Twince LA

Twince LA
Perkelahian


__ADS_3

Tisha kembali memaksakan senyumnya "kamu tau? Kamu udah janji loh buat ketemu sama aku, dan kamu juga udah janji juga buat lamar aku. Tapi kenapa kamu maunya ketemu sama aku kaya gini?" tanyanya dan Tisha kembali terisak.


"Kenapa kamu engga pernah bilang kalau itu kamu, kenapa kamu harus ketemu aku sebagai Erlan? Kenapa? Kenapa engga langsung jadi Abay aja?"


"Kamu tega"


"Kamu egois!" isaknya.


"Aku tau kamu pasti terkejut ketika aku tau siapa kamu sebenarnya sekarang?" tanyanya.


"Iya 'kan? Iya dong? Buktinya kamu sampe ngeluarin air mata kaya gini, aku tau kamu dengerin aku, aku juga tau kalau kamu rindu sama aku"


"Aku juga rindu kamu kok, aku tunggu kamu disini ya"


"De sudah, ayo kita kembali" bujuk Kalan kepada sang adik.


Tisha menggeleng "engga mau bang, aku mau disini aja temenin, Abay"


"Hey hey hey liat abang" perintahnya.


Mau tidak mau Tisha pun menatap Kalan "kamu juga butuh istirahat Sha, kamu baru saja sampai dari Indonesia. Jadi kamu istirahat dulu ya" bujuknya


Tisha tetap menggelengkan kepalanya "engga bang"


"Kasian tubuh kamu sayang. Dia juga meminta kamu untuk istirahat, abang tau kamu sangat lelah bukan?"


"Jadi ayo istirahat dulu, kasian yang lainnya pasti cape juga butuh istirahat" bujuknya lagi dan akhirnya mau tak mau Tisha menganggukkan kepalanya.


Dengan lesu Tisha melangkahkan kakinya untuk keluar dari ruangan Erlan.


"Sayang" panggil mommy.


"Mom" panggilnya lagi dan Tisha kembali menangis tersedu-sedu di pelukan sang mommy.


"Mom kenapa harus seperti ini? Tisha engga bisa mom" adunya.


Sang mommy ikut menangis dengan mengusap lembut rambut sang anak tomboy nya itu "mommy tau kamu kuat sayang"


"Engga mom Tisha engga kuat, Tisha engga sanggup buat jalaninnya"


"Sayang masih ada Erlan yang harus kamu kuatkan, kamu harus bisa kuat kalau bukan kamu yang menguatkan Erlan siapa lagi nak? Ingat sekarang Erlan lagi butuh bimbingan dari kamu"


Tisha mengangguk "i.. iya mom"


"Ayo kamu butuh istirahat, Tisha dan yang lainnya sudah menunggu kamu di mobil untuk membiayai ke mansion"


Tisha menggeleng "Tisha mau disini aja mom engga mau di mansion"

__ADS_1


"Sayang" kini suara mommy Erlan yang terdengar, melihat Tisha yang sangat terpuruk dengan keadaan anaknya membuat mommy Erlan tak kuasa menahan air matanya.


"Kamu harus pulang dulu ke mansion, kamu butuh istirahat. Biar mommy dan daddy kamu yang menemani Erlan disini bersama dengan kami"


"Tapi tan.. " ucap Tisha terpotong karena satu jari milik mommy Erlan sudah berada di bibir manis milik Tisha.


"Kamu ingat apa yang tadi kamu katakan kepada tante?" tanyanya dan Tisha menganggukkan kepalanya.


"Jadi lakukanlah nak, Erlan pasti akan marah kepada tante jika membiarkan mu menangis apalagi jika kamu sampai terluka" jelasnya.


Mendengar itu Tisha memejamkan matanya dan menarik nafasnya dengan berat Tisha pun menganggukkan kepalanya "baik tante, Tisha akan istirahat di mansion"


Mommy Erlan dan mommy Adin tersenyum mendengarnya "ayo mommy antar ke parkiran" katanya dan Tisha menganggukkan kepalanya.


"Mom nanti abang menyusul, abang ke daddy dulu" timpal Kalan.


"Iya bang" jawab sang mommy. Tisha dan mommy pergi meninggalkan rumah sakit itu.


"Daddy" panggil Kalan.


"Iya bang"


"Miko dan papa Nicholas kemana ya, dad? Abang engga liat mereka dari tadi" tanyanya kepada sang daddy.


"Miko dan Nicholas sedang membantu penyerangan Ivan dan juga Angga ke markas Axel, nak" jelas sang daddy.


Jangan tanyakan bagaimana sang daddy bisa tahu, karena semenjak Miko tahu bahwa ada yang aneh dengan gelagat Ivan dan Angga saat menceritakan tentang kejadian kecelakaan Erlan pun Miko langsung memberitahukan kepada sang papa, dan jadilah sang papa langsung bergerak mencari tahu tentang Erlan dan teman-temannya. Tanpa sepengetahuan siapapun Nicholas mendapatkan informasi itu, dan siapa sangka sang daddy sari Erlan menceritakan siapa Erlan sebenarnya walaupun Erlan bukan seorang mafia, tapi Erlan sudah memiliki geng sendiri tetap bisa di katakan sebagai seorang mafia karena anggota geng milik Erlan adalah orang-orang yang sangat kuat dengan para anggotanya yang memiliki strategi yang sangat bagus.


Tentu Kalan sangat terkejut, Kalan bukanlah seorang mafia atau memiliki geng seperti itu, walaupun bisa di katakan Kalan jago bela diri namun bela diri Kalan tidak sehebat Sailendra dan para anggota geng milik Erlan. Jangan lupakan Sailendra memiliki altar ego yang membuatnya semakin kuat dan sangat di takuti.


"Kamu tenang aja, mereka pasti akan baik-baik saja, jadi kamu jagalah para adik-adikmu bang. Pualnglah ke mansion, biar daddy dan mommy yang menjaga Erlan disini" jelasnya.


"Daddy sudah memberikan perintah kepada anak buah daddy untuk menjaga kalian" jelasnya lagi.


Kalan menganggukkan kepalanya "baik dad" jawabnya.


...****************...


Bugh...


Bugh...


Sret...


"Ah"


"Ivan!" teriak Angga yang melihat bahwa Ivan terkena goresan pisau dan keluar darah segar dari perut Ivan.

__ADS_1


Bugh...


Bugh...


Sret...


Angga memukul dan ikut menggores para musuh dengan pisau yang akan menyerang Ivan kembali.


"Rasya lindungi kami!" teriak Angga kepada Rasya.


Rasya yang melihatnya pun menganggukkan kepalanya "siap bos!"


"Kalian semua lindungi Angga dan Ivan, Ivan harus segera di beri pertolongan!" perintahnya.


"Siap bos!" jawab mereka dengan kompak, dan mereka pun membuat persiapan dengan mendekat ke arah Angga dan Ivan dengan masih melawan para musuh mereka.


...****************...


"Bos gawat bos, markas kita di serang oleh King AEIRa"


Axel membulatkan matanya mendengar hal itu "ck, bagaimana dengan yang lain?"


"Mereka kalah bos, walaupun King AEIRa kalah jumlah namun pertahanan mereka sangat kuat bos!" jelasnya lagi.


"Ayo kita ke sana sekarang, perintahkan yang lain untuk berjaga di dalam, penjagaan untuk Cheryl perketat!!" perintahnya.


"Baik bos"


"Sudah ku duga mereka akan membalaskan dendamnya" gumam Axel dalam hati dengan mempersiapkan dirinya.


Dor...


Dor...


Dor...


"Cepat bawa Ivan ke mobil, sudah ada Miko di dan mobil itu!" perintah Nicholas yang baru saja datang dengan anak buahnya yang lain untuk memberikan pertolongan kepada King AEIRa.


Angga yang mengenal Nicholas pun menganggukkan kepalanya "baik".


"Siapa dia?" tanya Rasya.


"Teman daddy Erlan, percayakan kepada mereka, mereka juga sama kuat. Kerjasamalah" jelas Angga kepada Rasya.


"Baik" jawab Rasya dan menagnggukkan kepalanya.


"Bantu Angga dan Ivan sisanya bantu gue dan tuan Nicholas. Lindungi mereka juga dan lindungi diri kalian, tetap dengan tujuan kita!" perintah Rasya.

__ADS_1


"Baik bos!" jawab anak buahnya dengan serempak.


Terlihat Nicholas sedang melawan para musuhnya dengan bela dirinya dan sebagian menggunakan pistol miliknya.


__ADS_2