Twince LA

Twince LA
Mom and Dad


__ADS_3

"Selamat beristirahat anak-anak daddy" ucap daddy kepada keempat anaknya.


Kini seluruh keluarga besar Wijaya sudah sampai di Indonesia 5 menit yang lalu, dengan kembali ke rumahnya masing-masing.


"Daddy dan mommy juga jangan lupa istirahat" ucap keempat anaknya secara bersamaan.


"Iya sayang" jawab sang mommy yang kemudian pergi ke kamar bersama dengan sang suami untuk melanjutkan tidurnya, karena kini sudah pukul 21.00 WIB yang dimana esok pagi mereka semua akan kembali ke aktivitas mereka yang sesungguhnya.


Kalan, si kembar dan Nathan yang akan kembali ke sekolahnya dan daddy akan kembali ke kantor yang sudah ia tinggalkan lumayan lama.


"Mas mandi dulu" perintah sang istri kepada sang suami.


"Udah aku siapin airnya" lanjutnya lagi.


Daddy Ardi yang mendengar itupun tersenyum "iya sayang, mas mandi dulu ya" jawabnya sambil mencium pipi sang istri kemudian berjalan menuju kamar mandi.


Melihat itu Adin sang istri tersenyum dan berjalan ke arah walk in closet untuk menyiapkan pakaian yang akan digunakan oleh sang suami dan juga dirinya.


"Rasanya udah lama banget ya engga tidur di kamar sendiri" gumam Adin ketika melihat kasur king sizenya yang masih tertata rapih dan terasa sangat dingin karena sudah lama tidak di pakai karena dirinya harus pergi ke London dalam jangka waktu yang cukup lama, nafasnya seakan lega ketika sudah menginjakan kakinya di rumahnya sendiri.


"Ko aku jadi kangen ya sama mama dan juga bapa"


"Jadi pengen pulang kampung deh" monolognya lagi.


"Akhir bulan ayo kita ke Banten, sayang" timpal sang suami yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan rambut yang masih basah dan handuk yang dililitkan di pinggang.


"Kamu udah selesai mandinya mas?" tanya Sdin kepada sang suami.


Ardi mengangguk "udah sayang, ayo kita ke Banten"


"Kamu beneran mas?" tanya Adin dengan wajah yang tak percaya.


Ardi mengangguk "emang aku mau ajak kamu ke Banten ko sayang akhir bulan nanti, tapi aku belim ada waktu aja buat ngomong sama kamunya"


"Sama anak-anak juga mas?"


"Iya dong, mama sama bapa juga pasti kangen sama cucu-cucunya"

__ADS_1


Adin tersenyum penuh haru dan memeluk tubuh sang suami yang masih setengah basah itu "kamu engga lagi sibuk 'kan mas?"


Ardi tersenyum "sesibuk apapun aku, kamu yang paling utama untuk aku sayang, kamu segalanya untuk aku, kebahagiaan kamu adalah nomor satu untuk aku. Jadi kamu engga perlu khawatir tentang pekerjaan aku, Nicholas bisa handle semuanya"


"Makasih banyak ya mas, udah jadiin aku ratu dari dulu, dari kita masih zamannya pacaran sampe sekarang kamu masih jadiin aku ratu. Aku beruntung banget dapetin kamu, aku bangga banget jadi istri kamu"


"Hey hey hey, bukan kamu yang beruntung dapetin aku sayang, tapi aku yang beruntung dan bangga udah dapetin istri kaya kamu, udah cantik, pintar dalam segala hal, dan udah mau dengan ikhlas jadi ibu dari anak-anak aku, yang memiliki sifat dan karakter berbeda-beda. Hanya ucapan terimakasih saja menurutku itu engga sebanding sama apa yang udah kamu kasih ke aku, asal kamu tau aku bisa berubah jadi seperti sekarang ini karena ada campur tangan dari kamu sayang, aku yang dulunya playboy bisa jadi sedingin dan secuek sekarang karena kamu, aku bisa rasain jadi seorang daddy yang di banggakan oleh anak-anak aku juga, karena ada campur tangan dari kamu, aku bisa jadi Ardiansyah yang ditakuti juga karena ada campur tangan dan doa dari kamu sayang. Jadi disini aku yang beruntung udah dapetin kamu, terimakasih sekali lagi aku bilang terimakasih banyak untuk kamu yang udah mau relain waktu kamu untuk mengurus rumah tangga kita, urus anak-anak kita. Aku sayang kamu, aku engga akan pernah bosan untuk bilang aku sayang kamu, Nadin Prastya Anggraeni Wijaya"


"Aku juga sayang kamu, suamiku" ucap Adin lagi dengan memeluk erat tubuh suaminya.


"Ingat sayang, kalau kamu mau apapun itu tolong langsung bilang aja sama aku ya, aku pasti akan ada waktu untuk kamu"


Adin mengangguk dalam peluknya "iya mas, terimakasih banyak mas"


"Iya sayang"


"Yaudah aku mau mandi dulu ya mas, aku sayang kamu" kata Adin sambil mengecup bibir lembut sang suami.


...****************...


"Sha panggil Tiskha.


"Aku pengen deh punya pasangan kaya daddy"


"Why?"


"Kamu liat engga sih tadi di pesawat, daddy perhatian banget sama mommy, mau apa-apa daddy pasti lakuin"


"Ya"


"Jangankan ke mommy, ke kita juga anak-anaknya daddy pasti akan selalu luangin waktunya untuk kita, mau sesibuk apapun daddy, daddy pasti bisa nemenin kita di sela-sela waktunya"


"Jadi?"


"Sha, idaman cowo aku itu daddy banget pokoknya"


"Kamu mau cari yang kaya daddy?" tanya Tisha.

__ADS_1


Tikha mengangguk "iya aku mau cari cowo yang kaya daddy, yang bisa manjain anak-anaknya walaupun engga semanja kaya anak-anak lain. Mau kaya bang Kalan sama Natha juga deh yang bisa jagain adik dan kakaknya"


"Kayanya susah deh Kha"


"Kenapa?"


"Jarang loh ada cowo yang kamu pengenin itu"


"Jarang kan Sha bukan engga ada?"


Tisha mengangguk "iya jarang, emang sih engga menutup kemungkinan akan ada yang seperti daddy, bang Kalan dan juga Nathan, tapi engga menutupi kemungkinan juga 'kan kalau yang kaya mereka itu engga ada?"


Tikha mengangguk "iya sih, tapi aku yakin aku pasti bisa dapetin cowo yang kaya daddy, bang Kalan dan juga Nathan"


"Kalau kamu yakin, pasti kamu dapet. Lagian kalau di liat-liat ya Lio sama ka Gema juga kaya daddy deh, Kha" jelas Tisha sambil berfikir.


Tikha membulatkan matanya dan melemparkan boneka bobanya ke arah Tisha "matamu ya Sha!"


"Aduh" keluhnya ketika mendapati kepalanya terkena lemparan Tikha.


"Lagian kamu ada-ada aja sih, pake acara bawa-bawa Lio sama ka Gema"


"Yakan aku lagi ngomong aja Kha, engga beneran juga ko. Aku juga kan udah punya Abay"


"Ya tapi engga harus mereka berdua juga dong"


"Iya iya maaf"


"Eh ngomongin soal ka Gema, kamu gimana sama dia?"


"Engga gimana-gimana dong, aku kan engga ada hubungan apa-apa sama ka Gema, jadi apa yang harus di permasalahin?"


"Ka Gema suka sama kamu, itu sih hag jadi permasalahannya"


"Ya itu kan ka Gemanya bukan aku, Kha"


"Iya juga sih"

__ADS_1


"Ah yaudahlah aku mau tidur, inget Kha besok sekolah terus upacara!"


"Eh iya ya, ah udah deh aku juga mau tidur aja" ucap Tikha dan ikut terlelap bersama dengan Tisha.


__ADS_2