
"Selamat pagi pak Beni" sapa guru olahraga kelas XII.
"Pagi pak Jeni" sapa pak Beni lagi kepada pak Jeni.
"Pak saya mau minta izin untuk tanding bola basket dengan kelas bapak"
"Kelas saya?" tanyanya lagi dengan penuh keyakinan.
"Betul pak, laki-laki dengan laki-laki, perempuan dengan perempuan"
"Baik, saya akan memberitahukan kepada anak-anak saya terlebih dahulu"
"Baik Pak terimakasih" ucap pak Jeni dan diangguki oleh pak Beni.
Baik Pak Beni mau pun pak Jeni menghampiri anak muridnya untuk briefing.
"Semua berkumpul" perintah pak Beni kepada anak-anaknya.
Semua murid kelas X Ips 5 pun berkumpul, "ada apa pak?" tanya Lio.
"Kelas kita diajak tanding oleh kelas XII IPS 2, tadi pak Jeni sudah meminta izin kepada saya"
"Engga mau ah pak, cape" celetuk Sailendra.
"Iya pak bener, lagian mereka 'kan pada pinter mainnya pak, masa mau lawan adik kelasnya" timpal Reysha.
"Betul tuh pak" timpal Lio.
"Nah, karena kita adik kelas, maka dari itu kita harus membuktikan kepada mereka bahwa kita bisa, engga terkalahkan" semangat pak Beni.
"Sekalian bapak akan memilih untuk masuk ke tim basket sekolah kita" rayunya.
Ya pak Beni selain menjadi guru BK SMA SATYA, pak Beni pun menjadi wali kelas X Ips 5, guru olahraga dan menjadi pelatih tim basket SMA SATYA bersama dengan pak Jeni, yang tidak pernah kalah setiap tanding dengan sekolah manapun.
"Nah kalau kaya gitu ayo deh pak, saya mau ikutan" teriak Lio dan yang lainnya.
"Nah bagus"
"Kalau begitu saya mau kalian bagi tim sekarang, silahkan"
"Baik pak"
"Yang cewe gimana dong pak? Cewe kan biasanya cuma jadi tim hore doang" kata Elvana.
"Ya engga apa-apa dong, nanti kan kita bisa semangatin kelas kita" jawab Salsa.
"Cewe juga akan ikut main, silahkan pilih timnya, setelah pertandingan laki-laki, para cewe ghibah juga akan ikut tanding" kata pak Beni.
"Huuuu" sorak riuh dari para wanita.
"Udah udah jangan banyak bantah, mau kalian saya hukum?" tanya pak Beni.
__ADS_1
"Engga lah pak" jawab para cewe dengan kompak.
"Yaudah silahkan duduk, selamat menikmati pertandingannya, saya akan membriefing anak laki-laki saya"
"Siap bapak ku" jawab para anak perempuan.
Begitu pun dengan kubu sebelah, kubu pak Jeni yang sedang membriefing para anak muridnya, tim yang akan melawan anak kelas X ada Kalan, Miko, Ardan, Gema, Reno dan Niko.
Ah sudahlah mereka berlima memang king nya basket, seluruh SMA Satya sudah mengapresiasi permainan basket mereka berlima yang sangat apik. Dengan Gema sebagai ketua tim basket.
"Saya yang akan menjadi wasit di pertandingan kali ini" kata pak Beni.
"Baik pak" kata pak Jeni.
"Wih mantep nih, seru kayanya" kata Elvana ketika melihat siapa saja yang sudah di lapangan basket saat ini.
Dari kelas X IPS 5 sudah ada Sailendra, Agas, Lio, Rendra dan Keynan yang dimana merekalah king basket di kelas X, walaupun masih kalah oleh kelas XII, tapi permainan Sailendra dan kawan-kawan pun patut di acungi jempol.
"Siapa tim basket dari kelas X?" tanya pak Beni sebagai wasit.
"Saya pak" kata Sailendra sambil mengangkat tangannya.
"Dari kelas XII?"
"Saya pak" jawab Gema dengan mengangkat tangannya.
Pak Beni mengangguk, "mari maju satu langkah" perintahnya dan. mereka berdua pun maju mendekat ke arah pak Beni.
"Sudah pak" jawab Sailendra.
"Tim Gema sudah siap semua?"
"Sudah pak"
"Baik, jika sudah siap semua. Ketika bola ini di lemparkan pertandingan sudah di mulai. Apakah bisa di mengerti?"
"Siap bisa"
"Baik"
1..
2...
3...
Pak Beni pun melemparkan bola basketnya ke atas tanda pertandingan di mulai.
Melihat itu sorak riuh dari para penonton yang tersisa pun terdengar sangat ramai.
"Gem ayo Gem, kalahin anak kelas X" teriak Marsha menyemangati Gema.
__ADS_1
Reysha yang mendengar itu pun bergidig geli yang tak lama menyenggol lengan Tisha yang sedang serius melihat pertandingan yang ada di depan matanya.
"Sha, Sha" panggil Reysha..
"Apa Ey?" tanya Tisha yang merasa terganggu ketika Reysha memanggilnya.
"Lo denger kan tadi? Si nenek lampir teriakin ka Gema?" tanya Reysha.
Tisha mengangguk, "iya gue denger"
"El... "
"Rendra go Rendra go" teriak Elvana tanpa disangka-sangka.
Reysha dan Tisha yang mendengar itu pun melongo mendengarnya begitu pun dengan siswa dan siswi yang lainnya, "hah?" kata Reysha dan Tisha yang kemudian saling pandang.
Seakan tersadar dengan kecerobohannya, Elvana pun menepuk dahinya dan memukul-mukul mulutnya karena merasa ceroboh, kenapa bisa refleks menyemangati Rendra.
Seperti ada telepati diantara keduanya, "El" panggil Reysha dan juga Tisha.
Merasa terpanggil, Elvana pun melihat ke arah kedua sahabatnya itu dan tersenyum sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "elo sama Rendra... "
Belum sempat Tisha meneruskan ucapannya, suara teriakan dari teman sekelasnya mampu mengalihkan pandangannya.
"Masukk" teriak para siswa dan siswi yang menonton pertandingan basket kali ini.
"Lio go Lio go" teriak para siswi ketika Lio memasuki bola basket ke ring.
"Masuk... " teriak kelas XII ketika Gema memasukan bola basket ke ring lawan.
"Huuu" sorakan dari siswi kelas X yang tidak Terima karena Gema memasukan bola basket ke ring timnya.
Pertandingan semakin sengit karena kini nilainya hanya berbeda tipis, yang dimana ke lima orang setiap tim yang bertanding selalu memasukan bola basketnya ke ring lawan.
"*Gue engga munafik kalau ka Gema itu ganteng pake banget, apalagi kalau lagi keringetan gini" gumam Tisha yang sedang memperhatikan Gema.
"Eh eh Tisha apaan sih, masih gantengan kak Kalan kemana-mana kali hello" lanjutnya lagi ketika tersadar sudah memuji Gema*.
Sebenarnya bukan hanya Tisha yang sedang memperhatikan Gema, Gema pun seperti itu sempat-sempatnya curi-curi pa dang ke arah Tisha, dan Kalan mengetahui hal itu namun dirinya tidak akan bertindak karena Kalan tau Tisha sudah besar dan sudah bisa memilih mana yang baik untuk dirinya.
"Agas ganteng bangett engga sih?" tanya Reysha dalam hati ketika melihat Agas berkeringat.
Plis deh kenapa cowo yang berkeringat itu gantengnya pake maksimalš kan aku jadi ngehalunya makin-makin~ author
"Kalan go Kalan go" teriak Rea yang dimana Rea adalah memang saudara dari Kalan dan kawan-kawan.
"Eh eh itu siapa yang teriakin ka Kalan?" tanya siswi dari kelas X.
"Bisa-bisanya teriakin kakak OSIS gue" katanya lagi.
Reysha dan Tisha yang mendengar itu pun saling pandang dan mereka pun menahan tawanya, mereka tidak tau saja segalak apa ka Kalan ketika di rumah.
__ADS_1
Sepertinya memang mereka sudah satu batin hanya dengan kedipan mata saja mereka kembali melihat pertandingan.