
Terdengar suara peluit yang menandakan bahwa permainan bola basket antara kelas X dan kelas XII telah selesai.
Sorak riuh dari kelas X terdengar sangat ramai, karena pertandingan kali ini dimenangkan oleh kelas X.
"Engga sia-sia anjir suara gue sampe abis begini cuma buat nyemangatin lo doang, Sha" teriak Sailendra ketika tim wanita sudah keluar dari lapangan.
"Thanks" kata Tisha.
Entah dari mana dan entah ide siapa semua ini, kelas X memberikan yel-yelnya ke arah kelas XII yang kini tengah sibuk sedang beristirahat.
"Yo yo, inilah kami dari kelas X IPS 5 yang memenangkan juara. Oye oye" teriak Keynan dengan nada yang ngerep.
"Siapa kita?" teriak Keynan.
"X IPS 5" jawab seluruh siswa kelas X IPS 5 dengan kompak.
"Siapa kita?" tanya Keynan lagi.
"X IPS 5" jawab seluruh siswa kelas X IPS 5 dengan kompak.
"Disini IPS, disana IPS, dimana-dimana IPS 5, lalalalalalalalalala IPS 5, juara!" nyanyian seluruh siswa IPS 5
"Asik asik"
"Yeee"
Berbeda dengan teman-temannya yang lain, Sailendra, Agas, Tisha, Reysha, Ayumi, Elvana dan Salsa mengerutkan keningnya ketika mendengar yel yel dari anak-anak kelasnya.
"Ide siapa?" bisik Tisha kepada Sailendra.
Sailendra menaik turunkan bahunya, "engga tau gue, gue baru tau sekarang" jawab Sailendra dan diangguki oleh Tisha.
Setelah menjawab pertanyaan dari Tisha, Sailendra melihat ke arah Agas dan memanggilnya "Gas, Gas"
Agas yang memang sedang mendengarkan yel yel dari teman-temannya pun tak mendengar panggilan dari Sailendra.
"Agas" panggil Sailendra lagi.
Agas menoleh, "apaan? Gue lagi seru nih liat mereka"
"Itu yel yel dari mana?" tanya Sailendra.
Sama seperti dirinya, Agas pun menaik turunkan bahunya, "engga tau, gue kan dari tadi teriakin si Reysha sama elo"
__ADS_1
Sailendra menepuk jidatnya, "iya juga"
"Apa jangan-jangan dari tadi itu mereka lagi sibuk bikin yel-yel kali ya dari pada neriakin anak-anak main"
"Bisa jadi"
"Yaudahlah engga apa-apa, makin seru nih begini"
Kelas XII yang merasa di remehkan pun ikut menimpali yel-yel kelas X.
"Di sini kami, di sini kami, anak kelas XII, kingnya bola basket. Di sana Di sana adalah para pecundang" teriak anak kelas XII.
Mendengar hal itu, pak Jeni dan pak Beni pun mengerutkan keningnya, mungkin kedua guru ini bingung kenapa menjadi seperti ini?
Kalan yang memang ketua OSIS pun turun dari kursi penonton, "berhenti!" teriak Kalan memberhentikan para supporter perkelas ini.
Mereka semua pun terdiam ketika mendengar suara dari Kalan.
"Ada apa sama kalian? Ini hanya pertandingan biasa saja, kenapa harus serame ini?" tanya Kalan kepada kedua kelas ini.
"Tuh kelas X duluan" teriak salah satu siswa kelas XII.
"Skor kita itu seimbang, 1-1. Tim laki-laki kelas XII menang, tim perempuan kelas X menang, jadi mau apa yang kalian perdebatkan?" tanya Kalan lagi.
"Huuuu" teriak kelas X karena merasa kecewa.
...****************...
"Cape banget coy" keluh Elvana sambil meminum minuman yang sedang ia pegang.
"Baru pertama lagi nih main basket setelah sekian purnama tidak bermain" timpal Reysha.
"Tapi lo tetep keren ko, Ey" kata Tisha menimpali.
"Oh iya dong" kata Reysha dengan pedenya.
"Tapi sayangnya engga ada Tikha doang si, kalah ada Tikha pasti makin seru"
"Bener tuh, Sha"
"Udah ah gue mau balik" ucap Elvana ketika sudah mendengar bel sekolah yang berbunyi.
Pelajaran olahraga hari ini memang pelajaran terakhir di kelas mereka dan di kelas XII.
__ADS_1
"Tungguin" teriak Reysha dengan menyambar tasnya untuk ia gendong.
Berbeda dengan Tisha yang harus melipat tangan bajunya dan merapihkan kunciran nya yang tadi sempat acak-acakan.
"Lo keren banget tadi mainnya" kata Sailendra mengikuti langkah kaki Tisha yang keluar dari kelas.
"Iya dong, siapa dulu Tisha" kata Tisha dengan pedenya.
"Iya iya gue percaya kalau permainan elu itu emang bagus"
"Tapi kalau di liat-liat lo juga mainnya bagus, Sai"
Sailendra mengangguk, "tapi masih bagusan elo lah"
"Oh iya dong, tentu" kata Tisha membuat keduanya terkekeh.
"Eh itu siapa?" tanya Sailendra ketika melihat pria tampan yang sedang bersandar di mobil milik Tisha.
"Siapa?" tanya Tisha yang memang ikut penasaran juga dengan siapa yang dilihat oleh Sailendra.
"Noh" katanya sambil menunjuk ke arah pria tersebut.
Tisha mengikuti arah telunjuk Sailendra, dan tap.
"Abay" panggilnya ketika Tisha mengenali sosok yang saat ini sedang menatap dirinya dari kejauhan.
"Hah?" kata Sailendra dengan mode cengonya.
Siapa yang tidak heran dengan Abay? Dari cara berpakaian pun Abay sudah berbeda, tidak seperti om om yang ia lihat sebelumnya.
"Itu beneran ka Erlan?" tanya Sailendra.
Tisha mengangguk, "iya itu Erlan" jawabnya.
"Hay girl" sapa Erlan dengan senyum manisnya ketika melihat sang pujaannya mendekat ke arahnya.
"Hay" jawab Tisha.
"Maaf engga kabarin dulu, mau pulang bareng?" tanya Erlan dan diangguki oleh Tisha.
"Gue gimana?" tanya Sailendra.
"Pulang sendiri lah, biasanya juga pulang sendiri pak bos" kata Tisha dan meninggalkan Sailendra untuk masuk ke dalam mobilnya setelah memberika kunci mobil kepada Erlan.
__ADS_1