Twince LA

Twince LA
Keadaan Erlan


__ADS_3

"Mungkin karena itu, Erlan selalu mencampakan wanita lain. Angga dan Ivan pun sudah sering menjodohkan Erlan dengan wanita yang ada di London, namun Erlan tetap menolak semua wanita yang di kenalkan oleh teman-temannya itu hanya untuk Tisha anak anda"


"Cheryl Zenia awalnya memang wanita cantik dan baik namun karena sikap Erlan membuat dirinya merasa di rendahkan, maka dari itu Cheryl memanfaatkan pria yang amat menyukai dan menyayangi dirinya, Axel seorang mafia terkenal kejam di negara London. Awalnya Cheryl tidak tahu tentang latar belakang Axel, setelah keduanya menikah akhirnya Cheryl tahu bahwa suaminya saat ini adalah seorang mafia terkejam di negaranya, maka dari itu Cheryl semakin memanfaatkan kesempatan ini untuk membalaskan dendamnya kepada Erlan dengan menggunakan Axel"


"Maaf saya potong pembicaraan anda tuan Arayyan"


"Ya silahkan"


"Jika anda tahu bahwa Erlan sedang dalam bahaya, kenapa anda tidak membantu untuk mengawasi Erlan dan membantu untuk menggagalkan rencana Cheryl?"


Tuan Arayyan mengangguk "saya tahu bahwa anda akan menanyakan hal ini. Sebenarnya saya semakin mengawasi Erlan sejak saya tahu bawa Erlan sedang dalam bahaya, namun itu tidak berlangsung lama karena Erlan mengetahui hal tersebut, Erlan menolak dengan alasan itu, Erlan yakin bahwa Cheryl tidak akan senekat itu kepadanya. Setelah itu saya kembali mengawasi Erlan dari jarak jauh, hingga akhirnya saya mendengar kabar bahwa anak saya mengalami kecelakaan bersama dengan temannya, Ivan"


"Ivan? Ivan yang selalu bersama dengan Angga?"


"Benar, Ivan juga terluka saat itu, syukurnya Ivan tidak begitu terluka parah karena tabrakan itu terjadi dari sebelah kiri dimana posisi Erlan duduk"


"Dan mengakibatkan Erlan koma sampai saat ini. Dan lebih naasnya lagi kini Erlan sedang kritis karena keteledoran kami menyimpan sebuah pengkhianat di geng milik Erlan"


"Pengkhianat? Ini ulah penghianat?"


"Benar, ini ulah penghianat. Dan sekarang semua sedang di urus oleh salah satu anak buah Erlan"


"Semoga tertangkap"


"Ya"


"Maaf jika kami lancang, tetapi kami sudah memberi perintah untuk membawa Tisha ke London"


Tuan Arayyan melihat ke arah daddy dan tersenyum "tidak apa-apa tuan, semoga dengan kehadiran Tisha, Erlan dapat membuka matanya kembali. Apakah Tisha tahu bahwa dirinya akan bertemu dengan pria dari masa lalunya?"


"Kami belum ada yang memberitahukannya, rencana kami akan memberitahukan Tisha ketika sudah sampai disini"


"Ah baiklah, itu tidak membuat Tisha begitu panik jika di beritahukan ketika sudah tiba disini"


"Benar"


"Semoga Tuhan mau mengabulkan do'a-doa kami untuk Erlan" lanjut daddy Ardi.


"Saya yakin Erlan bisa melewati ini semua, tuan Ardi"


"Erlan memang pria yang kuat, tuan Arayyan"


"Lalu, langkah apa yang akan anda ambil tuan Arayyan?"


"Maaf tuan Arayyan" ucap dokter yang bertugas merawat Erlan.


Tuan Arayyan dan daddy Ardi melihat ke arah dokter tersebut, begitu pula dengan nyonya Arayyan, momny, Kia, Angga dan juga Ivan yang mendekat ke arah dokter untuk mendengarkan apa yang akan dokter sampaikan kepada mereka.

__ADS_1


"Ya dok. Bagaimana dengan keadaan anak saya?" tanya tuan Arayyan.


"Sebelumnya saya meminta maaf terlebih dahulu tuan, namun jika dalam satu minggu ini tuan muda Erlan tetap tidak mau membuka matanya, maafkan saya, saya akan mencabut semua alat yang sudah di pasangkan di tubuh tuan muda, tuan" jelas dokter dengan suara pelan namun penuh wibawa.


Nyonya Arayyan, mommy dan Kia sama-sama menutup mulutnya dengan tangannya karena terkejut dengan apa yang di dengarnya barusan.


"Kakak!" teriak Kia.


"Er... Erlan anak ku" timpal nyonya Arayyan dengan nada pelan dan langsung menjatuhkan tubuhnya ke lantai.


Terlihat Angga dan Ivan sama-sama termenjng ketika mendengarnya, keduanya pun sama-sama mengepalkan tangannya karena merasakan sakit yang amat sakit, harus kehilangan orang yang mereka sayangi, Erlan. Erlan adalah sahabat sekaligus kakak bagi mereka berdua, tanpa adanya Erlan mereka berdua tidak akan seperti sekarang.


"Engga bisa di biarin, Cheryl juga harus merasakan apa yang di rasakan oleh Erlan juga!" tegas Ivan dengan nada yang menahan amarahnya.


Setelah berkata seperti itu Ivan langsung berlari meninggalkan Angga dan juga yang lainnya. Ivan langsung menghubungi semua anak buahnya untuk membalaskan dendamnya kepada Cheryl.


"Baik terimakasih atas informasinya, dok" ucap tuan Arayyan dengan suara yang sudah parau.


"Kalau begitu saya permisi untuk kembali ke dalam, tuan"


"Silahkan"


"Sabar, tuan Arayyan. Saya yakin Erlan akan membuka matanya dalam waktu dekat" ucap daddy Ardi menenangkan.


"Om maaf, saya harus menyusul Ivan" celetuk Angga.


"Ivan sedang emosi om, kini Ivan.." ucapnya menggantung dan melihat ke arah para wanita.


Seakan tau dengan arah pembicaraan Angga pun tuan Arayyan menganggukkan kepalanya "kejarlah Ivan, aku percayakan semuanya kepada mu, Angga"


"Baik om, kalau begitu Angga permisi dulu"


"Ya silahkan"


...****************...


"Kha" bisik Tisha.


Tikha menoleh ke arah Tisha "hem?"


"Perasaan aku ko makin engga enak ya"


"Aku tau kamu gelisah"


"Sebenernya ada apa sih Kha?"


"Loh? Kamu kok tanya aku? Aku juga engga tau Sha" jawab Tikha pura-pura tidak tahu.

__ADS_1


"Oy Len" panggil Tisha.


"Apaan?"


"Ada apaan sih ini sebenernya?"


"Tau lo bang, tadi katanya mau di jelasin di pesawat, tapi ini kaga di jelas-jelasin dari tadi" timpal Zahra yang ikut kesal.


Sailendra menaik turunkan bahunya "engga tau, tanya aja noh sama mami" jawab Sailendra sekenanya, biar tidak ada lagi pertanyaan yang harus Sailendra jawab.


"Hah.. " terdengar Tisha kembali membuang nafasnya karena terasa berat.


"Mana lama banget nih perjalanan!" celetuknya.


"Namanya juga ke London" jawab Nathan.


"Yaudah meningan istirahat aja, biar pas nyampe kita udah enakan" ucap Tikha menengahi.


"Lah besok 'kan hari senin ya?" tanya Reysha.


"Iya" jawab Zahra dengan santainya.


Mungkin baru tersadar dari jawabannya Zahra membulatkan matanya "lah iya besok hari senin, kita kaga sekolah dong ya?"


"Ck ya engga lah, kita kan di London mau gimana sekolahnya" jawab Sailendra dengan kesal karena pejaman matanya terusik.


"Emang udah diizinin?"


"Pasti udahlah, lagian walaupun engga izin itu juga punya keluarga kita juga kok" jawab Sailendra lagi.


"Iya juga" ucap Reysha dan Zahra.


"Udah meningan tidur ngantuk nih" kata Sailendra.


...****************...


"Kia" panggil Ardan ketika sampai di rumah sakit.


Kia yang sedang menundukkan kepalanya di antara kedua kakinya pun mendongakkan kepalanya "Ardan" lirihnya.


"Sayang" panggil Ardan lagi dan memeluk tubuh sang kekasih.


"Kak Erlan semakin kritis, Dan" ucapnya dengan sangat lirih dan kembali terdengar suara isak tangis dari Kia.


"Sabar sayang, sabar" ucapnya menenangkan.


"Kakak Dan, kakak" ucapnya lagi dengan memukul pelan punggung Ardan.

__ADS_1


__ADS_2