalu di sibukkan dan selalu di repotkan oleh kami, dan terimakasih atas kerja samanya. Saya sebagai ketua Panitia disini menutup acara MOS ini dan besok kalian di liburkan dan akan masuk kembali pada hari selasa" sorak riuh dari seluruh siswa dan siswi SMA SATYA.


"Hanya itu yang akan saya sampaikan pada kalian, saya tutup, hati-hati di jalan dan selamat beristirahat" tutup Kalan dan mereka semua pun pergi meninggalkan SMA SATYA.


"Kamu di jemput engga, Ki?" tanya Ardan kepada Kia.


Baru saja Kia hendak membuka suaranya, suara Tisha sudah terdengar terlebih dahulu "masa udah pacaran panggilannya masih nama sih, sayang dong" godanya.


Aah lihatlah muka manis Kia kini sudah bersemu merah dibuatnya "Sha, apa sih"


"Cie malu" goda Tikha kepada Kia.


"Queen sudah, mereka jangan di goda terus kasian" kini suara Kalan yang terdengar.


"Woy mau pada balik engga sih, udah cape banget nih gue" teriak Miko.


"Iya ini mau" jawab Reysha.


"Aku di jemput ko Dan sama kakak aku, dia udah nunggu di parkiran"


Ardan mengangguk "ayo aku antar sampai parkiran" ajak Ardan sambil membawakan tas milik Kia.


"Cie-cie sosweet banget" goda Tikha.


"Jadi mau" goda Tisha juga.


"Jangan dengerin mereka, Ki. Ayo aku antar" ajak Ardan sambil menggandeng tangan Kia.


"Kiw.. Kiw... Kiw... Kak Ardan sosweet juga yaa" teriak Tisha.


"Tikha gandeng aku juga dong, aku mau di gandeng nih" teriak Tisha kepada Tikha dan mereka semua pun tertawa dengan sikap Tisha.


"Queen sudah ayo pulang" Kalan menggandeng tangan kedua adiknya itu dan mengajaknya untuk pulang.


***


"Cape banget ih, apalagi kakak ya yang jadi ketua panitia" ucap Tikha ketika sudah berada di dalam mobil.


"Setelah liat kalian senang rasa cape kakak sudah hilang" ucapnya dengan sorot mata teduh kepada adik-adiknya.


"Bisa ae malih" ucap Tisha dan mereka pun tertawa. Lihatlah adik kakak ini saling melengkapi berapa bahagianya hidup diantara mereka.

__ADS_1


__ADS_2