
"Go Reysha go Reysha Go Reysha Go" teriak Tikha menyemangati Reysha.
"Tisha i love you Tisha, semangat baby" timpal Sailendra.
Kini Reysha dan Tisha sedang berlomba memasuki paku ke dalam botol yang dimana paku tersebut di ikat dengan sebuah tali dan di simpan di pinggang masing-masing.
"Reysha dong yang pasti menang" ucap Tikha menyemangati kelompoknya.
"Tisha dong" ucap Sailendra menyemangati Tisha.
"Cih, lebay" celetuk Ayumi ketika melihat perdebatan antara Sailendra dan juga Tikha.
Sailendra dan juga Tikha melihat ke arah Ayumi yang nampak cuek ketika sudah berkata seperti itu.
"Engga jelas banget nenek gayung" balas Sailendra.
"Siapa yang elo sebut nenek gayung?" ketus Ayumi.
Sailendra hanya menanggapi dengan menaik turunkan bahunya saja dan kembali fokus kepada Reysha dan juga Tisha yang masih fokus dengan pakunya masing-masing.
"Engga cewenya engga cowonya sama-sama engga jelas" ketus Ayumi.
"Yeay Tisha ku menang" teriak Sailendra ketika Tisha sudah berhasil memasukan paku kedalam botol.
"Yah kalah" keluh Tikha.
"Hahahaha kasian deh lo, gue bilang juga apa, Tisha yang pasti menang" sombong Sailendra.
"Sombong"
"Hahahaha bilang aja iri" ucap Sailendra dan kemudian bangun untuk mendekat ke arah Tisha.
Nathalio yang melihat keakraban dari Sailendra dan juga Tikha pun tersenyum simpul "Manis juga kalau lagi ngambek" gumamnya.
"Lebih manis dan anggun dari pada Tisha"
"Gue harus bisa dapetin si Tikha, kalau di liat-liat Tikha juga lebih cantik dari pada si Tasya" gumamnya lagi.
Nathalio Putri Lingga adalah pria yang di selingkuhi oleh Tasya mantan pertamanya. Nathalio yang saat itu baru saja selesai latihan basket dengan teman-temannya tak disangka mendapatkan kejutan yang sangat luar biasa, dikala melihat cinta pertama yang sangat amat disayangnya berselingkuh dengan pria lain yang lebih tua 3 tahun darinya. Tanpa menunggu lama, Lio langsung mendekat ke arah Tasya dan memutuskan hubungan dengannya, sampai saat ini pun rasa sakit hati itu masih belum bisa hilang dalam hati Lio.
"Engga usah sedih, nanti juga kelompok kita bisa ko kalahin kelompoknya Sailendra" celetuk Lio kepada Tikha.
Tikha yang mendengar ada yang berbicara pun menoleh ke asal suara "ehhehe engga apa-apa ko, lagian ini kan hanya permainan, pasti akan ada yang menang dan juga kalah" kata Tikha.
__ADS_1
Lio pun tersenyum mendengar jawaban dari Tikha "kita belum sempet kenalan, walaupun gue yakin lo pasti udah kenal sama gue"
"Gue Nathalio" lanjut Lio sambil memberikan tangannya untuk berkenalan.
"Tikha" balasnya.
***
Di negara lain
Via telpon
Erlan : Dad, Erlan akan terbang ke Indonesia malam ini.
Daddy : Apakah ada sesuatu yang mendesak nak, mengharuskanmu untuk pulang?
Erlan : Tidak dad, Erlan hanya ingin berlibur saja.
Daddy : Bagaimana dengan pekerjaanmu?
Erlan : Sudah ada yang menghandlenya, dad.
Daddy : Baik, jika itu sudah menjadi keputusanmu.
Erlan : Baik dad.
Erlan : Tidak perlu dad, Erlan bersama Angga. Angga sudah menyiapkan semuanya.
Daddy : Baik, Hati-hati di jalan.
Erlan : Baik dad. Erlan matikan sambungan telepon nya.
Daddy : Iya.
Tuut...
Setelah melihat gerak-gerik aneh dari sang adik melalui sambungan video call kemarin, akhirnya Erlangga pun langsung mencari tahu tentang siapa laki-laki yang dirinya lihat di dalam video callnya bersama sang adik.
Bukan Erlangga Abay Arayyan jika tidak mengetahui apapun tentang keadaan sekitar, walaupun dirinya berbeda negara dengan sang adik, tetapi itu bukan masalah besar baginya. Karena Erlan memiliki kedua teman yang sangat patut diacungkan jempol, hanya dalam hitungan detik saja, Erlan sudah mendapatkan semua apa yang dirinya butuhkan dan kenyataan pahit bahwa, pria itu kini sedang mengincar wanita pujaan hatinya yang sedari kecil sudah mencuri hati Erlangga, ya siapa lagi kalau bukan Latisha Elenora Prasetya Wijaya.
Erlan menjadi kalang kabut setelah mendapatkan kabar tersebut. Semalaman Erlan tidak bisa tidur dengan baik memikirkan hal yang seharusnya memang ia pikirkan dari lama. Menghilang tanpa kabar dari 10 tahun yang lalu tidak menutup kemungkinan jika wanitanya akan memberikan hati kepada pria lain selain dirinya yang tak kunjung datang untuk hanya sekedar bertegur sapa saja.
Dengan segala pemikiran dan kebijakan yang sudah ia buat, akhirnya Erlangga memutuskan untuk kembali ke Indonesia sampai waktu yang tidak bisa ia tentukan. Dengan segenap rasa percaya dan rasa tanggung jawab yang besar, Erlangga pun memberikan tanggung jawab sementaranya kepada sang sekertaris sekaligus sahabat nya, Ivandra.
__ADS_1
"Lo bisa kan menghandle perusahaan selama gue di Indonesia?" tanya Erlangga kepada Ivandra.
"Lo tenang aja, perusahaan aman sama gue. Percayain aja sama gue"
"Lo fokus aja dulu di sana sama cewe masa kecil lo itu, kalau udah selesai lo bisa balik lagi kesini" lanjutnya.
Erlangga pun menganggukkan kepalanya "kalau ada hal yang mendesak lo bisa langsung hubungi gue aja atau si Angga ya, Van" lanjutnya.
"Beres" jawabnya sambil mengacungkan jempolnya.
"Gue beruntung banget punya sahabat kaya kalian berdua" ucapnya kepada Ivan dan juga Angga asisten sekaligus sahabat baik Erlangga sama seperti Ivandra.
"Engga usah lebay gitu deh, Erlan" kata Angga.
"Tau lo udah kaya ciwi-ciwi diluar aja"
"Tampang doang dingin tapi hatinya hello kitty" ledek Angga kepada Erlangga.
"Sial" umpat Erlangga, Ivan dan Angga pun tertawa bersama mendengar umpatan dari Erlan.
"Udah, lo berdua pada balik gih udah sore juga, nanti malam 'kan kalian harus udah terbang ke Indonesia" ucap Ivan.
Erlan pun menganggukkan kepalanya "yaudah ayo Ga kita balik, biar urusan perusahaan ada si Ivan yang handle" ucap Erlan sambil mengambil jas kantornya yang ia simpan di kursi kebesaranya.
"Oke" jawab Angga simple.
"Gue titip perusahaan sama lo, Van" ucap Erlan lagi sambil memukul-mukul pundak Ivan.
"Iya santai. Gue engga bakal ngecewain elo ko, Lan"
"Gue percaya" finalnya, Erlangga dan Angga pun meninggalkan perusahaan tersebut.
Perusahaan EAA Group yang bergerak di bidang property terbesar di London itu berdiri atas hasil kerja keras dari Erlangga sendiri tanpa campur tangan dari keluarganya, bahkan perusahaan keluarganya pun tergeser menjadi urutan ke dua setelah EAA Group milik Erlangga.
"Kayanya cewe ini berharga banget ya?" tanya Angga kepada Erlangga ketika sudah di dalam mobil.
Erlangga pun menganggukkan kepalanya "dia itu tomboy, Ga"
Angga mengeretnyitkan dahinya "tomboy?" tanyanya meyakinkan.
"Iya, Ga tomboy"
"Jadi selama ini, lo itu suka sama yang tomboy-tomboy?"
__ADS_1
"Engga semua cewe juga sih, Ga. Tapi Tisha ini punya keunikan tersendiri"
"Pantes lo engga pernah tertarik sama yang molek-molek ternyata ada si tomboy" ledek Angga sambil terkekeh, begitupun dengan Erlangga.