
"Woy ngelamun aja lu anak konda" ledek Agas yang melihat Elvana sedang melamun sambil. menggigit sedotan yang berada di gelasnya.
Bukan tanpa alasan Elvana melamun seperti itu, karena kini Elvana sedang melihat Rendra pria yang sudah merebut hatinya itu.
Elvana melirik tak suka kepada Agas, Agas hanya terkekeh di buatnya dan duduk tepat di hadapan Elvana. Kini Elvana sudah berubah sudah tidak menjadi Elvana yang pendiam dan pemalu, kini Elvana sudah menjadi wanita yang bar-bar dan pemeberani walaupun Elvana akan kembali berubah menjadi pendiam dan pemalu ketika berhadapan dengan Rendra. Pria yang kini sudah berada di hatinya!
"Lagi liatin apaan sih lu?" tanya Agas.
"Ish ganggu banget tau gak sih lu!" ketus Elvana.
"Coba awas, geser!" ketusnya lagi ketika Rendra tidak terlihat karena terhalang oleh tubuh Agas.
"Dih" katanya lagi sambil merengut dan ikut melihat tatapan Elvana.
Tap.
Agas membulatkan matanya "lu suka sama si Rendra?" tanyanya dengan nada yang sangat keras sampai si empunya terlonjak kaget di buatnya.
Dan lihatlah Rendra yang merasa terpanggil pun ikut melihat ke arah Elvana dan juga Agas. Melihat itu Elvana membulatkan matanya "anjir congor lu!" ketusnya sambil membuang muka karena merasa malu sudah kepergok oleh Agas dan juga gengnya Rendra, siapa lagi kalau bukan Lio dan juga Keynan.
"Ada apa lo manggil gue?" tanya Rendra kepada Agas.
"Itu si El... emmmh.... emmmh... emmmh... " ucap Agas terpotong karena mulutnya langsung di bekap oleh Elvana.
"Gak ada! Tadi si Agas salah manggil!" jawab Elvana sekenanya.
"Oh" jawabnya dan menganggukkan kepalanya.
"Diem anjir" ketua Elvana kepada Agas.
"Emmmh... Emmmmh... Emmmh" jawab Agas.
"Ngomong apaan sih lu?" tanya Elvana ngegas, dirinya belum sadar bahwa tangannya masih membekap mulut Agas.
"Emmmhhh... Emmmhhh... Emmmh"
"Eh iya lupa, lu mau gimana bisa ngomong kalau tangan gue masih di mulut lu" ucapnya lagi dan melepaskan bekapannya.
"Engga bisa nafas banget gue" keluh Agas.
"Lu ya mulut udah kek cewe banget, comel!" ketus Elvana lagi.
"Dih dari pada diem-diem terus pas udah di embat sama cewe laen nangees" ledek nya, karena Agas tau semua wanita pasti seperti itu.
"Dih so tau lu"
"Emang gue tau!"
"Eh ada anak ilang nih disini" ledek Ayumi tiba-tiba.
"Eh ada Agas" kata Naomi sambil membenarkan tatanan rambutnya yang acak-acakan.
Agas hanya mengedikkan bahunya saja melihat centilnya Naomi.
"Ish Nomnom jaga image!" ketus Salsa.
__ADS_1
"Psst... pssst... " panggil Elvana kepada Agas.
"Apaan?"
"Lu nyium kaya bau menyan gitu engga sih, Gas?" tanyanya.
Ayumi membulatkan matanya karena mendengar hal itu "maksud lo, kita?" tanyanya langsung.
"Yah Gas, setannya udah nanya duluan" kata Elvana lagi dan Agas terkekeh mendengarnya.
"Elvana!!!" teriak Ayumi.
"Apa sih?" tanya Elvana.
"Lo bilang gue setan?"
"Emang kita bilang, Gas?" tanyanya kepada Agas.
Agas mengedikkan bahunya "Ke GRan aja kali lu nya" jawab Elvana.
"itu maksud lo apa bau-bau menyan segala, hah?" kini Salsa yang bertanya.
Elvana mengedikkan bahunya juga "Elvana!" panggil Ayumi.
Dan
Byur....
Ayumi menyiram wajah Elvana dengan air jus minuman milik Elvana. Namun sayang, bukan terkena Elvana, melainksn terkena punggung kokoh milik Rendra.
Ayumi and the geng menutup mulutnya melihat itu "Ren... Rendra" panggil Ayumi.
Mendengar itu Elvana membuka matanya untuk melihat siapa yang berani-beraninya menyentuh tubuhnya dengan cara memeluknya, karena tadi Elvana sempat menutup matanya ketika Ayumi hendak menyirami dirinya dengan Air jus.
Elvana mengedipkan matanya berkali-kali ketika melihat pria yang kini berada di hadapannya "Ren.. Rendra" katanya.
Rendra melihat ke arah Elvana dan berakhir lah mereka dengan saling tatap "lo engga apa-apa?" tanyanya yang sudah sadar dari lamunannya.
"Gua... Gue engga apa-apa. El.. Elo... Baju elo basah" katanya sambil tergugup.
"El lo engga apa-apa?" tanya Agas ketika melihat kejadian itu.
Rendra segera melepaskan dekapannya pada tubuh Elvana dan menghadap ke arah Ayumi "bisa, lo engga terus-terusan gangguin siswi SMA ini, Yum?" tanya Rendra dengan tegas.
Ayumi memang bukan hanya mengganggu geng Tisha, melainkan anak siswi SMA yang lainnya juga Ayumi ganggu yang tidak mau menuruti perintahnya.
"Apa hak lo tanya-tanya gitu ke gue? Guru? Bukan, orang tua? juga bukan!" jawabnya dengan ketus.
"Lo itu udah keterlaluan, Yum!"
"Ren udah Ren, biarin aja. Meningan lo ganti baju sana"
"Cih, so cari perhatian!" ketus Ayumi.
"Bisa jaga omongan lo? Gue peringatan, ini terkahir kalinya lo lakuin kaya gitu ya Yum, kalau sampe lo lakuin itu lagi, lo akan tau akibatnya!" tegasnya dan meninggalkan kantin.
__ADS_1
"Cih"
...****************...
"Baik-baik ya sayang" ucap Tikha yang kemudian mengecup lembut kening kembarannya.
Menurutnya ini adalah sisi lemah sangat lemah seorang Tisha, sejak kecil Tisha memang sangat di jaga agar tidak sedih, karena jika Tisha sudah sedih seperti ini dirinya tidak akan mau apapun, hanya ingin menangis dan menangis saja. Kala itu ketika Abay meningggalkannya karena pindah Tisha sampe sakit karena terus menangisi kepergiannya.
Tisha memang terlihat sangat tegas dan tomboy namun siapa yang tahu bahwa dirinya juga memiliki sisi lemah dan rapuh seperti saat ini, Tisha paling tidak bisa dan paling lemah jika tentang keluarga dan pria yang sangat dirinya cintai.
Dret.. Dret.. Dret...
📩@narendrafaa.
Tok.. Tok.. Tok...
Ceklek..
"Eh abang, ada apa bang?" tanya Tikha ketika melihat Kalan lah yang mengetuk pintu kamarnya.
Kalan melirik ke arah kasur yang sudah ada Tisha yang sedang tertidur pulas, seakan mengerti arti tatapan itu, Tikha pun ikut melihat ke arah sang kembarannya "dia sudah tertidur pulas bang. Aku harap besok ketika dia bangun, dia sudah mendapatkan kabar yang baik" ucapnya dengan senyum manisnya.
"Abang juga berharap seperti itu de"
Tikha mengangguk "oya abang ada apa?"
"Abang hanya ingin melihat kondisi kalian berdua"
"Kami baik-baik aja kok bang"
Kalan mengangguk "kamu juga harus jaga diri ya sayang, abang juga engga mau liat kamu sakit. Karena biasanya setelah Tisha, kamu yang akan kena"
Tikha mengangguk "namanya juga kembar bang" katanya sambil terkekeh.
"Yaiya abang juga tau, tapi tetap harus ingat kamu harus bisa jaga diri jangan sampai sakit, oke girls?"
"Siap pak bos" katanya sambil hormat kepada Kalan.
"Yaudah istirahat, Abang juga mau balik lagi ke kamar"
"Oke, selamat istirahat my prince"
"Selamat istirahat juga my Queen"
...****************...
"Ilen" panggil Kalan.
Sailendra yang sedang memainkan ponselnya pun menoleh "iya bang?"
"Bagaimana perkembangan Gema?"
"Sepertinya semakin dekat bang, tapi mereka masih menutupi semuanya, setiap ada aku mereka selalu bersikap seperti biasa" jelasnya. Memang itu yang terjadi, Sailendra menyadari itu.
Kalan menganggukkan kepalanya "memang sebenarnya ada apa diantara abang dan Gema?" tanyanya Sailendra yang memang sangat penasaran dengan cerita diantara keduanya itu.
__ADS_1
Kalan menarik nafasnya yang kemudian mulai bercerita.