
"Kamu engga kerja, Gas?" tanya bang Reyka.
"Ini baru pulang bang, abis kerja"
Reyka mengangguk, "oh gitu, di suruh sama Reysha ya kesini nya?" tanya Reyka kepada Agas.
Belum sempat Agas menjawab pertanyaan Reyka, Reyka sudah terlebih dahulu memarahi Reysha, "kok kamu gitu sih Ey? Jangan gitu dong, kasian Agasnya baru pulang kerja udah langsung kesini bukannya suruh istirahat dulu" cecar Reyka.
"Eh" kata Reysha dengan muka cengonya.
Reysha ngebug
"Eeh engga kok bang, emang ini inisiatif dari Agas aja, Reysha juga engga tau kok kalau Agas kesini" jelas Agas.
"Oh gitu" jawab Reyka sambil menganggukkan kepalanya.
"Mangkanya bang, jangan langsung nuduh. Inget loh nuduh lebih kejam dari pada pembunuhan"
"Fitnah Ey Fitnah" ucap Reyka membenarkan.
Agas terkekeh melihat kekompakan kedua kakak beradik itu.
"Maaf ya Gas, Reysha emang suka nyebelin. Jadi kalau kamu engga kuat putusin aja engga apa-apa" kata Reyka membuat Reysha melototkan matanya.
"Abang" panggilnya.
"Apa? Engga terima?" tanya Reyka.
"Engga apa-apa kok bang, saya memang terima Reysha apa adanya, jadi bagaimana pun sikap Reysha pasti Agas terima dengan baik" jawab Agas untuk menengahi agar kedua adik kakak ini tidak bertengkar lagi.
"Tuh dengerin" kata Reysha dengan nada yang sudah salting.
"Dih dih salting dia, Gas" ledek Reyka.
"Engga ya engga"
"Oya Gas" ucap Reysha.
"Iya?"
"Besok lo sibuk engga?"
Reyka kembali menoleh ke arah Reysha, "la lo la lo, engga sopan kamu tuh, sama cowo sendiri juga" tegur Reyka.
"Ehehehe" kata Reysha sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Engga apa-apa bang, mungkin Reysha belum terbiasa" jawab Agas.
"Kenapa memangnya, Sha?" tanya Agas.
"Besok acara ulang tahunnya twince, kamu dateng ya"
"Besok malam?" tanya Agas dan diangguki oleh Reysha.
"Jam berapa?"
"Jam 8 malam, di WJY hotel" jawab Reysha.
"Aku usahain ya, kalau aku engga sibuk nanti aku dateng, aku jemput kamu"
"Boleh engga bang?" tanya Agas kepada bang Reyka.
Reyka mengangguk, "boleh kok" jawabnya.
"Maaci abang" ucapnya sambil memeluk erat tubuh Reyka.
"Gini nih kalau lagi seneng, eh tapi kamu jangan kaya gini ke Agas ya"
"Dan lo juga Gas, jagain adik gue baik-baik. Jangan berani berani lo sentuh dia, jangan berani juga lo sakitin dia. Kalau emang lo udha bosen sama ni anak, lo bisa balikin Reysha baik-baik jangan langsung di sakitin aja" peringatan Reyka.
__ADS_1
Agas mengangguk, "iya bang"
...****************...
Terlihat Erlangga tengah memijat pelipisnya pelan, dirinya sangat amat pusing dengan masalah yang menimpa perusahaannya kini.
Bagaimana tidak pusing, baru saja sampai di London, Erlangga sudah di haruskan bertemu dengan beberapa masalah yang ada di perusahaan.
Sepertinya sudah saatnya Erlangga untuk kembali ke negaranya, London.
"Kayanya lo harus bener-bener disini deh, Lan" ucap Angga dan diangguki oleh Ivan.
"Kayanya bener apa yang di bilang, Angga" timpal Ivan.
Erlan mengangguk, "iya kayanya udah saatnya gue kembali"
"Tapi lo sanggup?"
Erlangga menarik nafasnya panjang, "sanggup engga sanggup emang harus gue sanggupin bukan?"
Angga dan Ivan yang mendengarnya ikut menganggukan kepalanya.
"Jadi sekarang? Kita balik ke Indo?" tanya Angga.
"Iya kita harus kembali ke Indo, setelah itu gue akan bicarain lagi ke kalian, karena gue juga harus bicarain masalah ini ke keluarga gur da juga Tisha" jelasnya.
"Tapi Ivan lo tetep di sini" lanjut Erlangga da diangguki oleh Ivan.
"Siap, kalian hati-hati di jalan" ucapnya dan diangguki oleh Erlangga dan juga Angga.
Angga dan Erlangga meninggalkan perusahaannya untuk kembali ke Indo, sudah seperti Jakarta - Bandung saja.
...****************...
"Kalian udah siap?" tanya Kalan kepada kedua adik kembarnya.
Twince mengangguk, "udah bang"
"Terimakasih abang" ucap Tikha.
Kalan mengangguk, "Sama-sama"
"Ayo de" ajaknya dan diangguki oleh keduanya.
"Kamu kenapa, Sha?" tanya sang abang.
"Tolong dong, pengen ganti pake kaos aja boleh engga?" keluh Tisha kepada Kalan.
Kalan dan Tikha dibuatnya, "cuma sebentar doang kok Sha, setelah selesai acara kamu boleh langsung ganti" jelas Tikha.
"Pasti bawa baju ganti 'kan?" tebak Tikha dan Tisha mengangguk.
"Nah yaudah ayo, kamu engga perlu khawatir lagi, engga boleh bikin abang kecewa" lanjut Tikha dengan setengah berbisik.
Tisha mengangguk, "iya iya" jawabnya.
Ketiganya turun dari tangga lantai dua untuk segera menghadiri acara makan malam yang di lakukan oleh Kalan.
Padahal yang sebenarnya terjadi adalah, Kalan akan membawa twince ke tempat pesta ulang tahun ke duanya.
"Ini rumah ko sepi banget tumben" celetuk Tisha yang membuat Tikha tersadar.
"Lah iya juga ya, ko ini rumah tumben sepi, pada kemana?"
"Mungkin ada urusan di luar kali de" elak Kalan.
"Udah ayo, nanti kita telat ke acara makan malamnya" kata Kalan mengalihkan pembicaraan.
"Pelan-pelan dong, aku kan pake heels bukan sepatu cats" timpal TishaTisha membuat keduanya kembali terkekeh.
__ADS_1
...****************...
"Aku udah rapih belum, sayang?" tanya Kia kepada Ardan, ketika Ardan menjemput Kia ke rumahnya.
Ardan terdiam sebentar ketika melihat betapa cantiknya Kia dengan gaun malam yang ia gunakan, "cantik banget, rapih" puji Ardan yang mampu membuat pipi Kia bersemu merah.
"Jangan bikin aku salting deh" ucap Kia malu-malu.
"Kamu emang beneran cantik, sayang" puji Ardan lagi.
"Aduh pipi aku panas" kata Kia membuat Ardan terkekeh.
"Comelnya" kata Ardan sambil memegang dagu Kia.
"Udah deh ayo kita ke tempat twince, lama-lama sama kamu aku bisa jadi darah rendah karena selalu di puji" katanya sambil terkekeh.
"Baik tuan putri' jawab Ardan yang membuat Kia terkekeh.
...****************...
"Kalian semua udah siap?" tanya Sailendra setengah berteriak.
"Sudah" jawab seluruh keluarga Wijaya yang berada di hotel yang sudah di siapkan.
"Bang Kalan sama kak twince sudah berada di lobby" ucapnya.
"Bersiap-siaplah" lanjutnya.
...****************...
"Loh, kita makan malamnya disini kak?" tanya Tikha ketika melihat bahwa ini adalah hotel milik keluarganya.
Kala mengangguk, "iya kita makan malam disini"
"Engga salah 'kan kak?" timpal Tisha.
"Engga dong"
"Yaudah kalian buka pintu itu ya" perintah Kalan.
"Kita?" tanya keduanya dengan mengerutkan keningnya.
Kalan mengangguk, "iya kalian"
Tanpa rasa curiga Tikha dan Tisha pun memegang handle pintu dan kemudian membukanya.
1...
2....
3...
"Suprise" teriak semua orang yang ada di dalam ruangan tersebut.
Tikha dan Tisha terdiam melihat semua orang yang sudah berada di dalam ruangan tersebut.
Terdengar alunan musik nan indah dan sebuah alunan lagu berjudul happy birthday untuk si kembar LA.
Tikha dan Tisha saling tatap di buatnya, tanpa terasa air mata mereka berdua turun tanpa di minta.
Rasa haru menyelimuti mereka berdua, bahagia, sedih, senang bercampur aduk menjadi satu.
Ucapan silih berganti dari keluarga besar Wijaya.
"Happy birthday untuk kedua anak mommy, mommy sayang kalian"
"Happy birthday untuk anak daddy, bahagia selalu untuk kalian berdua"
Acara tiup lilin dan potong kue pun terlaksanakan.
__ADS_1
"Happy birthday untuk adik abang, semoga sehat selalu dan bahagia selalu menyertai kalian"
"Happy birthday queen" ucap salah seorang pria yang baru saja tiba membuat seluruh yang berada di ruangan tersebut pun melihat ke arahnya.