
"Anak yang sopan" kata daddy Ardi ketika melihat Agas yang sudah keluar dari cafe tersebut.
"Nicholas kamu sudah tau bukan?" tanya Daddy Ardi kepada Nicholas.
"Iya tuan saya sudah tau, dan saya sedang mencari taunya"
"Bagus"
"Sudah berapa lama kamu sama Agas, Ey?" tanya sangat daddy.
"Baru hari ini dad"
"Tapi sukanya udah dari lama dad" timpal Tisha.
"Ssst" kata Reysha dan Tisha hanya terkekeh dibuatnya.
"Udah mari kita pulang" aya ayah Reyhan.
"Ayo" jawab Reysha.
"Ey mau pulang sama siapa?" tanya Tisha.
"Sama ayah aja Sha"
Tisha mengangguk, "Oke" jawabnya.
...****************...
"Kakak dari mana aja?" tanya Agis adik dari Agas.
"Maaf de, tadi kakak ada keperluan mendadak"
"Ibu udah di minumin obat?" tanya Agas kepada sang adik.
Agis mengangguk, "udah kak, tadi udah Agis kasih ibu obat, tapi Agis belum makan kak" keluh Agis kepada sang kakak.
Agas memang hanya tinggal bertiga saja dengan aadian ibunya, Agas sudah menjadi tulang punggung keluarga sejaka ayahnya meninggal satu tahun yang lalu.
__ADS_1
Setelah kepergian sang ayah, ibu satu-satjnya yang dimiliki Agas dan Agis jatuh sakit, sampai membutuhkan biaya untuk pengobatannya, namun Allah Maha Baik yang mempermudah hidup Agas dengan Agas yang mampu menyekolahkan dirinya dan juga sang adik dan membantu pengobatan sang ibu dengan gaji paruh waktu yang ia lakukan.
Agas dan Agis bersekolah karena beasiswa yang mereka miliki, kini Agis duduk di bangku SMP yang sama-sama berlikasi di SMA SATYA, menurut Agas dan Agis, sekolah SMA SATYA adalah sekolah terfavorit dan sekolah terbaik di dunia jika untuk seorang siswa berprestasi, walaupun kita di tuntut untuk menjaga nilai agar tidak turun, kami para siswa akan mendapatkan uang saku setiap bulannya.
Maka dari itu Agas mampu menyekolahkan dirinya dan juga sang adik bahkan membiatai pengobatan sang ibu.
Agis memang tidak ikut bekerja paruh waktu bersama dengan Agis karena harus menjaga sang ibu, tetapi Agis dapat membantu Agas dari uang saku yang ia dapati setiap bulannya dari sekolahnya.
"Ini kakak belikan makanan, ayo kita makan" ajak Agas dan Agis pun tersenyum mendengarnya.
"Maaf ya kakak engga bisa berikan lebih untuk kamu, de" katanya ketika melihat sang adik membawakan piring untuknya.
"Ada juga aku kak yang harus minta maaf udah nyusahin kakak"
"Engga sama sekali kok de"
"Kakak emang kakak yang terbaik untuk aku dan ibu, aku bersyukur banget jadi adik kakak"
Agas tersenyum mendengarnya.
...****************...
"Tisha pulang bawa mobil kamu, sayang?" raya sang daddy.
"Iya dadd" jawabnya dan diangguki oleh sang daddy.
"Kita antarkan Tisha pulang ke rumah utama dulu, Nic" ucap daddy.
Tisha yang mendengarnya pun menoleh ke arah sang daddy, "loh? Kenapa dad?"
"Ini urusan daddy dan sepupu kamu, sayang"
"Tapi dad, ada Erlangga disana"
Daddy menggeleng, "tetap sayang, kamu tidak perlu ikut campur"
Tisha mengangguk patuh, "baik dad"
__ADS_1
...****************...
Ckitt...
Sailendra dan ketiga temannya sampai di mansion milik Erlangga.
"Erlangga keluar lo!" teriak Sailendra.
Ceklek...
Pintu mansion milik Erlangga terbuka, dan munculah sosok Angga yang keluar dari dalam.
"Dimana Erlangga?" tanya Sailendra kepada Angga.
"Ada keperluan apa anda kemari, tuan muda Sailendra?" bukan menjawab pertanyaan Sailendra, Angga malah berbalik tanya kepada Sailendra.
"Gue engga suka bertele-tele, dimana Erlangga? Bilang sama dia kalau gue kesini mau ketemu sama Dafa!" ucap Angga.
"Biarkan Sailendra masuk" ucap Erlangga dari dalam yang langsung tersambung dengan Angga melalui earpiece.
Setelah mendengar perintah dari Erlangga, Angga pun mempersilahkna Sailendra dan ketiga temannya untuk masuk yang kemudian mengantarkannya kepada Erlangga yang dimana kini sudah ada Dafa, Devan dan juga Ivan disana.
.
.
.
.
.
.
.
Segini dulu ya kalau otakku lancar aku akan up lagi, sehat terus sayangku❤️
__ADS_1