
"Tuan muda Kalan, tuan muda Miko dan tuan muda Ardan, saya di perintahkan oleh tuan Ardi untuk menyampaikan bahwa tuan muda segera bersiap untuk ke berangkatan menuju London" ucap orang kepercayaan daddy Ardi.
Kalan, Miko dan Ardan yang sedang bersantai pun tergelonjat kaget "hah?" kejut Kalan.
"Lagi engga becanda 'kan ini?" tanya Ardan.
"Tidak tuan muda" jawab orang kepercayaan daddy Ardi.
"Kalau boleh tau ada urusan apa ya?" tanya Miko.
"Maaf tuan muda saya tidak tahu mengenai hal itu, saya hanya di perintahkan untuk memberi tahu kan tuan muda saja untuk segera bersiap, pesawat akan siap satu jam ke depan, saya yang akan mengantarkan ke Bandara dan di London sudah ada orang kepercayaan tuan Ardi untuk membawa tuan muda ke mansion milik keluarga Wijaya. Kini tuan Nicholas, tuan Ardi dan nyonya Adin sedang dalam perjalanan menuju London" jelas orang kepercayaan tersebut.
"Baik terimakasih" ucap Miko dan ketiganya pun bersiap untuk ke berangkatannya.
***
Perbedaan waktu yang sangat mencolok antara London dan Jakarta, membuat twince dan Nathan tidak sempat untuk menghubungi sang daddy dan mommynya. Kini di Jakarta sudah pukul 06.00 WIB dimana twince dan Nathan sedang sarapan pagi untuk memulai aktivitas hari ini.
"Engga enak banget ya sarapannya, sepi banget" keluh Nathan.
"Iya bener" timpal Tisha.
"Ya mau gimana lagi, kita engga bisa telpon daddy atau mommy, pasti mereka berdua lagi istirahat. Kalau di liat dari waktu, pasti disana baru juga jam 12 malem, kasian 'kan? Kita ganggu banget kalau telpon daddy sama mommy sekarang"
"Emang mommy sama daddy udah sampe ke London, ka?" tanya Nathan.
"Kemungkinan mommy sama daddy belum sampai, perjalanan dari Jakarta ke London memakan waktu kurang lebih 14 jam itu paling cepet, de"
"Berarti sekarang mommy masih di jalan ya ka? Kira-kira sampe jam berapa?"
"Kalau dalam perhitungan, kayanya sampe jam 10 pagi de"
"Haah, lama banget deh. Pasti mommy sama daddy nginep dulu, engga mungkin 'kan langsung pulang? Udah jauh pasti cape banget" keluhnya lagi.
"Yaudah engga apa-apa, lagian 'kan disini ada kakak sama kak Tisha banyak mbo juga masa kamu masih ngerasa kesepian?"
"Biasanya ada mommy yang selalu cerewet, ka"
"Kenapa kita engga nyusul aja kesana?" celetuk Tisha.
Seakan mendapatkan pencerahan, mata Nathan berbinar "bener juga kak, yuk kita nyusul daddy sama mommy abis pulang sekolah"
"Engga bisa, waktunya lama. Kita kan besok harus sekolah"
"Bisa izin 'kan Kha?" tanya Tisha.
"Kita tanya mommy dan daddy dulu, jangan langsung nyusul gitu aja, lagian 'kan ini urusan bisnis bukan untuk liburan" jelas Tikha.
"Bener juga" ucap Nathan kembali lesu.
__ADS_1
"Udah-udah lebih baik kita selesaikan sarapan kita, abis itu kita ke sekolah" ucap Tikha dan diangguki oleh Nathan.
***
"Sebenarnya ini ada apa, Dad? Kenapa kita bertiga harus ke London?" tanya Kalan ketika siang sudah menjelang.
Benar apa yang di katakan oleh Tikha, momny dan daddy sampai pada pukul 10 pagi dan sampai di mansion pada pukul 11 siang. Kini daddy, Miko, Ardan dan juga Kalan sedang berkumpul di ruang keluarga sambil menunggu mommy Adin selesai menyiapkan makan siang.
"Kamu tau Erlangga?" tanya daddy.
"Kakaknya Kia, dadd?" tanyanya.
Daddy menganggukkan kepalanya "ya, kakak dari Kia kekasih Ardan"
"Ya memang kenapa dad?"
"Dia sedang koma"
Ardan, Miko dan Kalan membulatkan matanya "koma? Ko bisa dad?"
"Kia juga engga ada cerita tentang kakaknya yang koma, dad" timpal Ardan.
"Kia baru tau seminggu yang lalu, Dan"
"Tapi katanya dia ada urusan keluarga dad"
"Iya memang, Kia belum di beritahukan mengenai kondisi kakaknya, tapi setelah Kia sudah disana dia baru tau bahwa kakaknya sedang koma"
"Maklumi saja, Dan" ucap daddy dan Ardan menganggukkan kepalanya.
"Apa kita akan menjenguk Erlan dad?" tanya Miko.
Daddy mengangguk "betul"
"Kenapa twince engga di ajak aja kesini, dad? Bukannya Tisha harus tau juga tentang kondisi Erlan?" tanya Kalan.
"Permintaan daddynya Erlan" jawab sang daddy. Kalan mengerutkan keningnya.
"Kamu akan tau nanti" lanjut sang daddy yang melihat ke bingungan yang berada di rayt wajah milik sang anak.
"Baik" jawab Kalan.
***
"Kia, sayang" panggil Ardan dengan lembut.
Kia yang merasa namanya di panggil pun menoleh ke asal suara, terlihat jelas sang kekasih yang baru saja sampai bersama dengan daddy Ardi, mommy Adin, Kalan dan juga Miko.
"Ardan" panggilnya dan langsung menubruk tubuh sang kekasih dengan tangis yang masih menguasai dirinya.
__ADS_1
"Kak Erlan Dan, ka Erlan" ucapnya sambil terisak.
"Sabar sayang, aku tau kamu kuat, kamu pasti kuat" ucapnya untuk menenangkan Kia.
"Ayo kita cari tempat untuk duduk agar kamu merasa lebih tenang" lanjutnya dan diangguki oleh Kia.
***
"Selamat siang tuan Arayyan" ucap daddy dengan menjabat tangan tuan Arayyan. Berbeda dengan mommy Adin yang langsung memeluk tubuh istri dari taun Arayyan seraya untuk menguatkan.
"Siang tuan Ardi, satu kehormatan bagi kami anda dan keluarga mau datang kemari hanya untuk menjenguk Erlan" ucap daddy Arayyan.
"Tidak perlu sungkan tuan, ini sudah menjadi kewajiban kami, mengingat bahwa Erlan adalah pria yang selama ini anak saya tunggu-tunggu kehadirannya" jawab daddy Ardi san diangguki oleh daddy Arayyan.
"Silahkan duduk" titah daddy Arayyan.
"Terimakasih" jawab daddy Ardi.
"Daddy, apa Kalan boleh masuk?" tanya Kalan kepada daddy Ardi.
Daddy Ardi melihat ke arah daddy Arayyan untuk bertanya walaupun tidak di ucapkan sepertinya daddy Arayyan mengerti arti airit mata daddy Ardi "boleh nak, silahkan saja. Di pintu ruang Erlan sudah ada Ivan dan Angga yang menjaganya, kamu bilang saja jika kamu sudah mendapatkan izin dari saya" jelasnya.
"Baik terimakasih tuan"
"Panggil saja om, nak"
"Baik om, kalau begitu Kalan dan Miko permisi dulu"
"Silahkan" ucapnya, Kalan dan Miko pun berjalan ke pintu ruangan Erlan. Seperti yang sudah di katakan oleh daddy Arayyan bahwa di depan pintu udah ada Ivan dan Angga yang sedang menjaga pintu masuk ruangan Erlan.
"Permisi" kata Kalan.
"Ya, ada yang bisa kami bantu?" tanya Angga dengan tampang yang waspada.
"Saya Kalan dan ini sepupu saya Miko, kami ingin menjenguk tuan Erlangga dan kami sudah mendapatkan izin dari tuan Arayyan, jika anda tidak percaya anda bisa menanyakannya terlebih dahulu" ucap Kalan.
Angga dan Ivan yang mendengarnya saling pandang dan akhirnya menganggukkan kepalanya "baik saya akan menanyakannya terlebih dahulu kepada tuan Arayyan" ucap Ivan.
"Baik" jawab Kalan. Ivan pun berjalan ke arah tuan Arayyan.
Tak lama Ivan kembali ke pintu masuk ruangan Erlan "iya silahkan masuk tuan muda Kalan dan tuan muda Miko, maaf kami sempat tidak percaya kepada Anda" ucap Ivan dengan penuh hormat.
"Tidak apa-apa, kami menghormati dan menghargai itu. Penjagaan kalian memang sangat bagus dan baik" puji Kalan.
"Terimakasih atas pujiannya tuan muda"
"Ga, buka pintunya" titah Ivan dan Angga membuka pintu ruangan Erlan.
Erlan dan Miko pun masuk ke dalam ruangan tersebut, ruangan yang tampak sangat luas bersih tentunya bau obat yang sangat menyengat, dan satu yang menyita pikiran mereka berdua, ruangan ini seperti sudah di modifikasi sedemikian rupa, tidak seperti ruangan rumah sakit lain, walaupun ruangan VVIP ruangan kali ini yang di masuki Oleh Kalan dan Miko sangat aneh berbeda dari VVIP rumah sakit lainnya, dimana jarak antara pintu sampai ke tempat Erlan lumayan jauh, dan betapa menakjubkannya bahwa brankar itu di kelilingi oleh dinding kaca tembus pandang.
__ADS_1
Terlihat seorang pria yang sedang berbaring lemah di brankar rumah sakit elit di London dengan banyak peralatan medis pada tubuhnya dan terdengar jelas suara detak jantung pada EKG atau ECG, elektrokardiogram yang merupakan tes diagnostik umum yang digunakan untuk mengevaluasi fungsi jantung.