
"Van lo harus bertahan Van" mohon Ivan kepada adik bungsungnya Devan.
"Maaf, hanya pasien saja yang di perbolehkan untuk masuk" ucap suster yang bertugas menangani Devan.
"Lakukan yang terbaik untuk adik saya, dok" mohon Ivan ketika dokter masuk ke ruangan Devan.
"Saya dan yang lainnya akan berusaha semaksimal mungkin, tuan" jawabnya dan diangguki oleh Ivan.
"Kenapa kalian harus seperti ini" lirih Ivan ketika mengingat perlakuan Dafa yang tak pernah berubah kepada Devan yang selalu kasar.
"Semenjak mami engga ada, kenapa kalian berdua jadi seperti ini?" lirihnya lagi.
Mami dari Ivan dan DD memang sudah tiada semenjak DD kelas 6 SD, setelah itu sang papi menikah lagi dengan wanita Belanda, maka dari itu kini papi menetap di Belanda bersama dengan istri barunya meninggalkan DD yang berada di Indonesia.
Dari semenjak kuliah Ivan memang sudah menetap di London bersama dengan Erlan dan juga Angga. Hanya DD lah yang menetap di Indonesia karena perintah dari Ivan tentunya.
"Gue harus ngelakuin apa sekarang?" tanyanya dengan putus asa.
Ivan mengambil ponselnya dan menekan tombol mbo Minah untuk menanyakan tentang keberadaan Dafa saat ini.
📞 Mbo Minah
"Halo bi"
"Iya den"
"Dafa dimana bi?"
"Den Dafa di kamarnya, den. Sejak Aden bawa den Devan pergi, den Dafa engga keluar-keluar dari kamarnya, Den"
"Yaudah, kalau Dafa keluar dari kamarnya, bibi langsung hubungi Ivan aja ya bi"
"Oke den"
"Den, gimana kabarnya den Devan?"
"Masih di tangani bi, bibi do'ain aja ya semoga Devan engga apa-apa"
"Amin den Amin"
"Yaudah bi, Ivan matikan telponnya ya"
"Iya den"
__ADS_1
Tuut... Sambungan telpon pun terputus.
Ivan bangkit dari duduknya untuk mencari minuman untuk menyegarkan pikirannya.
"Gue harus nanya ke Uxio tentang keadaan disini selama gue engga ada" ucapnya sambil berjalan ke arah kantin.
Uxio, kalian pasti ingat bukan Uxio siapa?
Yap! Uxio adalah salah satu anggota inti King Zeus. Uxio adalah sepupu dari Ivan dan DD yang tidak di ketahui identitasnya oleh DD, yang mereka tahu Uxio adalah Haaziq asisten bodohnya, karena Uxio memperkenalkan dirinya sebagai Haaziq bukan Uxio Haaziq Visko.
...****************...
"Apa yang terjadi sama Tikha, dad?" tanya sang mommy ketika melihat sang daddy yang membawa Tikha dalam pangkuannya.
"Traumanya kembali muncul, sayang" jawab Ardi sambil membawa Tikha yang terpejam.
Mommy Adin mengangguk dan mengikuti daddy Ardi dari belakang begitupun dengan dokter pribadi keluarga Wijaya.
"Daddy ke ruang kerja dulu ya sayang, kalau anak-anak udah dateng suruh langsung ke ruang kerja daddy aja"
"Iya mas" jawabnya, dan Adin pun mengecup pucuk kepala sang istri barulah pergi meninggalkan kamar yang sudah di fasilitasi alat medis lengkap untuk sang buah hati.
...****************...
"Biarkan mereka menyelesaikan masalahnya sendiri, Nich" ucap daddy Ardi ketika mendengar pernyataan dari Nicholas bahwa kini kedua anaknya sedang berada di pantai Anyer, bolos sekolah karena mood Tisha yang sedang tidak baik.
"Kita masih lama untuk pergi, jangan berbicara seperti itu" ucap Nicholas yang tidak memakai bahasa formal. Karena itu adalah permintaan dari Ardi jika dirinya sedang berdua dan tidak membahas tentang pekerjaan, Ardi meminta untuk tidak formal kepadanya.
"Maut, jodoh dan rezeki engga ada yang tau, Nic"
"Tapi tetap kamu harus pantau mereka, Nic. Takut-takutnya ada kejadian seperti ini lagi, kita harus turun tangan" lanjutnya.
"Iya bos, saya akan tetap terus pantau mereka semua" katanya dan diangguki oleh Ardi.
"Dulu, pada saat Adin bersama dengan Chandra, aku tidak akan pernah terfikir bahwa akan mendapatkan Adin selamanya, cewe manis yang disakiti oleh laki-laki brengsek yang benar-benar engga pantes buat di sayang" lanjutnya.
Nicholas memang tidak mengetahui tentang alur percintaan antara bos dan istrinya itu. Dirinya hanya diam menyimak saja.
"Alasanku terus mengejar Adin karena aku terlalu yakin bahwa Adin adalah wanita yang istimewa sangat sangat istimewa untukku. Sangat sulit memang mendapatkan hati Adin, karena dia terlalu cinta mati sama mantanya itu, di tambah yang ngedeketin dia pas patah hati itu seorang playboy cap kuda Ardiansyah Ferdinan Wijaya, mana percaya dia sama gue? Untungnya mamah ngedukung banget sama gue jadilah gue menggunakan orang dalam" jelasnya dengan kekehan kecil dan diikuti oleh Nicholas.
Alasan Ardi kenapa terus mengejar Adin sudah di ungkapkan di sini ya, selain dia cinta mati sama Adin dia juga menganggap bahwa Adin adalah yang paling istimewa untuk dirinya, maka dari itu kenapa Ardi selalu memperjuangkan dan menjaga Adin sampai sekarang.
Yang belum baca kisah mommy dan daddy bisa kalian baca ya judulnya "Hadirnya Orang Ketiga"
__ADS_1
"Tapi semua itu benar-benar nyata bukan? Adin itu memang sangat istimewa, tidak ada perbedaannya antara pacaran dan nikah"
Nicholas mengerutkan keningnya, "tuan, pacaran?"
Ardi mengangguk dan menoleh ke arah Nicholas, "iyalah gue mah pacaran, emangnya elu yang langsung sat set nikah"
"Meningan saya dong langsung nikah" ucap Nicholas membanggakan dirinya.
"iya iya terserah lu dah, Nic"
"Bagaimana keadaan nyonya dan tuan besar, tuan?"
"Mereka baik, Nic"
"Oya Nic, akhir bulan kita ke Banten ke rumah mamah"
"Baik tuan, akan saya persiapkan"
"Kosongkan semua jadwal ku"
"Siap"
...****************...
"Tuan muda Erlangga di perbolehkan untuk pulang, tuan besar" ucap dokter diakhir penjelasan kondisi Erlangga kepada keluarganya.
Erlangga yang mendengarnya pun membuang nafasnya lega, "saya beneran bisa pulang 'kan dok?"
"Iya tuan muda"
"Kalau untuk perjalanan juga dok? Kaya penerbangan gitu?" tanya Kia.
Dokter mengangguk "itu juga sudah di perbolehkan nona muda, asalkan tuan muda tidak boleh terlalu cape" jelas dokter lagi dan diangguki oleh keluarganya.
"Apa ada yang perlu di tanyakan lagi, tuan besar?"
Daddy Erlangga menggeleng, "tidak dok, sudah cukup"
"Baik kalau begitu saya akan memanggil dokter untuk membereskan semuanya"
"Baik dok" jawab daddy Erlangga dan dokter pun keluar dari ruangan Erlangga untuk memanggil perawat.
"Akhirnya aku bisa kembali" ucap Erlangga dengan senyum manisnya.
__ADS_1
"Angga, lo balik ke mansion, siapkan semua keperluan selama kita di Indonesia, biar urusan perusahaan disini tunjuk orang kepercayaan kita di geng" jelas Erlangga.
"Baik tuan muda, akan segera saya persiapkan" jawabnya dan diangguki oleh Erlangga.